Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pengawasan (Timwas) Haji DPR RI menyampaikan sejumlah catatan tentang penyelenggaraan haji sejauh ini, khususnya di Daerah Kerja (Daker) Madinah. Catatan-catatan itu didiskusikan dalam pertemuan dengan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daker Madinah dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad.
Ketua Timwas Haji DPR RI Ashabul Kahfi mengatakan ada empat poin yang mereka diskusikan. Poin-poin tersebut menyangkut bidang layanan pemondokan, katering, transportasi, dan layanan kesehatan.
"Dari empat poin ini memang ada beberapa catatan dan kami sudah sampaikan tadi dan saling memahami, saling mengakui bahwa memang ada beberapa hal yang perlu kita perbaiki ke depan," tutur Ashabul seusai pertemuan di Kantor Daker Madinah, Kamis (22/6).
Baca juga: Jelang Puncak Haji, PPIH Dirikan Pos Kesehatan Utama dan Satelit di Armina
Salah satu yang menjadi catatan adalah jumlah tenaga medis yang terbatas serta ketersediaan obat-obatan yang tidak lengkap.
Namun, menurutnya, secara umum pelayanan dalam penyelenggaraan haji sejauh ini tergolong bagus. Pihaknya masih akan terus mengawasi hingga akhir penyelenggaraan.
Baca juga: Jumat Terakhir Jelang Idul Adha, Jemaah Haji Diimbau Salat di Masjid Terdekat
Timwas, kata Ashabul, berharap ada perbaikan berdasarkan catatan yang disampaikan ke PPIH tersebut. Ia juga mengingatkan bahwa Daker Madinah masih akan menerima gelombang kedua jemaah haji yang akan masuk untuk melakukan ibadah arbain atau salat wajib berjemaah di Masjid Nabawi sebanyak 40 waktu.
"Tentu kita harapkan evaluasi ini ada perbaikan, baik dari sisi katering, transportasi, pemondokan, kesehatan. Empat poin itu ada perbaikan lah," tandas Ashabul.
Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Arab Saudi Abdul Aziz Ahmad menyambut baik catatan yang disampaikan Timwas DPR.
Dalam pertemuan juga dibahas catatan tentang kebijakan penyediaan sarapan dengan nasi. DPR sempat mengusulkan makan untuk jemaah haji hanya disediakan dua kali sehari tanpa sarapan.
Namun, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas memandang sarapan perlu disediakan. Semula sarapan itu direncanakan dalam bentuk roti. Kementerian Agama kemudian berinisiatif mengganti roti dengan menu nasi.
"Walaupun istilahnya kalau dalam bahasa Jogja itu nasi kucing. Itu penting karena kita kan kalau enggak makan nasi kan belum makan," ujar Abdul Aziz.
Padanan nasi kucing karena menu sarapan untuk jemaah haji tersebut lebih sederhana ketimbang makan siang dan makan malam. Menurut Abdul Aziz kebijakan mengganti roti dengan nasi juga mendapat dukungan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (Z-11)
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj menilai persiapan penyelenggaraan ibadah haji yang dilakukan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) masih berada di jalur yang tepat.
Kiat aman menunda haid dengan obat hormon bagi calon jamaah haji perempuan agar ibadah lancar, sesuai anjuran dokter spesialis.
Menjelang eberangkatan ibadah haji yang dijadwalkan pada April mendatang, para jemaah yang telah melunasi biaya haji dan dinyatakan sehat diimbau untuk mulai menerapkan pola hidup sehat
KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan adanya peningkatan layanan bagi jemaah haji di khususnya saat layanan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada pelaksanaan haji 2026.
MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta diklat calon Petugas Haji 2026.
CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1).
SEBANYAK 18 orang anggota keluarga dari tiga generasi termasuk dalam rombongan bus umrah yang terbakar dan terlibat kecelakaan di Madinah, Arab Saudi.
SEBANYAK 45 warga Muslim India meninggal dan satu orang dilaporkan selamat setelah bus umrah terbakar di Madinah, Arab Saudi
BUS yang membawa rombongan jemaah umrah asal India mengalami kecelakaan fatal setelah bertabrakan dengan truk tangki di kawasan dekat Madinah, Arab Saudi.
Jelang fase pemberangkatan ke Madinah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meminta jemaah dari Kloter SOC 68 (Kulon Progo) untuk menjaga stamina
Dua jemaah yang meninggal berasal dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten CIamis.
SELAIN viral video jemaah haji yang menarik koper sendiri, video lain yang memperlihatkan sembilan jemaah yang berada di hotel 210 masih berihram juga ikut ramai di media sosial.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved