Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Departemen Hubungan Internasional FISIP Universitas Indonesia dan Pukyong National University (PKNU) Korea Selatan melakukan kegiatan kolaboratif antarmahasiswa dalam mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung pada 27-28 Januari 2024 itu sejalan dengan agenda global Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dalam tujuan meningkatkan kontribusi pemuda terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 2030.
Dekan FISIP UI Semiarto Aji Purwanto mengatakan kaum muda khususnya mahasiswa diharapkan bisa terus berkolaborasi dalam mempromosikan isu pembangunan berkelanjutan. Upaya mengatasi kondisi krisis lingkungan yang sudah banyak terjadi di berbagai belahan dunia memerlukan partisipasi masyarakat luas.
“Krisis lingkungan, khususnya dari krisis air, tidak sekadar kualitas melainkan juga bagaimana masyarakat mempersepsikan isu tersebut,” kata Aji dalam keterangan persnya, Senin.
Baca juga: Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah Luncurkan Program Gerakan Literasi Hijau di SMP At-Tin UMP
Ia menyebutkan, isu lingkungan sangat penting bagi kemajuan Indonesia. Lingkungan yang berkelanjutan akan terus mengoptimalkan peluang besar bagi kolaborasi Universitas di Korea dengan UI yang lebih luas. Selain itu, partisipasi dan interaksi positif antara mahasiswa Korea dan Indonesia terjalin dalam pembahasan isu mendesak seperti krisis air bersih dan polusi udara yang marak di daerah perkotaan.
“Diharapkan isu-isu tersebut dapat dieksplorasi lebih lanjut melalui kegiatan ini,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Delegasi PKNU Kim Jong Oh mengatakan kegiatan itu sangat penting untuk mendorong mahasiswa menyebarkan semangat perdamaian PBB yang merupakan esensi dari kegiatan relawan untuk pembangunan berkelanjutan.
Baca juga: Mantan Ketua Alumni ITB Kritisii Rektor yang Serukan Mahasiswa Gunakan Pinjol
Dalam acara tersebut, sebanyak 40 mahasiswa PKNU dan FISIP UI melakukan sejumlah rangkaian kegiatan seperti tanam pohon bersama dan pemutaran film dokumenter mengenaiupaya masyarakat adat mendapatkan hak atas lahan. Selain itu, digelar pula mini talk-show dalam bentuk nyanyian interaktif SDGs yang memudahkan ingatan masyarakat.
Mahasiswa PKNU dan FISIP UI melanjutkan kegiatan dengan serangkaian diskusi dan presentasi kelompok dari hari pertama dan kedua dengan target menghasilkan poster akademik serta melakukan simulasi sidang PBB membahas isu krisis air dan polusi udara. Sesi mini seminar hari kedua menghadirkan panelis Liska Dharma Kusuma dan Radhe Ayu, tim SDGs Academy Indonesia. Mereka memaparkan secara komprehensif capaian dan tantangan implementasi SDGs Indonesia serta bagaimana pemuda sangat berperan penting di dalam proses tersebut.
Dalam sambutan penutupnya, Wakil Dekan FISIP UI Nurul Isnaeni berharap para mahasiswa mengambil peran aktif dan nyata dalam penanganan isu lingkungan yang saat ini sudah menjadi persoalan global. (Z-11)
BAYANGKAN sebuah tsunami menghantam pulau tak berpenghuni di salah satu gugus kepulauan Indonesia, menyapu bersih pohon dan berbagai habitat.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Seluruh inisiatif lembaga sepanjang satu tahun terakhir telah diselaraskan dengan 17 Program Prioritas Nasional.
PRAKTISI ekologi dari Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI), Maria Ratnaningsih menyoroti arah kebijakan pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari prinsip keberlanjutan.
Corporate Forum for Community Development (CFCD) menggelar Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 Tahun 2025.
BUPATI Mimika, Johannes Rettob, menerima piagam penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
Filantropi berperan penting memperkuat UMK dan ekonomi rakyat lewat pendanaan, pendampingan, dan kolaborasi demi pembangunan berkelanjutan dan inklusif.
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Corporate Forum for Community Development (CFCD) menggelar Penganugerahan Indonesia CSR Award (ICA) ke-12 dan Indonesia SDGs Award (ISDA) ke-10 Tahun 2025.
UMJ mewisuda 1.558 lulusan pada Periode II Tahun 2025, menegaskan komitmen pendidikan inklusif, riset berbasis SDGs, dan kesiapan menghadapi transformasi digital.
Melalui penghargaan ini, komitmen Sido Muncul dalam memperkuat praktik pembangunan berkelanjutan di lingkungan perusahaan semakin tidak bisa terbantahkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved