Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
TIM Pepipow dari Universitas Esa Unggul (UEU) meraih juara pertama kompetisi Esapreneurship International Competition (EIC) 2022 Goes To Northcap University India.
Tim ini berhasil menyajikan penampilan terbaik di ajang EIC 2022 yang diselenggarakan Universitas Esa Unggul Powered by Arizona State University.
Rangkaian kegiatan EIC itu berupa sesi-sesi pembekalan Master Class oleh narasumber praktisi bisnis yang memiliki kepakaran dan berpengalaman.
Baca juga : DSC Season 14 Dorong Milenial Berwirausaha Dukung Perekonomian Bangsa
Materi yang diberikan berupa bisnis start-up dan membuat pitch deck, serta dilanjutkan dengan mempresentasikan ide bisnis mereka kepada para dewan juri.
Rektor Universitas Esa Unggul Dr Ir Arief Kusuma Among Praja, S,MBA, IPU, menuturkan UEU telah bekerja sama dengan Arizona State University dan Cintana Alliance sejak Mei 2022 demi mewujudkan komitmen UEU untuk memberikan pendidikan unggul kepada mahasiswa di seluruh Indonesia dan menjadi world-class university.
"Maka itu, dalam waktu dekat UEU akan memberangkatkan tim mahasiswa kami yang menyabet pemenang kategori best of the best di perhelatan EIC ke NorthCap University (NCU) di India untuk mengikuti grand final," ungkap Arief.
Baca juga : Young Entrepreneurs Summit The 12th UI Studentpreneurs: Tempat Berkumpulnya Startup
"Nantinya tim mahasiswa yang berhasil menjadi pemenang pada Grand Final EIC di NCU ini diberangkatkan untuk mengikuti Immersion Program di Arizona State University, Amerika Serikat," tambah Arief.
Harapannya, lanjut dia, keberangkatan Tim PePiPow yang mewakili UEU ini mendapatkan hasil memuaskan dan semakin banyak mahasiswa yang memiliki kesempatan berlaga di kancah internasional.
Tim Pepipow yang terdiri dari tiga mahasiswa Universitas Esa Unggul Program Internasional memenangi kategori Best of The Best dengan mengalahkan 91 tim dari 8 universitas dalam negeri dan 2 universitas luar negeri yaitu Tunku Abdul Rahman University College (TAR UC) dan Asian Institute of Medicine, Science, and Technology (AIMST) di Malaysia.
Baca juga : Peserta Diplomat Success Challenge Ditantang Terapkan Strategi Bisnis dari Hulu ke Hilir
Selain Pepipow, terdapat juara dua dan tiga yang termasuk kategori Best of The Best yaitu Tim Everyone Kenkuk yang terdiri dari Bunga Syakura, Gomal Yosua dan Eka Ismaya, sedangkan Tim Pluss sebagai juara ketiga yang terdiri dari Nabila Shinta, Riando Felix, dan Sandi.
Tim Pepipow yang digawangi Sarasvati Devi Raja Guhyam Pavitram, Priska Dewi Ningrum Arumawati, dan Jelita Purnama Yuandini berhasil mengembangkan ide mereka yaitu minuman teh dari batang pisang yang terinspirasi dari kearifan lokal.
Menurut Sarasvati, kebanyakan orang hanya memanfaatkan buah dan daun pisang, lalu membuang batangnya.
Baca juga : Peserta Diplomat Success Challenge 14 Ikuti Pendidikan Bela Negara dan Inklusivitas
Padahal, batang pisang mengandung saponin, tanin, dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai alternatif pencegah berbagai macam penyakit, salah satunya diabetes.
Pepipow juga membantu petani pisang dengan meningkatkan mata pencaharian mereka dengan memperpanjang siklus hidup tanaman pisang.
Selain itu, juga dapat meminimalisasi limbah yang dihasilkan dari batang pisang, menjaga ketahanan pangan, dan mendukung masyarakat dunia dalam mengurangi sampah makanan.
Baca juga : Mahasiswa UI, ITB, dan Unpar Juarai BCA Case Competition
Berkat ide bisnis yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan pembangunan dengan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan, keberlanjutan.
Selain itu, serta menjaga kualitas lingkungan hidup dan pembangunan terjamin dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya, PePiPow mampu membuktikan bahwa bisnis yang terinsiparasi dari kearifan lokal akan dapat mendunia.
Pencapaian ini tidak langsung membuat Tim Pepipow lengah. Saat ini mereka tengah mempersiapkan diri berlomba di kancah internasional.
Pada 20 Februari 2023 mendatang, tim dari Universitas Esa Unggul ini akan kembali berkompetisi dalam International Student Start-Up Idea Competition di NCU, India, yang didukung dan disponsori langsung oleh kampus, dan UEU turut menjadi co-host dalam acara tersebut.
Mereka akan kembali menguji ide bisnisnya bersama dengan berbagai tim yang terdiri dari mahasiswa dari universitas-universitas di luar negeri. (RO/OL-09)
ICAS tidak sekedar kompetisi, melainkan sebagai ruang pembelajaran yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi untuk menghadapi tantangan masa depan.
Satu hal yang membedakan kompetisi spelling bee tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya adalah pengakuan akademik yang lebih formal.
Siswa yang berhasil melaju ke babak semifinal dan final akan memperoleh sertifikat yang diakui oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas).
Kompetisi Karya Jurnalistik MediaMIND 2025 resmi ditutup setelah proses penjurian final pada Senin (8/12).
Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menggelar Kompetisi Internasional Hafalan Alquran Albasira bagi penyandang tunanetra.
JSTO berhasil menarik perhatian yang luar biasa, dengan total 3.767 peserta dari 1.904 sekolah di seluruh penjuru Indonesia.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved