Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung terus berupaya melakukan terobosan dalam mengembangkan sistem manajerial, termasuk melakukan perluasan jaringan kerja sama baik nasional maupun internasional.
Karena itu, perguruan tinggi negeri badan hukum (PTNBH) ini telah
melakukan penjajakan rintisan kerja sama dengan salah satu perusahaan dari Tiongkok.
Sekteratis UPI Prof Memen Kustiawan mengatakan, perusahaan yang bekerja sama dengan UPI tersebut ialah PT China Communication Construction Indonesia (CCCI) dengan Presiden Direkturnya Wang Wei dan Business Development Director yang dimpimpin Titien S Syuku. Perusahaan ini beralamat di Jakarta.
"Kerja sama dengan perusahaan dari Tiongkok ini, sebagai salah satu bukti adanya penjajakan yang kami lakukan. Saya berpendapat membuka peluang kerja sama ini harus dilakukan secara masif baik penjajakannya,
penandatangannya sampai melakukan seremonial, hingga implementasi
program di antara kedua belah pihak," ujarnya.
Menurut Prof Memen, dirinya secara tim mewakili UPI PTNBH menunjukkan, betapa pentingnya kebersamaan dan mewujudkan visi dan misi kerja sama yang terus digulirkan oleh UPI. Hingga sekarang UPI telah memiliki cukup banyak naskah MoU, MoA, serta implementasi dan tentunya didapat sejumlah keuntungan untuk kedua belah pihak.
Penandatanganan MoU UPI dengan PT CCCI juga dihadiri anggota MWA UPI Yayat T Soemitra, Ketua Senat Akademik Prof Sumarto, Direktur PT UPI Edun Indonesia Bambang Wicaksono dan Direktur Utama PT Subang Sejahtera H Aziz Muslih.
Universitas Hasanuddin
PT CCI juga telah melakukan kerja sama dengan PTNBH lain, di antaranya Universitas Hasanuddin Makassar. Perusahaan ini cukup dikenal di negaranya. Mereka bergerak di bidang investasi, desain, konstruksi dan
infrastruktur.
Prof Memen menambahkan, perusahaan ini menjadi perwakilan dari China
Communications Construction Company (CCCC) Limited, yakni Badan Usaha
Milik Negara (BUMN) Republik Rakyat China (RRC). Dalam perkembangannya
PT CCCI bekerja sama dengan tiga perusahaan yang memiliki sub-bisnis
berbeda-beda, seperti konstruksi dan infrastruktur, perdagangan
internasional, serta industri real estate.
Usaha mereka dijalankan oleh China Communications Construction Engineering Indonesia (CCCEI), PT Chuwa Bussan Indonesia dan PT Paranusa Sari. Perusahaan yang berlokasi di Jakarta ini, terlibat dalam pembangunan Jembatan Suramadu pada 2009 silam.
Saat ini PT CCCI sedang menjalankan 11 proyek, salah satunya adalah
proyek kereta api Makassar-Parepare, milik Kementerian Perhubungan.
Perusahaan tersebut mengikuti induk perusahaan, PT CCCI berkomitmen
untuk menjadi perusahaan rekayasa, pengadaan, dan konstruksi yang
terkenal di dunia. (N-2)
Kesepakatan besar ini diresmikan dalam ajang US-Indonesia Business Summit 2026 yang berlangsung di Washington D.C., Rabu (18/2) waktu setempat.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved