Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan ada sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan hingga 23 Juni 2023. Wilayah itu ialah Aceh, Sumatra Utara, Riau, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur
"Untuk itu diperlukan upaya pencegahan seperti pembasahan lahan baik dari tanah maupun TMC," kata Deputi Bidang Klimatologi BMKG Guswanto, Senin (19/6).
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dari Januari hingga 1 Juni 2023, terdapat 112 kejadian karhutla di Indonesia, meliputi wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Bangka Belitung, Sumatra Selatan, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT, NTB dan Bali.
Baca juga :Kalbar Siapkan Strategi Baru Cegah Karhutla
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Laksmi Dhewanthi mengungkapkan, pihaknya telah menyusun serangkaian upaya untuk mencegah kejadian karhutla di tahun ini.
"Jadi dalam rapat koordinasi nasonal, beberapa upaya yang kita lakukan untuk mencegah karhutla ialah melakukan pemantauan data-data hotspot, groundcheck dan pemadanaman darat maupun udara. Kita terus lakukan sejak awal tahun secara terus-menerus," beber dia.
Baca juga : Karhutla Landa Tiga Lokasi di Wilayah Pekanbaru
Ia menyatakan, ada beberapa provinsi yang menjadi prioritas untuk pemantauan, di antaranya Kalimantan, Sumatra dan Riau yang memiliki lahan gambut luas. Pemantauan itu dilakukan secara real time menggunakan data satelit agar bisa dilakukan antisipasi secepat mungkin saat terjadi kebakaran.
Selain itu, beberapa solusi permanen yang juga dilakukan di antaranya ialah early warning system, pengendalian operasional dan pengelolaan landscape.
"Selain itu kita juga terus melakukan langkah penegakan hukum yang merupakan bagian dari soslusi permanen," imbuh dia.
Solusi tersebut telah membuahkan hasil, mulai dari turunnya angka karhutla dari tahun ke tahun, hingga tidak ada lagi asap lintas batas yang disebabkan oleh karhutla.
"Jadi dari tahun 2015 menurun terus asap lintas batas, dari yang tadinya 2 bulan, ke 2 minggu di tahun 2016 lalu 2017 hanya 2 hari. Dan 2018 tidak ada sama sekali, dan 2019 kita mengalami hanya 2 jam, dan 2020 sampai 2022 tidak terdeteksi sama sekali," ucap dia. (Z-5)
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta hari ini, Rabu 11 Februari 2026, akan diguyur hujan ringan pada siang hari secara merata. Simak rincian lengkapnya.
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
BMKG memprakirakan hujan masih akan mendominasi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia pada periode 10–12 Februari 2026, masyarakat diminta waspada hujan lebat
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca Jakarta hari ini, 10 Februari 2026. Seluruh wilayah diprediksi hujan lebat hingga sedang sejak pagi hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved