Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Gadjah Mada, selama tahun 2022 telah menyalurkan dana beasiswa sebesar Rp304,5 miliar. Beasiswa tersebut diperuntukkan bagi 18.964 mahasiswa.
Direktur Kemahasiswaan UGM Dr. Sindung Tjahyadi, Kamis menjelaskan banyaknya dana beasiswa dan penerimanya itu merupakan bagian dari komitmen UGM untuk meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu agar dapat mengikuti pendidikan tinggi di UGM.
"Keterbatasan ekonomi diharapkan tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa bisa menikmati pendidikan tinggi di UGM," kata Sindung.
Dikatakan, dana beasiswa hingga ratusan miliar yang diperuntukan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu dari sisi ekonomi, kurang mampu namun memiliki prestasi akademik dan mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa dari program Bidikmisi atau Kartu Indonesia
Pintar-Kuliah (KIP-K).
Dana beasiswa ini, jelasnya dihimpun dari 165 mitra dalam bentuk 192 jenis beasiswa. Jumlah nominal beasiswa yang dikelola oleh UGM bertambah dari tahun ke tahun. Pada tahun 2020 jumlah dana beasiswa yang dihimpun mencapai Rp274,6 miliar, lalu meningkat menjadi Rp295,4 miliar pada
tahun 2021 lalu.
"Dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat bahkan mitranya pun makin bertambah," katanya.
Lembaga mitra yang memberikan beasiswa tersebut dari berasal dari instansi pemerintah, instansi swasta, yayasan, BUMN, BUMD, Alumni, pribadi, dan dari UGM sendiri hingga dari perguruan tinggi luar negeri.
Sindung menjelaskan penerima beasiswa untuk mahasiswa dari program Sarjana dan Diploma diberikan dalam bentuk tiga kategori yakni mahasiswa berprestasi yang kurang mampu, lalu beasiswa untuk mahasiswa yang kurang mampu, dan beasiswa kemitraan melalui Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) dan Penelusuran Bibit Unggul Kemitraan (PBUK).
"Tidak ada alasan bagi mahasiswa yang kurang mampu untuk tidak melanjutkan pendidikannya di UGM hingga selesai," ucap Dr. Sindung Tjahyadi menjamin.
Sedangkan jenis beasiswa bagi mahasiswa program pascasarjana berasal dari berbagai sumber mitra pemberi beasiswa. "Tercatat ada 26 mitra pemberi beasiswa untuk mahasiswa program pascasarjana mulai dari lembaga pemerintah, swasta dan pihak Yayasan," jelasnya.
Sementara penerima beasiswa BIdikmisi (KIP-K) Sindung menjelaskan pada tahun 2022 lalu sebanyak 1.882 orang mahasiswa yang mendapat beasiswa KIP-K. "Jumlahnya berkisar di angka tersebut, tercatat total jumlah penerima beasiswa bidikmisi sejak 2010 lalu hingga sekarang sebanyak 15.656 orang," katanya. (OL-13)
Baca Juga: FKH UGM Luluskan 162 Dokter Hewan Baru
BEASISWA pendidikan bertajuk online scholarship competition (OSC) yang diselenggarakan medcom.id kembali dibuka bagi seluruh siswa/siswa SMA/SMK di Tanah Air.
Ia juga berharap lebih banyak lagi beasiswa di bidang-bidang prioritas, antara lain pangan, energi, air, dan industri hilirisasi.
Apa saja lembaga yang menawarkan beasiswa ke luar negeri itu? Berikut rincian 27 lembaga yang menawarkan beasiswa D3/S1/S2/S3.
PT Hutama Karya (Persero) bekerja sama dengan UGM, untuk menyelenggarakan program beasiswa pendidikan lanjutan S2.
Lulusan SD sekitar 20 juta, sementara yang bisa masuk perguruan tinggi sekitar 500 ribu.
Beasiswa Perintis diutamakan bagi peserta dari keluarga tidak mampu yang memiliki semangat tinggi untuk kuliah.
Pakar dari UGM mengomentari kebijakan penonaktifan PBI BPJS Kesehatan yang disebut dilakukan untuk memutakhirkan data penerima bantuan.
BERGABUNGNYA Indonesia dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, masih menjadi perdebatan.
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
SOSIOLOG UGM Andreas Budi Widyanta, atau kerap disapa AB, menyoroti keputusan ulah pati (bunuh diri) pada anak SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang terjadi pada 29 Januari 2026 lalu.
SEKRETARIS Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM Sigit Priyanto, Rabu menegaskan, tahun 2026 ini, UGM akan menerima 10.000 mahasiswa baru baik jenang Sarjana (S1), Sarjana Terapan (D-4).
SNBP merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang didasarkan pada penelusuran prestasi akademik menggunakan nilai rapor, serta prestasi akademik dan nonakademik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved