Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
DI tengah tren parenting yang terus berevolusi dan pengaruh sosial media yang eksponensial, sebuah buku baru berjudul Induk Macan hadir untuk memberikan perspektif baru tentang parenting yang sejalan dengan budaya Indonesia.
Sang penulis, Krista Endinda, terinspirasi dari pengamatannya terhadap tren yang terjadi pada pola pengasuhan anak di Indonesia.
Dinda, demikian sang penulis akrab disapa, ingin memberikan panduan bagi orangtua Indonesia yang ingin menggabungkan yang terbaik dari kedua dunia - membesarkan anak yang tetap menghargai tradisi budaya Timur dan di satu sisi juga mengambil esensi penting dari gaya parenting Barat.
Baca juga: AHY Luncurkan Buku Tetralogi Transformasi AHY
"Saya ingin meluruskan persepsi yang akhir-akhir ini umum bahwa mengadopsi gaya parenting Barat akan menjadikan kita sebagai orangtua yang lebih baik," ungkap Dinda.
“Sebagai orangtua, kita harus lebih mawas diri dan berpikir lebih jauh, karena umumnya di sini menganggap tren budaya Barat lebih superior sehingga otomatis dijadikan patokan. Padahal, ikut-ikutan budaya Barat tanpa menyaring dahulu berpotensi menimbulkan konflik pada diri kita yang berbudaya Timur. Lewat Induk Macan, saya ingin mengajak orangtua Indonesia untuk membina hubungan harmonis dengan anak-anak sambil tetap berakar pada identitas budaya mereka," lanjutnya.
Pesan utama dari buku ini adalah bagaimana kita sebagai orangtua yang berbudaya Timur tidak perlu melawan atau meninggalkan tradisi hanya karena paham baru di dunia parenting.
Baca juga: Insight Bookstore Tawarkan Konsep Baru dalam Penjualan Buku dan Alat Tulis
Misalnya, kebiasaan Timur yang memanggil orang yang lebih tua dengan sebutan bapak atau kebiasaan lain seperti “salim’ kepada yang lebih tua. Berlawanan dengan budaya Barat yang mungkin terbiasa dengan memanggil nama bahkan kepada yang lebih tua. Hal ini karena orang Timur sangat menjunjung tinggi hirarki sosial dan jika orangtua menanamkan anak dengan budaya Barat yang jelas berlawanan tentu akan terjadi clash, yang tentunya dibahas lebih jauh di buku Induk Macan.
Kebutuhan akan Induk Macan jelas terlihat ketika orangtua Indonesia sering kali berjuang dengan penafsiran yang keliru tentang praktik gentle parenting yang mereka temui melalui media sosial.
Penafsiran yang keliru ini tanpa disadari dapat mengarah pada pengadopsian gaya parenting yang tidak sesuai dengan norma budaya. Hal ini yang diperjuangkan Dinda dalam buku Induk Macan agar orangtua di Indonesia merasa lebih tenang dan tidak perlu khawatir melakukan kesalahan.
Induk Macan memberikan pandangan parenting yang modern karena memperjuangkan perpaduan wawasan parenting global dan kebijaksanaan lokal. Sebagai pengingat bahwa merangkul identitas budaya Timur tetap dapat meningkatkan kualitas pengasuhan, memupuk ketahanan budaya, dan memupuk ikatan yang kuat antara orangtua dan anak.
Saat ini buku Induk Macan sudah beredar di Indonesia dan dapat dibeli di toko buku online Sarang Aksara di marketplace terkemuka di Indonesia.
Selama masa promo, dari 20 hingga 31 Agustus, buku Induk Macan bisa diperoleh dengan harga Rp75 ribu (harga normal 95 ribu rupiah). (RO/Z-1)
Psikolog Sani B. Hermawan bagikan tips bangun kualitas kebersamaan orang tua & anak. Cukup 15 menit berkualitas untuk perkuat emotional attachment. Cek di sini!
Bingung mencari kegiatan anak saat hujan? Data terbaru Yelp menunjukkan lonjakan drastis pencarian tempat bermain indoor dan wisata edukasi STEAM.
Riset terbaru mengungkap 16% balita masih mengalami gejala gegar otak setahun setelah cedera.
GAYA parenting Nikita Willy kerap menarik perhatian publik, terutama sejak ia menjalani peran sebagai ibu dari dua anak. Di tengah kesibukannya sebagai figur publik,
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
Hati-hati, istilah 'Good Boy' kini punya makna negatif di kalangan remaja. Simak bagaimana tren TikTok ini menjadi bentuk perundungan baru di sekolah.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved