Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN dunia bisnis saat ini ditandai dengan adanya keterbukaan dan transparansi perusahaan. Salah satu informasi yang penting diungkap perusahaan adalah mengenai aktivitas sosial dalam program Corporate Sosial Responsibility (CSR). Namun, pengungkapan informasi terkait aktivitas CSR masih bersifat sukarela sehingga tingkat kesadaran perusahaan untuk melakukan pelaporan masih rendah di Indonesia.
Hal inilah yang menjadi keprihatinan Dr Dwinanto Kurniawan, M.Ikom, CSRS yang baru saja menyelesaikan pendidikan doktoral ilmu komunikasi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid Jakarta. Dalam sidang terbuka pada Selasa (20/2), Dwinanto berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul 'Model Pengelolaan Informasi Efektif dalam Implementasi Program Corporate Social Responsibility'. Dwinanto melakukan pengamatan terhadap upaya perusahaan dalam mengungkapkan, mengelola dan menginformasikan aktivitas program CSR.
Ia berpendapat, persepsi negatif stakeholders (masyarakat) muncul karena adanya kesenjangan informasi atau information lost yang nantinya mengakibatkan komunikasi tidak berjalan dengan baik. Karena itu, Direktur Strategy and Planning di PT Polytama Propindo tersebtu mengembangkan model pengelolaan informasi efektif dalam implementasi program CSR untuk mengatasi isu lingkungan yang sering dialami perusahaan.
Baca juga : Raih Tiga Penghargaan, FIF Group Juara Umum Corporate Affairs Awards 2023
Ketertarikan dan pengalaman Dwinanto mengembangkan program CSR di perusahaannya membawa prestasi sebagai The Best Indonesia CSR Senior Leader 2021 untuk kategori Private Company National Industry dan Indonesia CSR Awards V 2022. Ia juga memiliki peran penting dalam memimpin program CSR PT Polytama Propindo hingga meraih penghargaan PROPER Peringkat Emas pada tahun 2020, 2021 dan 2022.
"Topik pengungkapan atau keterbukaan informasi sangat penting dibahas terutama untuk membangun kepercayaan dan transparansi antara perusahaan dan stakeholders, yang merupakan dasar dari hubungan yang sehat dan berkelanjutan. Apalagi di era digital dimana informasi melimpah dan masyarakat mudah percaya dengan apa saja yang mereka dapatkan dari media," jelasnya.
Selain itu, tambahnya, pengungkapan informasi kepada stakeholder memungkinkan pengambil keputusan perusahaan membuat keputusan yang tepat berdasarkan pemahaman yang baik tentang kondisi perusahaan, resiko dan peluangnya. "Diperlukan strategi untuk meningkatkan kesadaran perusahaan dalam mengungkapkan informasi mengenai aktivitas yang berkaitan dengan aspek sosial dan lingkungan. Apabila perusahaan menyadari manfaatnya lebih banyak, pasti dengan sukarela menyediakan informasi tersebut," jelasnya. (RO/R-2)
Danau Kemiri di Desa Pagardewa, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan, kini berkembang menjadi motor ekonomi baru berbasis wisata edukatif dan ekonomi kreatif.
PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk (ELSA) terus berkontribusi terhadap lingkungan dan masyarakat melalui pelaksanaan 1.010 kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) sepanjang 2025 di 98 unit operasi di seluruh Indonesia.
Komitmen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam penanganan bencana Sumatra melalui alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) sebesar Rp1 triliun diapresiasi.
Dana bantuan tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung program prioritas kebencanaan, antara lain penyediaan dapur umum, air bersih, serta layanan kesehatan.
Lotte Mart dan Lotte Grosir bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.
Menutup tahun dengan penuh rasa syukur, kehangatan, dan kebersamaan, Aryaduta Lippo Village menggelar kegiatan Townhall Staff yang dirangkai dalam program
Keterbukaan informasi bukan hanya kewajiban hukum, tapi juga bentuk tanggung jawab moral perusahaan dalam melayani masyarakat.
Perum Jasa Tirta II (PJT II) menegaskan komitmennya dalam keterbukaan informasi publik melalui partisipasi dalam Pameran Keterbukaan Informasi Publik (KIP) 2025.
Syaifudin menambahkan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi, baik dari sisi laporan, layanan digital, maupun fasilitas ruang fisik yang ramah dan inklusif.
Bersama dengan badan publik lainnya yang turut menjadi saksi dan melakukan uji publik, ASABRI, memperkuat langkah perusahaan dalam mengukuhkan fondasi pilar transparansi.
Badan POM memiliki aplikasi BPOM Mobile yang dapat digunakan masyarakat untuk mengakses informasi terbaru seputar obat dan makanan.
PLN EPI memandang pentingnya penyajian laporan tahunan secara terintegrasi untuk melihat kinerja perusahaan yang menggambarkan peluang, risiko, dan tujuan perusahaan di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved