Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
LUKA yang terbuka sangat resiko untuk terinfeksi. Bila tak segera ditangani, infeksi luka dapat menghambat proses penyembuhan dan bahkan menimbulkan berbagai komplikasi yang berbahaya.
Kok bisa ya luka terinfeksi? Bagaimana cara mengobatinya? Simak penjelasan berikut.
Baca juga:Yuk, Ketahui Alasan Bayi Diimunisasi BCG
Infeksi luka bisa terjadi karena adanya pengendapan mikroorganisme dari paparan lingkungan luar di area luka. Mikroorganisme seperti kuman dan bakteri ini menggandakan diri dan masuk ke dalam luka.
Baca juga: Anak yang Punya Alergi tidak Perlu Terlalu Dikekang
Bakteri yang umumnya terkait dengan kondisi ini adalah Staphylococcus aureus (MRSA), Streptococcus pyogenes, Enterococci, dan Pseudomonas aeruginosa.
Meski luka ringan, Anda tetap harus berhati-hati akan risiko infeksi. Pasalnya jika tidak segera diobati, infeksi akan menimbulkan masalah yang berbahaya, seperti penyakit tetanus, selulitis, atau sepsis.
Pengobatan luka infeksi dapat dilakukan sendiri dari rumah apabila kondisinya masih ringan. Namun, bila sudah sangat menganggu, pasien disarankan segera berkonsultasi dengan dokter.
Pengobatan luka infeksi dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut :
Sebelum menyentuh atau membersihkan luka, pastikan tangan dalam kondisi yang bersih dan steril. Cuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, agar luka tidak terkontaminasi kuman dan kotoran dari tangan.
Jika luka masih mengeluarkan darah, hentikan perdarahan dengan cara menekan luka dengan kain kasa atau kain bersih secara perlahan. Tekan selama beberapa menit hingga perdarahan berhenti.
Setelah perdarahan berhenti, bersihkan luka dengan cairan steril yang bersifat isotonis, seperti larutan saline (NaCl 0,9%), atau air steril (aqua bidest) yang dialirkan secara perlahan. Apabila pada luka terdapat kotoran yang menempel, bersihkan secara perlahan menggunakan pinset yang sudah disterilkan. Penggunaan sabun hanya untuk area sekitar luka, karena berisiko menyebabkan iritasi apabila mengenai luka.
Pemakaian antiseptik yang mengandung alkohol, hidrogen peroksida, atau iodine tidak disarankan untuk membersihkan luka, karena dapat menyebabkan iritasi dan rasa perih, serta memperlambat proses penyembuhan. Sebagai gantinya, larutan antiseptik yang mengandung polyhexamethylene biguanide (PHMB) dapat menjadi pilihan. Antiseptik jenis ini dapat digunakan sebagai pembersih luka dan aman untuk jaringan kulit, sehingga tidak mengiritasi dan menghambat penyembuhan luka. Selain itu, PHMB juga tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak perih saat digunakan.
Untuk membantu proses penyembuhan, balutlah luka dengan perban menggunakan ukuran yang sesuai. Hal ini bermanfaat untuk menjaga kelembapan dan menjaga luka dari penyebab infeksi.
Untuk luka yang dibalut perban, perhatikan kebersihannya dengan baik. Anda disarankan untuk mengganti perban secara rutin, terutama saat kondisi perban telah kotor atau basah. (Z-3)
LEBIH dari 500 siswa di delapan TK dalam wilayah Tangerang Selatan menikmati layanan pemeriksaan gigi serta edukasi kesehatan.
Di Indonesia, kanker paru menyumbang 9,5% dari seluruh kasus kanker serta menjadi penyebab 14,1% kematian akibat kanker.
Penelitian terbaru menemukan paparan gelombang panas berulang dapat mempercepat proses penuaan manusia.
Makanan yang menjadi tren dan digemari anak muda biasanya tinggi gula dan gorengan dengan tepung mengandung advanced glycation end products (AGEs) yang merusak kolagen.
Sektor kesehatan di Indonesia kini memasuki fase baru dengan hadirnya teknologi pemindai PET/CT Biograph Vision Quadra di RS EMC Grha Kedoya.
Dorongan untuk hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik kembali digaungkan melalui ajang AIA Vitality Live 2025.
Hubungan berkualitas adalah kunci utama untuk mencapai kebahagiaan dan umur panjang. Ini 5 kiat untuk bahagia.
Ada lima tips terbaik yang dapat membantu memaksimalkan perubahan dalam proses penurunan berat badan.
Ingin tahu rambut sehat ala Patricia Gouw? Simak yuks penjelasannya berikut.
Menghapus chat WhatsApp secara tidak sengaja bisa menjadi momen menyebalkan. Namun, Anda dapat mengembalikannya dengan beberapa langkah mudah.
Gangguan kondisi kesehatan akibat cuaca ekstrem juga dapat terjadi pada orang yang rentan dengan kondisi stres, serta menimbulkan kekambuhan penyakit yang sudah diderita seseorang.
Kandung kemih rata-rata menampung antara 400ml sampai 600ml, dan orang biasanya perlu buang air kecil empat hingga delapan kali sehari.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved