Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH kamu momen inersia dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari? Misalnya, roda-roda sepeda yang berputar sebenarnya turut membantu pengendara agar sepeda tetap berdiri tegak. Hal tersebut dapat terjadi karena roda-roda sepeda itu cenderung tetap berputar pada bidang yang sama, sehingga membuat sepeda lebih mudah dikendarai.
Sebagaimana diketahui, momen inersia bergantung pada kandungan zat di dalamnya atau massa benda dan posisi massa tersebut ke sumbu putarnya. Maka dari itu, apabila posisi massa benda ke pusat rotasinya semakin jauh, semakin besar pula momen inersia yang terjadi pada benda tersebut.
Dikutip dari Buku Pintar Fisika (2008), momen inersia adalah besaran yang menunjukkan ukuran kelembaman atau kecenderungan suatu benda dalam mempertahankan keadaannya terhadap gerak rotasi. Beberapa faktor yang memengaruhi inersia atau kelembaman yaitu massa, bentuk benda, letak titik putar, dan jarak dari titik putar.
Baca juga: Mengenal Gerak Semu Harian Matahari dan Dampaknya
Besaran inersia suatu benda merupakan hasil dari perkalian antara massa benda (m) dan kuadrat jarak (r2) ke sumbu putarnya. Dalam hukum Newton I dijelaskan bahwa benda bergerak akan cenderung bergerak, benda diam cenderung diam, dan kecenderungan tetap bertahan ini disebut inersia. Jadi semakin besar inersia dari suatu benda, benda tersebut akan semakin sulit untuk bergerak.
Momen inersia dilambangkan dengan I mempunyai titik partikel yaitu massa (m) yang melakukan gerak rotasi pada sumbu sejauh jari-jari (r). Jadi, momen inersia dapat diartikan sebagai hasil kali massa suatu partikel dengan kuadrat jari-jari dari sumbu. Secara matematis, momen inersia dapat dituliskan:
Baca juga: Rumus Luas dan Keliling Lingkaran Serta Contoh Soalnya
I= m x r²
Keterangan:
m = massa partikel (kg)
r = jari-jari ke sumbu putar (m)
I = momen inersia benda (kg.m²)
Jika terdapat banyak partikel dengan massa (m) dan memiliki jarak (r) dari poros putar, jumlah total momen inersianya ialah jumlah aljabar dari masing-masing momen inersia partikel. Ada pun bentuk rumusnya sebagai berikut:
I = ∑ m x r²
I = m1r1² + m2r2² + m3r3² + ... + mnrn²
Keterangan:
m1 = massa partikel ke-1;
m2 = massa partikel ke-2;
m3 = massa partikel ke-3;
mn = massa partikel ke-n;
r1 = jarak partikel ke-1 ke sumbu rotasi;
r2 = jarak partikel ke-2 ke sumbu rotasi;
r3 = jarak partikel ke-3 ke sumbu rotasi;
rn = jarak partikel ke-n ke sumbu rotasi; dan
I = momen inersia benda tegar.
Rumus momen inersia jenis ini bergantung pada letak porosnya, yakni tengah dan ujung. Berikut rumus momen inersia batang homogen dengan poros yang berada di tengah.
I = 1/12 mL²
Keterangan:
m = massa batang silinder
L = panjang batang silinder
Berikut rumus momen inersia batang homogen dengan poros di ujung.
I = 1/3 mL²
Keterangan:
m = massa batang silinder
L = panjang batang silinder
Berikut rumus momen inersia bola berongga dengan poros yang berada di pusat.
I = 2/3 mr²
Keterangan:
m = massa batang silinder
r = jari-jari silinder atau cincin
Berikut rumus momen inersia silinder berongga dengan poros yang berada di sumbunya.
I = m.r²
Keterangan:
m = massa batang silinder
r = jari-jari silinder atau cincin
Pada titik-titik sudut sebuah segitiga siku-siku dengan panjang sisi 3 cm, 4 cm, dan 5 cm, ditempatkan titik materi dengan massa m₁ = 5 gram, m₂ = 10 gram, dan m = 20 gram. Tentukanlah momen inersia titik-titik materi tersebut jika:
a. sumbu rotasi melalui titik A dan tegak lurus bidang segitiga ABC.
b. sumbu rotasi melalui garis AC.
Jawab:
a. Sumbu putar melalui titik A dan tegak lurus dengan segitiga ABC.
Diketahui:
Jarak m ke titik A = 3 cm, sebagai rB.
Jarak m ke titik A = 4 cm, sebagai rC.
Ada pun rA = 0 cm
Oleh karena sumbu putar melalui titik A, maka:
I = (m x rA) + (m x rB) + (m x rC)
= (5g x 0cm)² + (10g x 3cm)² + (20g x 4cm)²
= (0 + 90 + 320)gcm²
= 410 gcm².
b. sumbu rotasi melalui garis AC.
Diketahui:
Jarak mB ke titik A = 3cm, sebagai rB.
Jarak rA = rC = 0
Momen inersia hanya terdapat pada mB, maka:
I = (mA x rA)² + (mB x rB)² + (mC x rC)²
= 0 + 10 g + 3 cm² + 0
= 90 gcm²
(Z-2)
Fenomena ini berpotensi memicu keruntuhan gravotermal, yaitu kondisi ketika inti halo terus memadat akibat aliran energi ke luar.
Panduan lengkap optik geometri lensa. Pelajari rumus jarak fokus, kekuatan lensa (dioptri), sinar istimewa, hingga pembahasan soal fisika kelas 11.
Dua matematikawan, Claudia Fevola dan Anna-Laura Sattelberger, memperkenalkan konsep positive geometry untuk menjelaskan perilaku partikel hingga kosmos.
PERNYATAAN CEO Nvidia, Jensen Huang, baru-baru ini yang menyatakan pentingnya penguasaan ilmu fisika, ramai menjadi perbincangan di ruang publik.
Prof Husin menekankan spekulasi tentang dimensi paralel (multiverse) masih berada dalam ranah ilmiah yang belum bisa dibuktikan secara empiris.
Hendra Kwee, Ph.D. menyelesaikan pendidikan sarjana dari jurusan Fisika ITB, pendidikan master dan doctoral dari the College of William and Mary, USA.
Ilmuwan berhasil menyempurnakan metode penentuan usia permukaan Bulan dengan menggabungkan data sampel Chang’e-6.
Penelitian terbaru mengungkap meteorit Mars Black Beauty menyimpan air purba jauh lebih banyak, memperkuat bukti Mars pernah basah dan layak huni.
Studi terbaru mengungkap makalah ilmiah karya perempuan membutuhkan waktu lebih lama untuk terbit dibanding laki-laki.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Panduan Aman Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026
Para ahli astronomi mengingatkan masyarakat untuk tidak melihat gerhana secara langsung dengan mata telanjang, karena dapat membahayakan kesehatan mata
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved