Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
SETIAP hari kita mengalami pergantian siang dan malam. Namun, pernahkah kita memikirkan bagaimana proses terjadinya siang dan malam? Mungkin ada yang menjawab siang terjadi ketika Matahari terbit dan malam tiba kala Surya tenggelam di ufuk barat.
Nah, untuk memperjelas dalam menjawab pertanyaan di atas, berikut penjelasan lengkapnya yang perlu kalian simak.
Penyebab siang dan malam karena Bumi mengalami per putaran yang disebut dengan rotasi. Secara ilmiah, Bumi adalah planet yang berbentuk bulat dan bergerak dengan dua cara, yaitu berotasi dan berevolusi.
Rotasi Bumi adalah perputaran pada porosnya. Sedangkan evolusi adalah proses Bumi mengelilingi Matahari. Bumi membutuhkan waktu kurang lebih 24 jam untuk menyelesaikan perputaran pada porosnya tersebut (Feather Jr. & Zike, 2005).
Salah satu akibat dari rotasi Bumi ialah siang dan malam. Ini karena permukaan Bumi bergiliran dalam menerima sinar Matahari.
Nah, karena itulah kita mengenal istilah Matahari terbit dan terbenam. Padahal, sebenarnya pergerakan Bumi yang menyebabkan siang dan malam.
Selama berotasi ada sisi Bumi yang menghadap ke Matahari dan membelakangi Matahari. Sisi yang berhadapan dengan Matahari mengalami siang siang hari. Sisi yang tidak terkena sinar Matahari mengalami malam hari.
Sebagai informasi, fenomena Matahari terbit di timur dan tenggelam di barat juga disebabkan perputaran Bumi. Bumi bergerak ke arah timur dan menuju ke barat ketika Matahari tampak terbenam.
Lalu apakah durasi siang dan malam di seluruh belahan Bumi sama? Bagi yang tinggal di ekuator Bumi panjang siang dan malam hampir sama, yakni rata-rata 12 jam. Untuk wilayah lain juga rata-rata disinari matahari 12 jam per hari.
Namun, ada lokasi-lokasi tertentu yang mengalami siang atau malam hari lebih lama. Contohnya, Finlandia bisa mengalami siang selama 73 hari ketika musim panas.
Apa yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi? Ini terjadi karena poros Bumi tidak tegak lurus. Poros Bumi memiliki kemiringan 23,5º. Sudut kemiringan tersebut dihitung dari perpotongan bidang ekuatorial Bumi dan bidang orbit Bumi terhadap Matahari.
Kemiringan poros Bumi juga memberi pengaruh pada musim di Bumi dan menyebabkan perubahan musim (panas, dingin, gugur, dan semi). (OL-14)
Teleskop James Webb (JWST) menangkap detail menakjubkan galaksi spiral NGC 5134. Lihat bagaimana debu kosmik dan bintang muda membentuk siklus kehidupan di luar angkasa.
Penelitian terbaru mengungkap fenomena mengejutkan di bulan-bulan es seperti Enceladus dan Miranda. Penurunan tekanan akibat lelehan es bisa memicu samudra bawah tanah mendidih.
Penelitian terbaru mengungkap batas antara planet raksasa dan bintang kerdil cokelat ternyata sangat kabur. Simak temuan baru para astronom UCLA ini.
Kamera JANUS milik wahana antariksa JUICE berhasil mengabadikan komet antarbintang 3I/ATLAS. Ini adalah objek luar tata surya ketiga yang pernah terdeteksi.
Astronom Universitas Fudan usulkan misi antarbintang kirim pesawat mikro seukuran klip kertas ke lubang hitam untuk uji teori Einstein. Cek detail misinya!
Penemuan baru dari batuan Bulan misi Apollo mengungkap bahwa medan magnet Bulan yang kuat hanyalah ledakan singkat, bukan fenomena permanen.
Jelajahi cabang ilmu geografi: pelajari interaksi lingkungan dan manusia, serta dampaknya bagi bumi.
Jelajahi hubungan unik geografi, lingkungan, dan budaya manusia. Temukan wawasan mendalam tentang dunia kita!
Telusuri legenda & sejarah Danau Toba! Meta deskripsi ini mengungkap asal usul dan keajaiban danau vulkanik terbesar di Indonesia.
Sungai Amazon, diketahui pernah mengalami perubahan drastis pada arah aliran airnya.
Geografi adalah pelajaran yang menggabungkan aspek ilmu sosial dan ilmu alam, karena selain mempelajari lingkungan fisik bumi, juga menyoroti bagaimana manusia beradaptasi
Fenomena alam seperti vulkanisme, gempa bumi, dan tsunami di Indonesia memiliki dampak yang besar terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved