Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
RUMUS Slovin adalah rumus statistik yang digunakan untuk menghitung jumlah sampel yang dibutuhkan dalam penelitian berdasarkan populasi yang ada. Rumus ini digunakan dalam penelitian survei dan pemilihan sampel untuk memastikan bahwa sampel yang diambil mewakili populasi secara umum.
Rumus Slovin digunakan untuk menghindari kesalahan pengambilan sampel yang mungkin terjadi jika sampel terlalu kecil atau terlalu besar. Berikut notasi Rumus Slovin untuk menghitung sampel penelitian.
.jpg)
Dok. Sampoerna.com.
Keterangan:
n = sampel minimum
N – sampel populasi
e = persentase batas toleransi (margin of error)
Baca juga: Mengenal Sudut Istimewa Trigonometri dan Contoh Soal
Dengan menggunakan rumus ini, Anda dapat menghitung jumlah sampel yang diperlukan untuk penelitian Anda dengan memasukkan nilai N (jumlah populasi) dan e (tingkat kesalahan yang dapat diterima). Jumlah sampel yang dihasilkan oleh rumus ini akan membantu Anda membuat keputusan tentang ukuran sampel yang tepat untuk penelitian Anda.
Yang perlu menjadi catatan ialah besaran dari margin of error harus dalam bentuk persentase, bukan bilangan bulat atau pecahan.
Rumus slovin digunakan ketika peneliti tidak tahu besaran proporsi populasi yang ideal untuk mewakili. Sebenarnya proporsi ini bisa diketahui melalui perkiraan dari para ahli. Akan tetapi tidak selamanya proporsi tersebut tersedia. Itulah alasan rumus slovin dibutuhkan.
Baca juga: Perbedaan Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Nanti, ketika rumus slovin diterapkan, peneliti akan mengetahui besaran dari proporsi populasi. Proporsi tersebut adalah besaran varian yang paling tinggi. Rumus slovin menjadi salah satu pilihan karena caranya yang lebih sederhana dan cenderung mudah untuk diterapkan.
1. Seorang peneliti ingin mencari sampel dari 1.000 orang di Kecamatan Sidoarjo. Penelitian itu memiliki margin of error sebesar 0,05. Karenanya, tentukan sampel minimal dari warga Kecamatan Sidoarjo.
Diketahui:
N = 1.000 orang
e = 0,05 = 5%
n = N/(1 + N x e²)
n = 1.000 / (1 + (1.000 x 0,05²))
n = 1.000 / 1 + (1.000 x 0,0025)
n = 1.000 / 1 + 2,5
n = 1.000 / 3,5
n = 285,7142
Jadi, sampel minimal yang bisa dipilih untuk penelitian dengan populasi sebesar 1.000 dan margin of error 5% sebanyak 286 orang.
2. Seorang peneliti ingin mencari jumlah sampel dari 2.000 orang di suatu daerah. Jika akurasi dari penelitian itu sebesar 98%, berapa jumlah minimum sampel yang bisa diambil?
Diketahui:
Akurasi = 98%
Margin of error = 100-98 = 2%
N = 2.000
e = 2% = 0,02
n = ?
Jawab:
n = N/(1 + N x e²)
n = 2.000 / (1 + (1.000 x 0,02²))
n = 1.000 / 1 + (1.000 x 0,0004)
n = 1.000 / 1 + 0,4
n = 1.000 / 1,4
n = 714,285
Jadi, jumlah sampel dari populasi 2.000 orang dengan akurasi 98% sebanyak 715 orang.
Itulah penjelasan tentang rumus slovin dan yang terkait. Selamat belajar. (Z-2)
Kupas tuntas mata kuliah statistika 2026: dari materi dasar, software populer seperti R & Python, hingga tips jitu meraih nilai A untuk mahasiswa.
Kumpulan rumus matematika SMP kelas 7-9 terlengkap. Aljabar, Phytagoras, hingga Peluang dengan trik cepat pengerjaan soal ujian.
Rangkuman rumus matematika SD kelas 1-6 terlengkap. Luas, keliling, volume, hingga statistik beserta contoh soal dan pembahasan mudah.
Daftar lengkap rumus matematika SMA kelas 10-12 beserta contoh soal dan pembahasan. Solusi praktis belajar mandiri untuk ujian sekolah dan UTBK SNBT.
Pelajari rumus Pythagoras lengkap dengan pengertian, daftar triple Pythagoras, dan contoh soal pembahasan untuk mempermudah belajar matematika Anda.
Pahami materi trigonometri lengkap mulai dari rumus dasar sin cos tan, tabel sudut istimewa, hingga contoh soal dan pembahasan untuk siswa dan mahasiswa.
Ruang lingkup kerja sama antara lain mencakup pelaksanaan penelitian bersama dalam bidang lingkungan hidup dan transisi energi serta program pemagangan bagi mahasiswa Teknik Lingkungan ITY.
Reaksi emosional selama ini kerap dianggap persoalan selera pribadi, dipengaruhi oleh DNA masing-masing individu merespons karya seni.
Para ilmuwan dari Johns Hopkins University, Amerika Serikat, berhasil mendemonstrasikan bahwa kera besar memiliki kapasitas kognitif untuk "bermain pura-pura" (play pretend).
STUDI dari Spanyol melakukan sebuah penelitian untuk mencoba membantu diagnosis penyakit Alzheimer pada usia 50 tahun. Percobaan itu dilakukan dengan melakukan tes darah.
AHLI biologi dari Hebei University, Tiongkok, Ming Li bersama rekan-rekannya melakukan penelitian dan menemukan bahwa rambut bisa mendeteksi Parkinson
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved