Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
Pengamatan terbaru terhadap dua galaksi spiral yang tengah bertabrakan, memberikan gambaran mengenai apa yang mungkin dialami Bima Sakti dan Andromeda saat keduanya kelak saling bertumbukan. Hasil penelitian yang dipublikasikan pada Juli di Jurnal Monthly Notices of the Royal Astronomical Society ini juga berpotensi membantu menjawab misteri yang selama ini membingungkan model kosmologi standar.
Pasangan galaksi tersebut yakni, NGC 5713 dan NGC 5179, berada sekitar 88 juta tahun cahaya dari Bumi. Saat ini keduanya terpisah sekitar 300.000 tahun cahaya, namun jarak itu terus berkurang seiring pergerakan mereka yang semakin dekat.
Di sekitar galaksi besar terdapat kumpulan galaksi satelit, dalam kerangka model kosmologi standar, galaksi satelit dianggap sebagai sisa blok pembentuk yang sejak lama menyatu melalui halo materi gelap raksasa, sehingga membentuk galaksi besar. Teori tersebut menjelaskan bahwa setiap galaksi katai seharusnya mengorbit galaksi induknya secara acak melalui halo materi gelap.
Namun, hasil pengamatan memperlihatkan hal yang berbeda. Banyak galaksi satelit ternyata tidak bergerak secara acak. Contohnya, sejumlah katai di Galaksi Bima Sakti mengorbit dengan arah yang seragam pada bidang yang sempit. Teleskop Luar Angkasa Hubble juga menemukan bahwa galaksi katai di Andromeda yakni tetangga terdekat Bima Sakti tersusun dalam bidang rotasi tertentu.
“Kami menduga satelit-satelit tersebut kemungkinan mengorbit secara acak, lebih menyerupai awan daripada cakram, sebelum galaksi-galaksi masih tersebut mendekat,” ujar Sarah Sweet, astronom di Universitas Queensland di Australia.
Sebanyak 14 galaksi katai telah dipastikan mengorbit sistem NGC 5713/5719 melalui pengukuran kecepatannya, sementara 18 kandidat lain masih menunggu konfirmasi dan kemungkinan ada lebih banyak yang terlalu redup untuk terlihat. Menariknya, 14 galaksi katai tersebut terbagi dalam dua kelompok sesuai dengan galaksi induknya, namun tetap mengorbit keduanya pada arah dan bidang yang sama.
Sweet memimpin survei bernama Delegate, yang melibatkan peneliti dari berbagai lembaga di Australia untuk meneliti sejauh mana galaksi di Grup Lokal termasuk Bima Sakti dan Andromeda mewakili galaksi di alam semesta.
Para astronom tengah meneliti apakah penggabungan Bima Sakti dan Andromeda nantinya akan serupa dengan tabrakan galaksi lain di alam semesta, atau justru memiliki perbedaan. Karena NGC 5713 dan NGC 5719 masih berada pada tahap awal tabrakan, keduanya menjadi contoh studi yang menarik. (Space.com/E-3)
Peneliti berhasil memetakan medan magnet galaksi Bima Sakti secara mendalam. Terungkap adanya anomali unik di Lengan Sagitarius yang mengalir berlawanan arah.
TELESKOP Luar Angkasa Hubble milik NASA kembali menghadirkan temuan penting dalam dunia astronomi.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Ilmuwan berhasil memetakan 669 juta galaksi menggunakan Dark Energy Camera (DECam).
Berdasarkan model cosmology yang umum, semestinya tidak ada perbedaan di berbagai tempat dan tampak konsisten ke segala arah.
Para astronom menemukan “objek gelap” misterius yang diduga merupakan gumpalan murni materi gelap terkecil yang pernah diamati.
Observatorium Chandra NASA tembus debu tebal Nebula Kepompong (IC 5146). Temukan gugusan bintang muda yang tersembunyi 2.650 tahun cahaya dari Bumi.
Astronom mengungkap misteri Blue Stragglers, bintang purba yang tampak awet muda dengan menghisap gas dari pasangannya.
Pernahkah Anda bertanya mengapa orbit planet berbentuk datar seperti piringan? Simak penjelasan ilmiahnya.
Jauh di kedalaman rasi bintang Scutum, sekitar 5.100 tahun cahaya dari Bumi, bersemayam sebuah raksasa kosmik yang membuat Matahari kita tampak tak lebih dari sebutir pasir
Struktur ini, yang merupakan filamen materi raksasa sepanjang 50 juta tahun cahaya, berisi deretan galaksi yang tidak hanya sejajar tetapi juga berputar selaras dengan filamen induknya.
Galaksi Bima Sakti ternyata tidak sekadar berputar di angkasa. Ia juga bergerak dinamis, seperti bergoyang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved