Rabu 23 November 2022, 09:50 WIB

Kemenkes Izinkan Suntik Vaksin Booster Kedua untuk Lansia

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
 

SEBAGAI upaya mitigasi peningkatan kasus dan munculnya subvarian baru, pemerintah mulai menggenjot cakupan vaksinasi covid-19 baik dosis lengkap maupun booster.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengizinkan pemberian vaksinasi booster covid-19 dosis kedua kepada lansia berusia diatas 60 tahun.

Kebijakan ini tercantum dalam Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/5565/2022 tentang Vaksinasi covid-19 Dosis Booster ke-2 Bagi Kelompok Lanjut Usia.

Berlaku efektif sejak ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu pada tanggal 22 November 2022.

Juru Bicara covid-19 Kementerian Kesehatan, M Syahril menyebutkan kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan perlindungan tambahan terhadap kelompok rentan, untuk mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat covid-19.

SE tersebut juga dimaksudkan untuk mendorong pemerintah daerah danfasilitas layanan kesehatan (fasyankes) penyelenggara vaksinasi baik pemerintah maupun swasta untuk melakukan vaksinasi covid-19 booster kedua bagi lansia.

Vaksin yang dapat digunakan untuk dosis booster kedua adalah vaksin yang telah mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) dari Badan POM dan rekomendasi ITAGI serta memperhatikan vaksin yang tersedia di masing-masing daerah.

“Adapun vaksinasi covid-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya 6 bulan sejak booster pertama diberikan, sementara bagi lansia yang belum booster pertama segera dapatkan booster pertama, Kami menghimbau agar para lansia dipastikan vaksinasi primernya harus dilengkapi dulu,” kata dr. Syahril dalam keterangannya, Rabu (23/11).

Baca juga: Satgas Covid: Ancaman Kenaikan Kasus Jelang Momen Nataru Harus Bisa Dikendalikan

Lebih lanjut, dr. Syahril menekankan agar percepatan vaksinasi booster kedua lansia berjalan beriringan dengan vaksinasi primer dan booster pertama.

Pelaksanaannya juga harus merata di seluruh Indonesia, mengingat masih ada beberapa daerah yang cakupan vaksinasi primer dan booster masih di bawah 70% dari populasi.

"Percepatan vaksinasi baik primer maupun booster perlu dilakukan mengingat pasien covid-19 yang meninggal sebagian besar adalah masyarakat yang belum divaksinasi, lansia dan orang dengan penyakit penyerta," ujar Syahril.

Untuk itu, pihaknya mendorong agar daerah yang cakupan vaksinasinya belum mencapai target kekebalan kelompok yakni minimal 70% dari populasi terus digencarkan.

Berikut regimen vaksin yang dapat digunakan untuk vaksinasi booster kedua bagi lansia, di antaranya:

Kombinasi untuk booster pertama Sinovac

- AstraZeneca diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.

- Moderna diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Sinovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Indovac diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

Kombinasi untuk booster pertama AstraZeneca

- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.

- AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

Kombinasi untuk booster pertama Pfizer

- Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml.

- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

- AstraZeneca diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

Kombinasi untuk booster pertama Moderna

- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

- Pfizer diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,15 ml.

Kombinasi untuk booster pertama Janssen (J&J)

- Janssen (J&J) diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Pfizer diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Moderna diberikan separuh dosis (half dose) atau 0,25 ml.

Kombinasi untuk booster pertama Sinopharm

- Sinopharm diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

- Zivifax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml.

Kombinasi untuk booster pertama Covovax

- Covovax diberikan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml. (Iam). (RO/OL-09)

Baca Juga

Ist

Peringati Hari Ibu Nasional 2022, PPLIPI Gelar Berbagai Kegiatan

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 14:04 WIB
Ketua Umum PPLIPI Hj. Dra. Indah SDA, MBA, mengatakan tujuan diadakan kegiatan ini untuk bisa memaksimalkan peran Ibu dalam kehidupan...
Ist/Kemenaker

Genjot Penyaluran BSU, Kemenaker Perkuat Sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan PT Pos

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:47 WIB
Kemenaker berharap agar BSU dapat tersalurkan seluruhnya sebelum batas akhir pengambilan BSU yaitu 20 Desember...
Ist

Mahasiswa Polteksos Buat Senyum Para Korban Bencana Gempa di Cianjur 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 07 Desember 2022, 13:39 WIB
Di desa lain para mahasiswa mendampingi ibu-ibu untuk bisa mandiri memasak tanpa tergantung oada dapur...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya