Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH kamu momen inersia dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari? Misalnya, roda-roda sepeda yang berputar sebenarnya turut membantu pengendara agar sepeda tetap berdiri tegak. Hal tersebut dapat terjadi karena roda-roda sepeda itu cenderung tetap berputar pada bidang yang sama, sehingga membuat sepeda lebih mudah dikendarai.
Sebagaimana diketahui, momen inersia bergantung pada kandungan zat di dalamnya atau massa benda dan posisi massa tersebut ke sumbu putarnya. Maka dari itu, apabila posisi massa benda ke pusat rotasinya semakin jauh, semakin besar pula momen inersia yang terjadi pada benda tersebut.
Dikutip dari Buku Pintar Fisika (2008), momen inersia adalah besaran yang menunjukkan ukuran kelembaman atau kecenderungan suatu benda dalam mempertahankan keadaannya terhadap gerak rotasi. Beberapa faktor yang memengaruhi inersia atau kelembaman yaitu massa, bentuk benda, letak titik putar, dan jarak dari titik putar.
Baca juga: Mengenal Gerak Semu Harian Matahari dan Dampaknya
Besaran inersia suatu benda merupakan hasil dari perkalian antara massa benda (m) dan kuadrat jarak (r2) ke sumbu putarnya. Dalam hukum Newton I dijelaskan bahwa benda bergerak akan cenderung bergerak, benda diam cenderung diam, dan kecenderungan tetap bertahan ini disebut inersia. Jadi semakin besar inersia dari suatu benda, benda tersebut akan semakin sulit untuk bergerak.
Momen inersia dilambangkan dengan I mempunyai titik partikel yaitu massa (m) yang melakukan gerak rotasi pada sumbu sejauh jari-jari (r). Jadi, momen inersia dapat diartikan sebagai hasil kali massa suatu partikel dengan kuadrat jari-jari dari sumbu. Secara matematis, momen inersia dapat dituliskan:
Baca juga: Rumus Luas dan Keliling Lingkaran Serta Contoh Soalnya
I= m x r²
Keterangan:
m = massa partikel (kg)
r = jari-jari ke sumbu putar (m)
I = momen inersia benda (kg.m²)
Jika terdapat banyak partikel dengan massa (m) dan memiliki jarak (r) dari poros putar, jumlah total momen inersianya ialah jumlah aljabar dari masing-masing momen inersia partikel. Ada pun bentuk rumusnya sebagai berikut:
I = ∑ m x r²
I = m1r1² + m2r2² + m3r3² + ... + mnrn²
Keterangan:
m1 = massa partikel ke-1;
m2 = massa partikel ke-2;
m3 = massa partikel ke-3;
mn = massa partikel ke-n;
r1 = jarak partikel ke-1 ke sumbu rotasi;
r2 = jarak partikel ke-2 ke sumbu rotasi;
r3 = jarak partikel ke-3 ke sumbu rotasi;
rn = jarak partikel ke-n ke sumbu rotasi; dan
I = momen inersia benda tegar.
Rumus momen inersia jenis ini bergantung pada letak porosnya, yakni tengah dan ujung. Berikut rumus momen inersia batang homogen dengan poros yang berada di tengah.
I = 1/12 mL²
Keterangan:
m = massa batang silinder
L = panjang batang silinder
Berikut rumus momen inersia batang homogen dengan poros di ujung.
I = 1/3 mL²
Keterangan:
m = massa batang silinder
L = panjang batang silinder
Berikut rumus momen inersia bola berongga dengan poros yang berada di pusat.
I = 2/3 mr²
Keterangan:
m = massa batang silinder
r = jari-jari silinder atau cincin
Berikut rumus momen inersia silinder berongga dengan poros yang berada di sumbunya.
I = m.r²
Keterangan:
m = massa batang silinder
r = jari-jari silinder atau cincin
Pada titik-titik sudut sebuah segitiga siku-siku dengan panjang sisi 3 cm, 4 cm, dan 5 cm, ditempatkan titik materi dengan massa m₁ = 5 gram, m₂ = 10 gram, dan m = 20 gram. Tentukanlah momen inersia titik-titik materi tersebut jika:
a. sumbu rotasi melalui titik A dan tegak lurus bidang segitiga ABC.
b. sumbu rotasi melalui garis AC.
Jawab:
a. Sumbu putar melalui titik A dan tegak lurus dengan segitiga ABC.
Diketahui:
Jarak m ke titik A = 3 cm, sebagai rB.
Jarak m ke titik A = 4 cm, sebagai rC.
Ada pun rA = 0 cm
Oleh karena sumbu putar melalui titik A, maka:
I = (m x rA) + (m x rB) + (m x rC)
= (5g x 0cm)² + (10g x 3cm)² + (20g x 4cm)²
= (0 + 90 + 320)gcm²
= 410 gcm².
b. sumbu rotasi melalui garis AC.
Diketahui:
Jarak mB ke titik A = 3cm, sebagai rB.
Jarak rA = rC = 0
Momen inersia hanya terdapat pada mB, maka:
I = (mA x rA)² + (mB x rB)² + (mC x rC)²
= 0 + 10 g + 3 cm² + 0
= 90 gcm²
(Z-2)
Pelajari materi usaha dan energi fisika SMA secara mendalam. Lengkap dengan rumus, konsep energi kinetik & potensial, serta latihan soal praktis.
Panduan lengkap Gerak Melingkar Fisika SMA: Rumus GMB & GMBB, frekuensi, periode, percepatan sentripetal, hingga hubungan roda-roda disertai contoh soal.
Pelajari konsep Dinamika Fisika SMA secara lengkap. Mulai dari Hukum Newton, jenis-jenis gaya, hingga contoh soal dan pembahasan terbaru tahun 2026.
Kuasai materi kinematika SMA dengan mudah! Pelajari rumus GLB, GLBB, gerak vertikal, serta contoh soal dan pembahasan lengkap untuk persiapan ujian 2026.
Cara mudah memahami besaran pokok, turunan, dan dimensi Fisika SMA. Dilengkapi tabel terbaru dan trik analisis dimensi untuk persiapan ujian 2026.
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Komet bernama 41P/Tuttle-Giacobini-Kresak dilaporkan mengalami perlambatan rotasi ekstrem hingga diduga berhenti total, sebelum akhirnya berbalik arah setelah mendekati Matahari.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Panduan Aman Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved