Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis mata anak mengatakan juling atau strabismus pada bayi dapat dicegah dengan memberikan rangsangan agar saraf-saraf mata dapat bekerja dengan baik dan normal.
"Bayi 3 sampai 6 bulan bisa diberikan rangsangan agar tidak juling. Ini supaya saraf-sarafnya dapat bekerja dengan baik dan bekerja normal," ujar Ni Retno Setyoningrum, dikutip Rabu (19/10).
Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu kemudian mengatakan mata bayi yang baru lahir hanya dapat melihat cahaya saja. Di usia dua bulan, bayi mulai dapat melihat warna hitam, putih, dan abu-abu.
Baca juga: 43 Persen Pasien Diabetes Berisiko Alami Diabetik Retinopati
Memasuki usia 3 bulan, mata bayi mulai dapat melihat warna. Pada periode ini hingga 6 bulan, bayi harus diberikan rangsangan agar matanya tidak juling atau mengalami strabismus, di mana kondisi kedua bola mata melihat ke arah yang berbeda pada satu waktu.
"Saat proses itu, harus hati-hati kalau naruh mainan yang digantung-gantung itu jangan terlalu ke atas, nanti bayi akan melihat ke atas terus, ini bisa membuat juling," kata Retno.
Retno mengatakan menggantung mainan bayi pada tempat tidur atau bouncer sebaiknya berada di dekat kaki, agar bayi dapat melihat ke arah bawah.
Menurut Retno, saraf mata bayi akan bekerja sangat keras jika meletakkan mainan di atas kepala. Hal ini akan berisiko membuat mata menjadi juling.
"Bayi kan senang lihat sinar, kalau dia suka, dia melihatnya akan dipaksa. Terus kalau godain bayi juga jangan dari atas, posisi kita harus ada di depan dia, di bawah dia jadi dia melihatnya lurus ke bawah, ini untuk mencegah juling," katanya.
Sementara itu, bayi atau anak yang sudah terlanjur juling masih dapat diterapi agar matanya kembali normal.
Ada dua cara yang dapat dilakukan yakni menggunakan kacamata dan operasi. Menurut Retno, hal ini tergantung dari tingkat keparahan julingnya.
"Nanti dicek dulu tingkat julingnya, bisa diterapi kayak kacamata. Tapi memang harus sabar, sampai umur 12 tahun udah lurus kok, jadi enggak usah operasi. Kalau anak-anak bisa dibenarin," ujar Retno.
Retno meminta kepada para orangtua untuk lebih memperhatikan perkembangan mata anak. Apabila terdapat tanda-tanda mata juling, diharapkan langsung memeriksakan ke dokter mata.
"Umur 6 bulan matanya udah lurus, sebelum 6 bulan udah curiga juling, bawa ke dokter mata. Selain itu, perhatikan juga sampai usia 4 tahun, anak harus sudah sama dengan kita penglihatannya, kalau tidak bawa ke dokter mata,' pungkasnya. (Ant/OL-1)
Seiring bertambahnya usia kehamilan, ukuran bayi yang semakin besar akan memberikan tekanan mekanis pada pembuluh darah di sekitar panggul.
Bidan menjadi garda terdepan yang memastikan perempuan mendapatkan layanan kesehatan sejak masa kehamilan, persalinan, hingga perawatan bayi dan balita.
Banyak yang mengira masa remaja adalah fase pertumbuhan tercepat manusia. Ternyata, bayi tumbuh jauh lebih pesat.
Karakteristik rambut seseorang, baik pada bayi maupun orang dewasa, ditentukan oleh faktor internal dan eksternal yang jauh lebih kompleks daripada sekadar dicukur.
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (Perdoski) Jakarta menegaskan bahwa mencukur rambut bayi tidak berkaitan dengan pertumbuhan rambut yang lebih lebat.
Pemberian ASI dan susu formula mungkin hal yang kelihatannya sepele. Namun kita harus menjamin kebutuhan ibu yang memiliki bayi dalam situasi bencana.
Skrining mata anak bisa dilakukan sejak bayi apalagi ada riwayat keluarga yang memiliki mata juling.
"Fase kritis itu nol hingga delapan tahun, dengan tiga tahun pertama itu adalah fase yang paling kritis."
"Bila kacamata tidak dapat menghilangkan juling sepenuhnya, maka operasi juling perlu dilakukan untuk menghilangkan juling yang belum terkoreksi."
Strabismus terjadi akibat gangguan atau kelemahan pada kontrol otak terhadap otot mata sehingga bola mata tidak berada pada posisi yang sejajar satu sama lain (neuromuscular weakness).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved