Headline
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG sarung yang kerap kali terjadi saat bulan Ramadan kerap kali memakan korban. Belum lama ini, polisi menangkap 18 remaja yang terlibat dalam perang sarung di Pasar Kemis, Tangerang, Banten, Sabtu (29/3) beserta barang bukti.
“Ternyata, sarung tidak kosong, namun ada yang dimasukan pipa hingga besi. Inilah yang berakibat fatal ketika mengenai lawan,” ujar Pemerhati Anak dan Pendidikan Retno Listyarti dalam keterangan resmi, Rabu (29/3).
Tradisi perang sarung awalnya merupakan permainan para remaja untuk mengisi kegiatan di bulan Ramadhan, biasanya dilakukan usai sahur dan sholat subuh. Tradisi permainan ini ditemui misalnya di Banyumas, Jawa Tengah.
“Di wilayah Banyumas, perang sarung lebih seperti permainan, dimana sarung yang ujungnya diangkat dan berbentuk bulat bertujuan untuk dijadikan senjata menyerang lawan bermain, namun tidak terasa sakit. Sehingga para pemain hanya tertawa tawa ketika terkena ujung sarung lawan, "ungkap Retno.
Retno menambahkan, dalam permainan perang sarung, umumnya memang 2 kelompok yang akan saling berhadapan itu janjian terlebih dahulu untuk bertemu dan bertanding perang sarung.
Namun, belakangan permainan ini berubah jadi tawuran atau perkelahian antar kelompok. Dimana tujuannya bukan untuk bermain, mengisi waktu luang dan bersenang senang, akan tetapi tujuannya untuk melukai atau melumpuhkan lawan.
Bahkan belakangan ujung sarung dimasukan batu bahkan ada juga besi sehingga ketika dipukulkan ke pihak lawan akan terasa sakit bahkan terluka. Jika mengenai kepala atau mata akan sangat fatal dampaknya, ini yang menyebakan kemudian menimbulkan korban jiwa.
Inisiatif Pencegahan
Penggeseran perang sarung yang awalnya hanya permainan mengisi waktu yang kemudian berubah menjadi perang dalam arti sesungguhnya, penuh kekerasan dan bertujuan melukai serta melumpuhkan lawan tentu perlu dicegah oleh semua pihak, dan perlu ditindak tegas oleh aparat penegak hukum (APH). Tujuannya agar ada efek jera dan tidak ada korban terluka, apalagi sampai meninggal dunia.
“Para orangtua dan guru di sekolah perlu melakukan edukasi pada anak-anak agar mengisi kegiatan bermanfaat di bulan Ramadhan, dan tidak melakukan perang Ssarung jika niatnya adalah untuk melukai lawan, sehingga sarung diisi dengan benda-beda tumpul dan tajam”, ujar Retno.
Retno menambahkan, “Pengawasan media social anak juga bisa dilakukan bersama-sama antara guru dan orangtua, karena umumnya janjian perang sarung dilakukan melalui media social. Pengawasan orangtua berperan sangat penting untuk memastikan bahwa sehabis saur, anak-anak yang ijin hendak sholat subuh berjamaah ke masjid tidak melakukan perang sarung”.
“Masyarakat sekitar juga harus berpartisipasi aktif melakukan pencegahan dan segera lapor jika ada hal hal yang mencurigakan ketika ada sejumlah anak tampak berkumpul sambal membawa sarung yang ujungnya diikat. Pencegahan bisa dilakukan dengan mengontak RT/RW sekitar atau melaporkan ke nomor polisi terdekat dari lokasi. Patroli APH juga sangat penting, ada sejumlah rencana perang sarung dapat dibubarkan aparat yang sedang berpatroli," tutup Retno. (Z-10)
Korban diduga hanyut saat hendak menyeberangi sungai untuk pulang ke rumah.
Remaja yang aktif melaporkan kebaikan tercatat lima kali lebih empati, lima kali lebih prososial, dan hampir empat kali lebih tinggi dalam kemampuan memahami sudut pandang orang lain.
Sepeda motor hasil rampokan tersebut sempat dipasarkan melalui media sosial (marketplace) sebelum akhirnya berhasil disita polisi sebagai barang bukti.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
Fenomena keinginan bunuh diri pada remaja tidak dipicu oleh penyebab tunggal, melainkan akumulasi dari berbagai faktor yang kompleks.
Kegiatan itu jadi bagian dari rangkaian program bulan Ramadan yang diinisiasi untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat peran pemuda dalam kehidupan kebangsaan.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) menegaskan komitmennya dalam memberikan manfaat bagi masyarakat melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Kampanye iklan luar ruang (Out of Home/OOH) berskala besar marak selama bulan Ramadan di sejumlah kota besar di Indonesia.
Secara umum, mereka yang masih memiliki kemampuan untuk berpuasa di kemudian hari tetap wajib melakukan qadha.
Program ini memberikan dampak nyata melalui dukungan kepada lebih dari 1.500 penerima manfaat, bantuan bagi 11 masjid dan surau, serta pemberdayaan 4 UMKM lokal.
Tahun ini, bantuan diberikan kepada para santri dan anak yatim yang bernaung di Yayasan Al Barkah, Yayasan Marhamatur Ridho, dan Pondok Pesantren Rumah Tahfidz Al Hamd.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved