Jumat 28 Oktober 2022, 16:35 WIB

Geruduk Kemenkes, Buruh Demo Tuntut Menkes-Kepala Badan POM Mundur

Dody Soebagio (MGN), Narendra Wisnu Karisma (SB) | Humaniora
Geruduk Kemenkes, Buruh Demo Tuntut Menkes-Kepala Badan POM Mundur

MGN/Dody Soebagio
Geruduk Kemenkes, Buruh Demo Tuntut Menkes-Kepala Badan POM Mundur

 

MASSA buruh dan organisasi serikat pekerja menyuarakan sejumlah tuntutan dalam aksi unjuk rasa di Kantor Kementerian Kesehatan pada Jumat (28/10/2022). Poin utamanya mendesak Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala Badan POM Penny Lukito mengundurkan diri.

Mereka menilai kedua petinggi tersebut telah kebobolan sehingga terjadi musibah yang telah merenggut ratusan nyawa anak Indonesia. Langkah mundur disebut sebagai bagian dari komitmen dan tanggung jawabnya. 

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Wisatawan Diminta Waspada

"Kami meminta Menteri Kesehatan dan Kepala Badan POM bersikap ksatria untuk mundur atas banyaknya orang yang meninggal dunia," seru Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, Jumat (28/19/2022).

Pemerintah, kata dia, tidak cepat tanggap melihat situasi sehingga ratusan anak meninggal akibat mengonsumsi obat yang di dalamnya terdapat kandungan zat berbahaya.

"Menteri Kesehatan seperti tidak punya feeling dan insting sebagai seorang petinggi di dalam departemen kesehatan," ujar Iqbal.

"Kepala BPOM juga lalai. Meski telah mengatakan semua memenuhi prosedur, faktanya senyawa berbahaya bisa lolos dikonsumsi anak-anak hingga banyak yang meninggal dunia," imbuhnya.

Selain itu, buruh juga menyuarakan empat tuntutan lainnya. Mereka meminta pemerintah mengusut tuntas kasus meninggalnya ratusan pasien anak akibat gangguan ginjal akut di Indonesia.

Tuntutan berikutnya ialah mendesak dilakukannya investigasi terpadu terhadap industri obat-obatan yang diduga menjadi penyebab gagal ginjal akut. Pemerintah juga diminta membentuk tim pencari fakta nasional. 

"Harus ada investigasi menyeluruh pada pabrik-pabrik obat farmasi besar. Jangan mengedepankan komersialisasi, harus dibuat tim pencari fakta dari Komnas HAM, Komnas anak, dan ahli-ahli atau guru besar farmakologi dari universitas terkemuka," kata Iqbal.

Terakhir, demonstran meminta kejadian ini segera ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) gagal ginjal akut. (Ren/A-3)

Baca Juga

DOK/SMKN 2 GARUT

Paskibra SMKN 2 Garut Gulirkan Inovasi Pasheman'90

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 28 November 2022, 23:40 WIB
Pertunjukan Pasheman'90 yang atraktif, mampu menghapus stigma kaku  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka...
DOK/SMKN 1 GARUT

Inovasi Sabun Cuci Tangan SMKN 1 Garut Dorong Kemandirian Warga

👤Bayu Anggoro 🕔Senin 28 November 2022, 23:25 WIB
Pembuatan sabun cuci piring dihasilkan oleh siswa-siswi SMKN 1 dari Kompetensi Keahlian Farmasi Klinis dan Komunitas...
Dok NasDem

NasDem Setiap Hari Pasok Ratusan Tempe Azaki ke Dapur Umum Korban Gempa Cianjur

👤Media Indonesia 🕔Senin 28 November 2022, 23:10 WIB
PASOKAN kebutuhan buat masyarakat terdampak gempa Cianjur terus dilakukan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya