Senin 07 November 2022, 20:02 WIB

LaNyalla Paparkan Kedaulatan Ekonomi Pancasila di UIN Jakarta

mediaindonesia.com | Humaniora
LaNyalla Paparkan Kedaulatan Ekonomi Pancasila di UIN Jakarta

Ist
Ketua DPD RI AA LaNyalla M Mattalitti menyampaikan kuliah umum secara virtual di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Senin (7/11).

 

KETUA Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengutip sebuah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan Ahmad untuk memaparkan bagaimana kedaulatan ekonomi di Republik ini harus diimplementasikan.
 
Hal itu disampaikan LaNyalla secara virtual pada acara Pelantikan dan Rapat Kerja Nasional Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah se-Indonesia, Senin (7/11), di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
 
"Sistem ekonomi Pancasila sudah sangat jelas, negara harus berkuasa penuh atas bumi air dan kekayaan yang terkandung di dalamnya. Termasuk, menguasai cabang-cabang produksi yang penting bagi hajat hidup orang banyak," kata LaNyalla dalam keterangan yang diterima, Senin.
 
Menurutnya, konsepsi ekonomi Pancasila sejalan dengan konsep ekonomi Islam, di mana public goods dikategorikan dalam tiga sektor strategis yaitu air, ladang atau hutan, dan api atau energi. Ketiganya pun harus dikuasai negara.
 
"Bahkan dalam hadis riwayat Ahmad, diharamkan harganya. Artinya, tidak boleh dikomersialkan menjadi commercial goods. Seperti tertulis dalam hadis itu yang artinya 'umat Islam itu sama-sama membutuhkan untuk berserikat atas tiga hal, yaitu air, ladang, dan api dan atas ketiganya diharamkan harganya'," tegas LaNyalla.
 
Contoh konkret dalam perspektif di atas adalah bagaimana sahabat Usman bin Affan diperintahkan oleh Rasul untuk membeli sumur air milik seorang Yahudi di Madinah saat itu, yang kemudian setelah dibeli, dia gratiskan airnya untuk seluruh penduduk Madinah. Sampai hari ini, sumur itu dikenal dengan nama sumur Usman.


Baca juga: Wapres Berharap Universitas Darunnajah Jadi Rujukan Islam Moderat

 
"Sehingga ekonomi Indonesia dijalankan dengan tiga pilar utama yakni koperasi atau usaha rakyat, perusahaan negara dan swasta, baik nasional maupun asing," papar LaNyalla dalam kegiatan yang mengusung tema 'Reformasi Hukum Indonesia: Wajah Hukum adalah Wajah Peradaban'.
 
Dalam hal pembagian, Senator asal Jawa Timur itu menilai terdapat garis demarkasi tegas antara wilayah public goods dan commercial goods, serta irisan di antara keduanya. Sehingga terjadi public, privat, people, and partnership.
 
"Rakyat harus berada dalam posisi sebagai bagian dari pemilik kedaulatan atas wilayah, termasuk sumber daya di daerahnya. Sehingga keterlibatan rakyat itu mutlak dan wajib jika kita membaca konsep ekonomi usaha bersama yang dirumuskan para pendiri bangsa kita," ujarnya.
 
Dikatakan, hal itu merupakan sistem asli yang lahir dari pemikiran luhur para pendiri bangsa, yang berbeda dengan isme-isme yang ada saat itu, seperti liberalisme di barat atau komunisme di timur.
 
"Oleh karena itu, saya menawarkan peta jalan untuk mengembalikan kedaulatan dan kesejahteraan rakyat dengan cara kita kembalikan UUD 1945 naskah asli, untuk kemudian kita sempurnakan kelemahannya dengan cara yang benar, bukan diganti total seperti saat amendemen 1999-2002 silam," tandasnya.
 
Sebab, hari ini, imbuhnya, Indonesia perlahan tapi pasti, menjadi bangsa yang individualis, liberal, sekuler, dan kapitalistik. (RO/OL-16)
 

Baca Juga

Ist

Peduli Kelestarian Alam, Prasetiya Mulya Menanam 1.454 Bibit Mangrove

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 16:48 WIB
Universitas Prasetiya Mulya melakukan tindakan nyata melalui gerakan menanam bibit mangrove sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan...
Ist

Tingkatkan Program Pasar Bebas Plastik, GIDKP Gandeng Ormas Aisyiyah

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 16:35 WIB
Program Pasar Bebas Plastik berhasil mengurangi penggunaan kantong plastik berukuran kecil dan besar sebesar 6% dan...
Antara

Jenazah Korban Helikopter Polri yang Jatuh Kembali Ditemukan

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Selasa 29 November 2022, 16:34 WIB
Hingga saat ini, masih ada dua kru helikopter milik Polri yang belum ditemukan, yakni pilot bernama AKP Arif Rahman Saleh dan mekanik...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya