Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DISABILITAS tunadaksa PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) bekerja sama dengan organisasi masyarakat dan sosial, Visi Maha Karya, menggelar program bertajuk Difabelpreneur.
Program berupa pelatihan kewirausahaan membuat aneka makanan dan minuman kekinian bagi 38 penyandang disabilitas tunadaksa itu digelar di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta, Kamis (22/6).
Baca juga: Untidar dan Kominfo Gelar Pelatihan Digital Entrepeneurship Academy
Deputi General Manager Keuangan dan SDM Pelindo Regional II Sunda Kelapa Wijinowo mengatakan Pelindo memiliki perhatian dan kepedulian pada peningkatan kapasitas penyandang disabilitas terutama dalam hal kewirausahaan.
“Dengan pelatihan, pendampingan, dan monitoring selama 3 bulan ke depan ini, kami harap para peserta pelatihan antusias dan gigih dalam menjalankan usaha mereka sehingga dapat mandiri secara perekonomian,” ungkap Wijinowo dalam keterangannya, Jumat (23/6).
Selain itu, kewirausahaan dengan memproduksi dan menjual aneka makanan serta minuman yang dapat dibuat sendiri dari rumah dinilai menjadi solusi relevan bagi penyandang disabilitas guna mendapatkan sumber penghasilan.
Kegiatan Difabelpreneur kali ini menggelar tiga kelas keahlian/hard skills yakni berupa pembuatan aneka frozen food, aneka pempek, serta aneka minuman kekinian.
Baca juga: USG Education Terus Tumbuhkan Wirausaha Sosial Generasi Muda
Namun, sebelum memulai kegiatan kelas keahlian, peserta pelatihan yang diikuti 38 penyandang disabilitas tunadaksa dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Banten ini mengikuti kelas motivasi terlebih dahulu.
"Pada sesi tersebut, peserta dipersiapkan mental serta dibuka wawasan dan pemahamannya mengenai dunia kewirausahaan," tutup Wijinowo.
Amin, 20, salah satu peserta pelatihan dari Bogor, mengatakan sangat senang dan bersyukur dapat mengikuti program pelatihan ini.
“Semoga pelatihan ini jadi wasilah bagi saya untuk memiliki sumber penghasilan sendiri. Terima kasih atas perhatian Pelindo dan Visi Maha Karya dalam menggelar pelatihan ini," ujar Amin. (RO/S-2)
Kampus didorong untuk menggeser orientasi dari sekadar mencetak pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI meresmikan ZCorner di Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai pusat pemberdayaan UMKM.
Keberhasilan ini signifikan karena menjadikan Cakap satu-satunya perusahaan di sektor pendidikan yang mendapat pengakuan di antara jajaran elit entrepreneur Indonesia.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
KOMUNITAS Tong Baronda sukses menyelenggarakan Workshop Entrepreneur bertajuk "Papua Gear Up" pada 29 September–2 Oktober 2025 di Cibubur, Jakarta.
Studentpreneur dan Pelaku Usaha Pariwisata berfokus pada teknologi, sosial, dan inovasi.
Fokus utama KND bukan sekadar pada perolehan medali, melainkan memastikan negara hadir dalam memberikan hak yang setara bagi atlet disabilitas.
Lestari Moerdijat mengatakan pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus (ABK) dan disabilitas harus terus digencarkan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.
Kisah Grisna Anggadwita menunjukkan bagaimana pemberdayaan dan pendekatan manusiawi membuka peluang ekonomi inklusif.
Sejumlah pekerjaan rumah dalam pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas di tanah air harus dituntaskan.
Kegiatan ini lahir sebagai respons atas masih adanya kesenjangan antara potensi penyandang disabilitas dengan realitas praktik rekrutmen di dunia kerja.
Upaya penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan hak penyandang disabilitas membutuhkan kolaborasi nyata antara negara dan masyarakat sipil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved