Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEMANGAT Sumpah Pemuda momentum bagi generasi penerus bangsa untuk menggalang persatuan dalam proses pembangunan menuju Indonesia yang lebih baik.
"Di tengah semakin beragamnya tantangan yang kita hadapi saat ini dibutuhkan banyak kreativitas dan energi untuk menjawab tantangan itu. Potensi para pemuda untuk berperan aktif dalam proses pembangunan sangat besar," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (27/10), saat menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-95 pada 28 Oktober.
Menurut Lestari, peringatan tahun ini yang mengusung tema Bersama Majukan Bangsa memberi makna agar para pemuda generasi penerus bangsa mampu mewujudkan persatuan dalam upaya membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Diakui Rerie, sapaan akrab Lestari, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2022 terdapat sekitar 65,82 juta jiwa atau hampir seperempat (24,00%) penduduk Indonesia berada di kelompok umur antara 16-30 tahun yang dikategorikan sebagai pemuda.
Baca juga: Dorong Pelibatan Aktif Legislator dalam Proses Perbaikan Tata Kelola Candi Borobudur
Jumlah pemuda yang cukup signifikan itu, ujar Rerie yang juga anggota Komisi X DPR, harus mampu menjadi energi dari pembangunan yang dapat membuat Indonesia bertransformasi menjadi negara maju dan sejahtera. Menurut Rerie, berbagai upaya dalam bentuk kebijakan, sistem pendidikan, dan sejumlah langkah yang mendorong para pemuda agar mampu mengembangkan kreativitas dan kemampuannya harus terus diwujudkan, sehingga bangsa Indonesia mampu menjawab berbagai tantangan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap para pemangku kepentingan mampu mempersiapkan generasi penerus mengeluarkan potensi yang mereka miliki dan terlibat aktif dalam proses pembangunan negeri menuju arah yang lebih baik. Selain itu, tegas Rerie, penanaman nilai-nilai kebangsaan kepada para pemuda juga harus dilakukan sejak dini, agar kemampuan dan kreativitas yang dimiliki generasi muda bisa bermanfaat untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang berkarakter kuat dan tangguh menghadapi tantangan di masa depan. (Z-2)
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
BANGUN kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi ancaman penyebaran virus Nipah di tanah air.
Aspek inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan nasional.
DORONG upaya pencegahan pekerja anak di tanah air secara konsisten dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan didukung sejumlah pihak terkait.
SETIAP 28 Oktober 1928, para pemuda dari berbagai penjuru Nusantara berikrar untuk bersatu: Satu Nusa, Satu Bangsa, dan Satu Bahasa, Indonesia.
Dulu perjuangan dilakukan dengan bambu runcing dan pena, kini perjuangan itu menuntut transformasi ekonomi, kemandirian finansial, dan keadilan sosial.
Menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini menjadi langkah penting dalam membangun generasi muda yang peduli dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan kembali pentingnya pemulihan kawasan Puncak sebagai hulu DAS Ciliwung yang menopang kehidupan di wilayah hilir.
Momentum ini menjadi titik temu antara penegakan hukum, pelestarian lingkungan, tanpa melupakan sisi anugerah alam yang bisa dijadikan sumber mata pencaharian masyarakat.
Dalam sejarah, Sumpah Pemuda 1928 dapat dibaca sebagai upaya membangun imajinasi kolektif di bawah kondisi keterpecahan dan penindasan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved