Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Indonesia juga berdampak pada kawasan konservasi. Dikatakan Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), kejadian karhutla di wilayah konservasi tahun ini meningkat dibanding 2022.
Pada periode Januari sampai Agustus 2023, terjadi karhutla di hutan konservasi seluas 24.212 hektare dan hutan lindung seluas 16.464 hektare. Pada periode yang sama di tahun 2022, karhutla yang terjadi di kawasan konservasi seluas 12.801 hektare sementara hutan lindung seluas 11.726 hektare.
“Jika dibandingkan mengalami kenaikan karena adanya el nino yang berdampak pada peningkatan pada tahun 2023. Namun jika dibandingkan dengan kondisi yang sama dengan dampak el nino pada tahun 2019 masih lebih jauh menurun,” kata Thomas saat dihubungi, Rabu (4/10).
Baca juga: KLHK Pantau Langsung Penanganan Darurat Karhutla Kalsel-Kalteng
Adapun, tahun ini karhutla di hutan konservasi paling luas terjadi di wilayah NTB, Lampung, Sulawesi Tenggara, dan Nusa Tenggara Timur. Sementara karhutla di hutan lindung paling banyak terjadi di NTT, Kalimantan Barat, Papua Selatan dan Kalimantan Tengah.
Thomas menyebut, karhutla yang terjadi di kawasan konservasi maupun di luar konservasi disebabkan oleh faktor kesengajaan dan kelalaian. Ditambah lagi dengan kemarau yang membuat keringnya vegetasi.
“Aktivitas manusia yang kurang terkendali seperti penggunaan api pada aktivitas pertanian dan penyediaan pakan ternak di sekitar kawasan konservasi, membakar untuk kesenangan seperti kasus prewedding, aktivitas pendakian dan aktivitas outdoor lainnya menyebabkan karhutla,” ucap dia.
Baca juga: Karhutla di Gunung Lawu Sulit Dipadamkan, Fokus ke Penyelamatan Sumber Air
Untuk menangani karhutla di kawasan konservasi, dilakukan pemadaman bersama antara Brigdalkarhut Balai Taman Nasional/ Balai KSDA , TNI, Polri, BPBD, dan sukarelawan masyarakat.
Sementara untuk aksi pencegahan di kawasan konservasi dilakukan dengan melaksanakan sosialisasi patroli pencegahan serta memetakan wilayah rawan kebakaran untuk ditangani.
“Selain itu pengelolaan kawasan hutan dengan membuat ilaran, sekat bakar, sekat kanal, pengembangan hutan kemasyarakatan dan pengembangan sistem peringatan dini kebakaran hutan,” beber dia.
Di samping itu dilakukan pula pelatihan penanggulangan bencana bagi masyarakat dan pengembangan inovasi pengendalian karhutla kebakaran hutan.
(Z-9)
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Patroli pencegahan telah mulai digencarkan, khususnya di Provinsi Riau, untuk mengantisipasi peningkatan kerawanan karhutla.
Berdasarkan evaluasi nasional, luas karhutla sepanjang 2025 tercatat sekitar 359 ribu hektare atau 0,19 persen dari total daratan Indonesia.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
MEMASUKI pekan terakhir bulan Agustus 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah peristiwa bencana hingga Selasa (26/8) pukul 07.00 WIB.
Kebakaran melanda Arthur’s Seat, bukit ikonik di Edinburgh, Skotlandia. Api cepat menjalar di Holyrood Park, memaksa evakuasi warga dan wisatawan.
Dari 11 daerah tersebut, total luasan Karhutla sebanyak 1.041,74 Hektare (Ha).
PTPN IV PalmCo memperkuat mitigasi Karhutla 2026 melalui kolaborasi dengan TNI-Polri dan pemantauan digital berbasis AI ARFINA.
UPAYA pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus dilakukan secara intensif.
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved