Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETAHANAN pangan menjadi tantangan yang semakin mendesak di tengah kepadatan perkotaan dan keterbatasan lahan. Ketergantungan pasokan makanan dari luar daerah memicu kerentanan fluktuasi harga dan kestabilan pasokan.
Menghadapi tantangan tersebut urban farming digunakan sebagai solusi untuk menawarkan kemandirian pangan, akses bahan segar dan sehat, serta berpotensi menambah nilai ekonomi keluarga. Kesadaran dan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu potensi dalam implementasi urban farming secara optimal.
Berdasarkan latar belakang tersebut, Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul “Integrated Urban Farming melalui Pot Komunal Bumbu (POTKOBU)” yang berlokasi di RW 01, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pekan lalu.
Baca juga : Kemenaker Puji Mahasiswa Gelar Days of Law Career
"Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat terutama ibu-ibu rumah tangga tetang pentingnya urban farming sebagai solusi ketahanan pangan di tengah keterbatasan lahan di perkotaan," ujar ketua kegiatan pengabdian masyarakat yang merupakan dosen Sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia (SIL UI), Evi Frimawaty, Senin (19/2) dalam keterangannya.
Kegiatan dibuka Kepala Suku Dinas (Kasudin) Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Pusat, Penty Yunesi Pudyast didampingi Ketua RW Ayi Asmita. Acara juga dihadiri oleh perwakilan Kecamatan Cempaka Putih dan Kelurahan Rawasari, serta diikuti oleh peserta yang berasal dari warga RW 01 Kelurahan Rawasari.
Dalam penyampaian materi dijelaskan tata cara mengenai definisi urban farming dan implementasinya, teknik urban farming di lahan terbatas serta penjelasan metode penggunaan pot komunal bumbu (POTKOBU).
Baca juga : Mahasiswa UI asal Jepang dan Korsel Beri Motivasi Anak-Anak Bukit Duri
Setelah sesi sosialisasi, dilanjutkan dengan penyuluhan praktik menanam oleh peserta yang didampingi oleh mahasiswa SIL UI dengan media pot menggunakan tanaman seperti jahe putih, jahe merah, kencur dan kenikir.
"Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, melainkan dapat menumbuhkan semangat gotong royong dan kebersamaan antar warga," tambah Evi.
Warga kata Evi dapat saling berdiskusi, berbagi pengalaman dan bersemangat untuk mewujudkan lingkungan yang lebih hijau dan produktif berbasis urban farming.
Baca juga : Guru Besar UI Harkristuti Harkrisnowo Meradang Disebut Partisan
"Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya urban farming dan mampu menerapkannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan lestari," pungkasnya. (Z-8)
Program ini dirancang untuk direplikasi secara nasional, menjangkau lebih banyak sekolah.
Pengurus masjid tersebut memanfaatkan area atap untuk membudidayakan berbagai jenis sayuran dan buah-buahan.
Urban farming yang diharapkan akan mampu mengurangi volume sampah tang kian menumpuk.
Para ibu rumah tangga menilai kegiatan urban farming di Meruya Selatan dapat menambah keterampilan sekaligus membuka peluang usaha keluarga.
Kegiatan Urban Farming dan Aksi Bersih Lingkungan di Kanal Banjir Timur
BRInita merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan BRI Peduli yang berfokus pada tiga pilar utama: pendidikan, pemberdayaan UMKM, dan pelestarian lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved