Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
GEJALA Tuberkulosis (TB) terkadang masih dianggap enteng oleh masyarakat karena dinilai hanya gejala batuk biasa sehingga telat untuk memeriksakan diri ke dokter. Dokter spesialis paru RS Persahabatan dan Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan mengimbau sebaiknya tidak menganggap remeh batuk berdahak apalagi yang sampai mengeluarkan darah karena bisa jadi merupakan indikasi TB yang disebabkan Mycobacterium tuberculosis, spesies bakteri patogen dalam famili Mycobacteriaceae.
Indikasi utama tuberkulosis paru mengalami batuk berlebih, mengeluarkan bercak darah, tidak fit seperti lemah, stamina berkurang, dan yang paling khas adalah berkeringat di malam hari disertai dengan nafsu makan berkurang sehingga berat badan turun.
Gejala batuk yang terjadi adalah berdahak dan bukan bersifat lama, melainkan hilang dan tiba-tiba timbul kembali sehingga pasien merasa hanya batuk biasa atau normal saja.
Baca juga: Sejuta Manfaat Vitamin K dan Bahaya Kekurangannya
"Yang perlu dipahami adalah, orang normal itu tidak batuk sehingga jangan menyepelekan batuk berdahak. Jika batuk berulang lebih dari 2 minggu, demam tidak terlalu tinggi, keringat dingin di malam hari, dan sebagainya mungkin ada yang salah," kata Erlina dalam Podcast TB TV, Sabtu (24/12).
Jika batuk berdahak dan demam didiamkan maka bisa membuat dada sesak dan ada kelainan di paru sehingga akan menjadi sesak. Jika sudah merasakan gejala dari TB sebaiknya segera melakukan konsultasi kepada dokter. "Jika dilakukan rontgen maka terlihat bahwa ada bercak atau menyerupai awan atau flek paru. Nantinya pasien juga dilakukan pemeriksaan X-Ray dan dahak untuk menentukan bahwa penyebabnya adalah kuman TB," ujarnya.
Indonesia menjadi negara dengan peringkat nomor 2 di dunia dengan pasien TB terbanyak setelah India. Kasus TB di Tanah Air per 2021 mencapai 969 ribu kasus dari penduduk 270 juta orang. Menurut Erlina, penanganan TB sebagai penyakit hanya 40 persen untuk masalah medis/sains, selebihnya masalah non medis. Masalah nonmedis contohnya, pengobatan TB paling lama 6 bulan sedangkan sebagian pasien tidak memiliki biaya untuk berobat berkala tiap 2 minggu sekali. (H-3)
Magnetic Resonance Imaging (MRI) sudah lama menjadi standar emas di dunia medis modern.
DERETAN kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dokter di berbagai wilayah telah memicu kemarahan publik karena tercela dan mencoreng profesi kedokteran.
DUNIA kedokteran regeneratif berkembang sangat pesat. Hal terutama dalam inovasi terapi sel punca dan teknologi kedokteran masa depan.
Proktologi adalah cabang spesialisasi kedokteran bedah yang menangani penyakit area anorektal, seperti wasir (hemoroid), fistula ani, fisura ani, striktur, abses, hingga prolaps rektum.
KEMENTERIAN Agama terus memperkuat kajian terkait integrasi Islam dan sains, terutama dalam konteks kedokteran dan kesehatan masyarakat.
KESEHATAN masyarakat merupakan salah satu pilar ketahanan negara.
Dokter menekankan pentingnya penerapan pola hidup sehat dalam upaya untuk mencegah kekambuhan wasir, penyakit yang ditandai dengan nyeri, perdarahan, dan benjolan pada anus.
Situasi semakin memburuk seiring meningkatnya serangan militer dengan tujuan Israel merebut Gaza.
BARU-BARU ini, publik disuguhi kabar tidak sedap.
Direktur RSUDAM, Imam Ghozali, memastikan seluruh civitas hospitalia akan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen bersama menciptakan pelayanan bersih dan bebas pungli.
Prasetyo menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto sangat memberi perhatian terhadap kesejahteraan dokter.
Asmirandah mengatakan bahwa informasi kesehatan yang berseliweran di media sosial tidak selalu benar, jadi lebih baik bertanya langsung kepada tenaga kesehatan profesional.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved