Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER tenggorokan atau kanker orofaringeal adalah tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di area tenggorokan. Siapa sangka, selama dua dekade terakhir, telah terjadi peningkatan pesat dalam kasus kanker tenggorokan di Barat, hingga beberapa orang menyebutnya sebagai epidemi.
Mengutip Science Alert, penyebab utama kanker ini adalah virus human papillomavirus (HPV) yang juga menjadi penyebab utama kanker serviks. Virus HPV ditularkan lewat aktivitas seksual.
Untuk kanker orofaringeal, faktor risiko utamanya adalah karena seks oral sehingga meningkatkan kemungkinan kanker.
Baca juga: Waspada! Menghirup Asap Rokok Memicu Kanker Paru-Paru
Berdasarkan penelitian tahun 2020, salah satu jenis kanker tenggorokan, yaitu kanker nasofaring, menempati peringkat kelima kanker yang paling banyak terjadi di Indonesia.
Diketahui ada lebih dari 19.000 kasus dan 13.000 kematian yang terjadi akibat kanker ini.
Baca juga: Kemajuan dan Harapan Baru dalam Memerangi Berbagai Jenis Kanker
Kanker tenggorokan umumnya terjadi akibat perubahan atau mutasi gen pada sel-sel tenggorokan. Mutasi ini memicu pertumbuhan sel abnormal yang tidak terkendali. Namun, faktor-faktor tertentu diduga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tenggorokan. Berikut beberapa di antaranya:
- Kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.
- Infeksi virus Human Papillomavirus (HPV).
- Penyakit asam lambung (GERD).
- Jarang mengonsumsi sayur dan buah-buahan.
- Kondisi gigi dan mulut yang tidak terjaga dengan baik.
- Daya tahan tubuh yang lemah, misalnya menderita HIV/AIDS, mengonsumsi obat imunosupresan, dan mengalami malnutrisi.
- Penyakit keturunan, seperti anemia Fanconi atau ataxia telangiectasia.
- Paparan bahan kimia, seperti nikel, sulfur, dan asbes.
Gejala kanker tenggorokan muncul saat sel-sel kanker mulai tumbuh dan berkembang. Keluhan yang bisa muncul akibat kanker tenggorokan antara lain:
- Sulit menelan
- Suara serak
- Bicara cadel dan tidak beraturan
- Sakit tenggorokan
- Batuk kronis
- Telinga yang sakit atau berdengung
- Benjolan di leher
- Berat badan menurun drastis
Apabila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segeralah konsultasi dengan dokter jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama jika tidak kunjung membaik atau bertambah parah. Gejala kanker tenggorokan dapat mirip dengan penyakit saluran pernapasan lain, terutama pada stadium awal.
Perlu diketahui, kanker tenggorokan yang terdiagnosis sejak stadium awal dapat lebih mudah ditangani dibandingkan kanker tenggorokan yang sudah memasuki stadium lanjut.
Infeksi HPV merupakan salah satu faktor risiko timbulnya kanker tenggorokan. Bila Anda berisiko terkena HPV, misalnya berperilaku seksual yang tidak aman, konsultasikan dengan dokter mengenai perlu tidaknya vaksin HPV.
Selain itu, kondisi gigi yang buruk juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tenggorokan. Untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut, gosoklah gigi secara rutin dan periksakan gigi ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
Bila Anda didiagnosis kanker tenggorokan, lakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter selama pengobatan. Anda juga perlu kontrol rutin ke dokter setelah pengobatan selesai. Dengan demikian, dokter dapat mendeteksi lebih awal apabila penyakit muncul kembali. (Z-10)
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Pilihan mengolah pangan dengan cara dikukus membawa dampak signifikan bagi kesehatan tubuh.
Val Kilmer, aktor ikonik asal AS yang dikenal lewat film Top Secret dan Top Gun, sempat merahasiakan penyakit serius yang ia derita, yakni kanker tenggorokan.
Kanker serviks menempati posisi kedua sebagai penyebab utama kematian pada wanita di Indonesia, setelah kanker payudara. Penyakit mematikan ini disebabkan oleh infeksi dari HPV.
Jumlah orang berusia di bawah 50 tahun yang terdiagnosis kanker melonjak di seluruh dunia dalam tiga dekade terakhir. Namun penyebabnya belum jelas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved