Senin 07 November 2022, 14:27 WIB

Hebat! TiDAR dan Ocean's Integrity Angkut Lebih dari 100 Ton Sampah dalam 6 jam dari Sungai Cisadane!

mediaindonesia.com | Humaniora
 

TUNAS Indonesia Raya (TIDAR) bersama Ocean's Integrity melakukan uji coba teknologi jaring baru yang dimiliki oleh pendiri Ocean's Integrity (RIO), Kieran Kelly. Jaring ini berguna untuk menarik limbah yang terhanyut di Sungai Cisadane sebelum masuk ke laut.

Indonesia sebagai salah satu kontributor limbah maritim terbesar di dunia menjadi salah satu alasan inisiatif ini dijalankan.

"Musim hujan telah tiba dan banjir mulai melanda kembali. Kita semua tahu Indonesia punya permasalahan sampah dan selama ini banyak yang bicara tentang pencegahan dari segi pemilahan sampah dan pengurangan penggunaan plastik sekali pakai. Tapi adakah yang betul-betul fokus mengumpulkan sampah yang sudah terlanjur hanyut di sungai kita dan bahkan sudah masuk ke laut? Belum banyak," ujar Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, Ketua Umum TIDAR.

Ocean's Integrity memiliki jaring raksasa berukuran 120 x 20 x 280 m dengan sistem baru dan teknologi yang dapat menyaring bahkan plastik mikro yang masuk ke dalamnya.

"Paru-paru dunia bukan hanya pohon, tapi justru plankton lebih lagi," sambut Kieran dengan logat Inggris Irlandianya. "Riset menunjukkan plankton telah mati dalam skala yang sangat besar akibat plastik mikro yang ada di laut. Artinya kadar oksigen kita akan sangat terdampak. Jaring MPED atau Micro-Plastic Elimination Device ini dapat menyaring sampah sampai level mikro. Jika diproduksi dalam jumlah banyak dan dengan ukuran berbeda-beda kita bisa mengatasi permasalahan limbah maritim secara serius."

"Awalnya, kita kira akan mengangkut sekitar 6 ton sampah dengan MPED ditaruh dalam sungai Cisadane selama 6 jam," tutur Sara, panggilan akrab mantan Anggota DPR RI itu. "Tapi lihat! Dari dokumentasi yang baru saja kita dapatkan, ini pasti lebih dari 100 ton!"

Sara dan Kieran berharap MPED bisa dilihat sebagai salah satu solusi nyata untuk permasalahan sampah dan krisis iklim. Mereka siap bekerja sama dengan para aktivis lingkungan hidup serta filantropis lintas sektor untuk memastikan MPED ada di setiap aliran air seperti sungai, kali, dan bahkan drainase di Indonesia dan dunia. (OL-10)

Baca Juga

MI/FURQON ULYA HIMAWAN

Jaga Kelestarian Anggrek Hutan Merapi, Puluhan Mahasiswa Yogyakarta Lakukan Konservasi

👤Furqon Ulya Himawan 🕔Minggu 04 Desember 2022, 23:20 WIB
Kampanye konservasi anggrek dilakukan dengan cara mengembalikan berbagai jenis anggrek khas Merapi ke dalam...
Ist

KAMPAK Dukung Upaya Hukum Mahasiswa Apoteker Cari Keadilan

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:19 WIB
KFN menyalahi tugasnya dengan membentuk Panitia Nasional Uji Kompetensi Apoteker Indonesia (PN UKAI) sebagai lembaga yang menentukan...
DOK.MI

Angka Kasus Harian Covid-19 Bertambah Jadi 2.548 Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 21:00 WIB
Dengan adanya penambahan kasus harian itu maka total kasus terkonfirmasi positif sejak Maret 2020 berjumlah 6.680.203...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya