Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
TIAP tahap tumbuh kembang anak memiliki masalah masing-masing. Hal tersebut harus dipelajari oleh orangtua.
"Memang anak itu punya problem di masing-masing usia. Dia punya proses bertumbuh dan berkembang," ujar Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) dalam satu acara di Jakarta, Kamis (10/11).
Piprim mengatakan pada usia 0-1 bulan, bayi butuh beradaptasi dari peralihan antara perut ibu dan dunia tempatnya kini berada. Pada masa 0-6 bulan, bayi juga harus diberikan imunisasi dan ASI eksklusif. "Pada masa ini ibunya harus didukung oleh orangtua dan sekitarnya untuk tidak mengganggu dengan pemberian sufor (susu formula) dan lain-lain, ya boleh jika memang ada situasi tertentu tetapi default seharusnya bayi itu ASI eksklusif," katanya.
Ia menjelaskan memasuki usia 6 bulan, masalah yang akan dihadapi oleh orangtua adalah pemberian makanan pendamping ASI atau MPASI. Menurutnya, ada tipe anak yang selalu membuka mulutnya saat diberi makan, tetapi ada juga yang menolak. Ia menyarankan kepada para orangtua untuk mencari informasi nutrisi yang dibutuhkan untuk menstimulasi tumbuh kembang anak dan mencegah terjadinya stunting.
"Saya kira ini butuh informasi-informasi, bagaimana memberi responsible feeding, misal anak belum lapar tetapi sudah dikasih makan. Anak sudah kenyang disuruh habisin makanannya, makanya dia jadi diemut karena ini adalah bentuk perlawanannya," ujarnya.
Memasuki usia 1-3 tahun, permasalahan yang akan dihadapi oleh orangtua akan berbeda lagi. Pada periode ini, orangtua diharapkan dapat memberikan banyak stimulasi untuk merangsang perkembangan kecerdasan serta emosi.
Menstimulasi anak untuk bisa berjalan atau berbicara mungkin akan terlihat sepele. Namun jika anak mengalami keterlambatan, maka akan memengaruhi perkembangan yang lain. "Dari duduk, merangkak, berjalan, stimulasinya seperti apa, orangtua butuh diajari. Soal bicara, soal refleksnya, perkembangan kecerdasan, perkembangan emosinya. Kalau tantrum harus bagaimana. Nanti usia anak sekolah problemnya beda lagi. Soal pertumbuhan ini perlu diajarkan," kata Piprim.
Hal yang tidak kalah penting untuk diajarkan kepada anak ialah mengenai budi pekerti, sopan santun, dan tata krama. Memenuhi kebutuhan materi anak memang diperlukan, tetapi nilai-nilai akhlak juga memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak terlebih ketika memasuki usia dewasa. "Budi pekerti dan akhlak sangat dibutuhkan, seperti tidak membentak orangtua, tidak mem-bully teman, itu perlu diajarkan. Jadi bukan hanya memberi materi pada anak tetapi juga perlu memperhatikan aspek lain yang diperlukan anak," katanya. (Ant/OL-14)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Inisiatif ini mempertegas komitmen platform dalam melibatkan orangtua secara langsung untuk menyusun kebijakan dan pengembangan Roblox di masa depan.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Untuk menyiasati dampak negatif FOMO, kunci utamanya justru terletak pada fondasi yang dipupuk sejak dini di lingkungan keluarga.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved