Senin 21 November 2022, 16:27 WIB

KLB Polio Harus Diikuti Langkah Nyata untuk Membangun Imunitas

Mediaindonesia.com | Humaniora
KLB Polio Harus Diikuti Langkah Nyata untuk Membangun Imunitas

Antara/Irwansyah Putra.
Petugas kesehatan Puskesmas Ulee Kareng memperlihatkan vaksin polio tetes (oral poliomyelitis vaccine) yang diberikan kepada balita.

 

PENETAPAN Kejadian Luar Biasa (KLB) polio harus segera diikuti upaya pencegahan masif lewat percepatan pencapaian target imunisasi polio dan peningkatan literasi masyarakat terkait pencegahan penyakit polio. 

"Indonesia telah mendapatkan sertifikat bebas polio dari WHO pada 2014. Ditemukan kasus polio di Aceh harus menjadi perhatian semua pihak untuk mengambil langkah segera untuk mengatasinya," kata Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/11). 

Catatan Kementerian Kesehatan saat ini sebanyak 415 Kabupaten/Kota di 30 provinsi di Indonesia masuk dalam kriteria risiko tinggi polio karena rendahnya imunisasi, termasuk di Aceh, yang ditemukan kasus polio pada anak usia 7 tahun 2 bulan di awal Oktober 2022. Berdasarkan laporan data imunisasi rutin per Oktober 2021, cakupan imunisasi dasar lengkap baru mencapai 58,4% dari target 79,1%.

Kebijakan KLB polio di Indonesia dilaporkan terakhir terjadi pada 2005-2006 untuk virus polio tipe 1 yang berasal dari Timur Tengah. KLB ketika itu terjadi di 10 provinsi dan 47 kabupaten/kota di seluruh Indonesia dengan total kasus yang dilaporkan sebanyak 305. Dalam perjalanannya, Indonesia sukses mengatasi penyebaran polio dan menerima sertifikat bebas polio dari WHO pada 27 Maret 2014.

Kasus polio di Aceh, menurut Lestari, harus menjadi alarm pengingat para pemangku kepentingan untuk secara konsisten mendorong masyarakat agar mendapatkan imunisasi dasar dengan tepat waktu. Mekanisme untuk memenuhi kebutuhan imunisasi dasar, termasuk imunisasi polio pada anak, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, harus benar-benar dijalankan dan dipantau capaiannya secara tertib. 

Rerie yang juga anggota Komisi X DPR dari Dapil II Jawa Tengah itu juga menyayangkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam upaya memenuhi kebutuhan imunisasi dasar kepada anak dan balitanya. Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap ada program percepatan pemenuhan imunisasi dasar, yang saat ini kondisinya terbilang rendah dan berisiko tinggi di sejumlah kabupaten/kota. 

Menurut Rerie, kolaborasi yang kuat antara para pemangku kepentingan, masyarakat dan dunia usaha harus segera dibangun, untuk mewujudkan peningkatan daya tahan tubuh setiap anak bangsa lewat program dan gerakan bersama. Inkonsistensi kita, tegas Rerie, dalam membangun kesehatan anak bangsa akan berdampak pada rendahnya daya tahan bangsa ini di masa datang yang penuh dengan tantangan. (OL-14)

Baca Juga

Freepik.

Kenali Ciri-ciri Kanker Payudara Stadium Awal, Sebelum Terlambat

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 05 Desember 2022, 15:09 WIB
Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak dialami oleh masyarakat...
MI/Agus Mulyawan

Wapres Minta Pemda dengan Potensi Bencana Segara Lakukan Antisipasi

👤Mediaindonesia 🕔Senin 05 Desember 2022, 15:03 WIB
Hal itu disampaikan Wapres menjawab pertanyaan wartawan tentang arahan kepada pihak terkait soal antisipasi terhadap bencana alam yang kian...
Ilustrasi.

Ukuran Normal Trigliserida dan Cara Menurunkan

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Senin 05 Desember 2022, 14:58 WIB
Sebagian besar trigliserida berasal dari makanan, seperti mentega, minyak goreng, daging berlemak, keju, krim, gula dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya