Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis neurologi RSUD Sawah Besar Andre mengatakan bermain yang merangsang stimulasi otak, seperti bermain puzzle dan belajar bahasa baru direkomendasikan untuk mencegah Demensia Frontotemporal (FTD).
"Direkomendasikan melakukan aktivitas yang menstimulasi seperti puzzle, belajar bahasa baru atau instrumen musik, dan terlibat dalam percakapan sebanyak 30 menit atau lebih dalam sehari," tulisnya dalam pesan singkat, dikutip Selasa (21/2)
Demensia Frontotempora biasa dikenal dengan sebutan FTD, adalah salah satu jenis demensia yang disebabkan oleh penurunan fungsi otak sisi bagian depan dan sisi samping otak, yang dalam bahasa medis disebut frontal dan temporal.
Baca juga: Bruce Willis Didiagnosis Mengalami Demensia Frontotemporal
Biasanya FTD banyak dijumpai pada pasien dengan rentang usia 45 sampai 65 tahun.
Andre menyebut penyakit ini berbeda dengan demensia alzheimer. Jika demensia alzheimer banyak dijumpai pada usia di atas 65 tahun dan dengan gejala gangguan daya ingat, gejala demensia frontotemporal yang sering ditemukan adalah perubahan perilaku dan kesulitan dalam menemukan kosa kata dalam berbicara.
"Gejala utama yang sering dijumpai adalah perubahan perilaku, kesulitan memahami perintah, kesulitan menemukan kosa kata dalam berbicara, gangguan dalam perencanaan, hilangnya minat untuk mengerjakan sesuatu yang sebelumnya disukai. Berbeda dengan alzheimer yang lebih dominan gangguan daya ingat," katanya.
Hingga saat ini, dokter yang juga praktek di RS Atmajaya itu mengatakan belum ada obat yang dapat menghentikan FTD.
Penanganan yang tepat jika pasien mengalami FTD adalah utamanya dengan terapi nonobat (non farmakologis) seperti terapi fisik, dukungan sosial, terapi okupasi, terapi wicara, terapi perilaku kognitif dan layanan rehabilitasi.
Terapi ini melibatkan multidisiplin, baik dari dokter Neurologi, dokter Psikiatri, dokter Rehabilitasi Medis dan terapis wicara.
Sedangkan terapi obat (farmakologi) lebih diutamakan untuk mengurangi atau mengatasi gejala yang timbul dan mengganggu seperti gelisah, tindakan agresif yang kadang mengganggu orang di sekitarnya seperti obat antidepresan atau antipsikotik.
Ia juga menyarankan untuk melakukan aktivitas fisik sebanyak 150 menit per minggu dengan aerobik intensitas sedang seperti jalan cepat, bersepeda, dan menari.
Selain itu juga bisa latihan kekuatan (strengthening exercises) setidaknya 2 kali seminggu seperti yoga dan berkebun.
"Makan-makanan sehat dengan diet seimbang, kurangi meminum alkohol, tidak merokok dan tidak lupa mulai dibiasakan brain check up untuk pemeriksaan fungsi otak secara dini," tambahnya.
Beberapa waktu lalu, aktor senior Bruce Willis dikabarkan menderita penyakit demensia frontotemporal (FTD) yang membuatnya harus pensiun dari dunia akting yang membesarkan namanya.
Menurut pernyataan dari keluarganya yang dikutip dari situs The Association for Frontotemporal Degeneration (AFTD), pekan lalu, Willis mengalami kesulitan berbicara yang menjadi salah satu gejalanya.
Sebelumnya, aktor berusia 67 tahun itu didiagnosis menderita afasia, Maret tahun lalu. (Ant/OL-1)
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
MEDIAINDONESIA.COM, 8 Februari 2026, menurunkan berita berjudul ‘Lebih Awal, Arab Saudi Mulai Terbitkan Visa Haji 2026 Hari Ini’.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved