Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 157 siswa SMKPP Negeri sukses dalam pergelaran Hasil Projek Penguatan Profil Pancasila (P5). Pagelaran ini merupakan salah satu bentuk implementasi Kurikulum Merdeka Belajar untuk tingkat X yang dilaksanakan di Aula SMKPPN Sembawa pada Selasa (13/12).
Proyek P5 dengan Tema Kearifan Lokal pada SMKPPN Sembawa mengusung beberapa kegiatan seni tari dan musik oleh kelas Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) 1, lukisan oleh kelas ATP 2, mozaik songket oleh kelas X Agribisnis Ternak Unggas (ATU), kuliner oleh kelas X Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) dan jumputan oleh kelas X APHP.
Pergelaran tersebut menampilkan proses atau produk dari hasil kegiatan P5, ajang apresiasi kepada peserta didik selama pelaksanaan P5 agar mereka memahami kearifan lokal, keberagaman budaya serta memahami identitas dirinya.
Kegiatan Pagelaran P5 sejalan arahan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo yang menyatakan yakin, dengan pendidikan vokasi akan menjadikan para petani milenial yang lebih berkualitas.
"Hadirnya Kurikulum Merdeka dalam pendidikan vokasi, akan menjadikan petani milenial yang mampu memberikan inovasi dalam pertanian, karena bagaimana pun, masa depan pertanian ada di generasi milenial," kata Mentan Syahrul.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan.
Kepala SMKPPN Sembawa, Yudi Astoni mengapresiasi dan mendukung pelaksanaan kegiatan Projek P5 merupakan kegiatan co-kurikuler berbasis projek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang disusun berdasarkan Standar Kompetensi Lulusan.
"Profil Pelajar Pancasila merupakan pembelajar sepanjang hayat, yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila," katanya.
Kegiatan P5, kata Yudi Astoni, merupakan bagian dari Kurikulum Merdeka yang terdiri atas Enam Dimensi atau enam ciri utama antara lain beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis dan kreatif.
"Pergelaran P5 kali ini merupakan implementasi lanjutan P5 bertema kearifan lokal. Diharapkan para siswa dapat memperoleh nilai-nilai dari keenam ciri utama pelajar Pancasila," katanya.
Hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam berbagai kesempatan bahwa para siswa dapat menjadi insan yang lebih berkarakter tangguh, berkarya, dan berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.
"Selanjutnya, untuk pelaksanaan proyek P5 di semester depan, SMKPPN Sembawa akan mengusung tema wajib kewirausahaan serta satu tema pilihan, yaitu kebekerjaan." tambah Yudi Astoni.
Siswa SMKPPN Sembawa tampak antusias mengikuti pergelaran yang menampilkan hasil karya mereka mulai dari lukisan budaya, lagu daerah, mozaik songket, jumputan dan kuliner Sumatera Selatan (Sumsel) yang mendapat apresiasi Camat Sembawa, Erman Taufik. (OL-13)
Baca Juga: Limbah B3 Ancam Kesehatan Generasi Mendatang
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperingati Hari Ibu Tahun 2025 melalui kegiatan lokakarya tematik bertema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045
Mahasiswa yang terlibat program MBKM tidak hanya memperoleh keterampilan praktis tetapi juga memperluas jaringan profesional.
Wamen KPPPA Veronica Tan menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui Kurikulum Merdeka.
Pemerintah jangan gonta-ganti kurikulum pendidikan. Hal itu menyusul adanya isu akan digantinya Kurikulum Merdeka usai pergantian rezim pemerintahan.
Anggota Komisi X DPR Sofyan Tan mengingatkan pemerintah untuk mengubah kurikulum pendidikan. Hal itu menyusul adanya isu akan digantinya Merdeka Belajar.
Pemerintahan baru nanti diharapkan gerak cepat untuk berkoordinasi melakukan evaluasi dan penetapan kurikulum yang tepat dan tetap ke depannya.
Gateways Study Visit merupakan studi banding untuk melihat praktik baik dari transformasi pendidikan khususnya dalam penggunaan teknologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved