Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando menjelaskan dibutuhkan regulasi dengan tingkat yang atas untuk meningkatkan jumlah tenaga pengelola perpustakaan. Butuh dukungan dari pemerintah dari kabupaten/kota dan provinsi agar mengajukan lowongan pustakawan.
"Untuk peningkatan bukan terkait strategi tetapi lebih pada aturan, memang diperlukan kebijakan tingkat tinggi karena menyangkut pada kemampuan menggerakkan bupati dan gubernur selaku pembina kepegawaian untuk mengajukan formasi ke Kemenpan RB," kata Syarif dalam rapat kerja dengan Komisi X di gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).
Saat ini jumlah pustakawan di Indonesia sebanyak 3.895 orang. Sebanyak 2.750 orang membutuhkan pendidikan dan pelatihan dengan anggaran Rp7,1 miliar dan 915 orang membutuhkan pembinaan pustakawan dengan anggaran Rp2,5 miliar. Pagu indikatif belanja Perpusnas RI sebesar Rp721 miliar. Jumlah tersebut naik Rp45 miliar dari sebelumnya Rp675 miliar.
Baca juga: Komisi X DPR Dukung Tambah Anggaran Perpusnas
"Kemenpan RB tidak akan membuka jabatan personal tanpa usulan dari daerah. Sementara saat ini usulan dari daerah masih terpusat pada tenaga medis, guru, dan sebagainya," ujarnya.
Komisi X DPR RI menyetujui usulan tambahan pagu indikatif RAPBN TA 2024 Perpusnas RI sebesar Rp383 miliar. Kemudian akan menyampaikan usulan tambahan pada Badan Anggaran DPR RI.
Baca juga: Kaperpusnas: TPBIS Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
"Kita bisa fokus pada pengambilan keputusan agar bisa dibawa ke Badan Anggaran (Banggar)," kata Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.
Komisi X DPR RI menekankan Perpusnas bahwa pembahasan lebih rinci akan dibahas setelah terbitnya nota keuangan RAPBN 2024 dengan menjadi pandangan. (Iam/Z-7)
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpusnas sudah banyak menggulirkan bantuan program penguatan budaya baca seperti lewat bantuan bahan bacaan bermutu yang disampaikan ke desa, taman baca masyarakat, rumah ibadah.
"Anak tidak hanya membaca teks singkat, tetapi juga belajar memahami konteks dari gambar, karakter dan tokoh di dalam komik secara berkelanjutan,"
Anggota DPR RI Bonnie Triyana, menyoroti pemangkasan anggaran untuk Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Perpustakaan kini menjadi pusat pengetahuan dan budaya, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved