Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMEN rokok elektrik kini semakin paham dan lebih teliti dalam memilih produk vape. Produk dengan standar kualitas yang baik akan meningkatkan kepuasan pelanggan dan memastikan efek kontrol secara berkelanjutan.
Itu disampaikan Ketua Konsumen Vape Berorganisasi (Konvo) Hokkop Situngkir dalam diskusi bertajuk Bagaimana konsumen melihat produk vape yang beredar di masyarakat pada Sabtu (1/10) di Jakarta. "Upaya penyebaran informasi terkait kualitas rokok elektrik yang baik untuk para konsumen menjadi salah satu fungsi Konvo dan bentuk komitmennya terkait advokasi dan perlindungan konsumen," tutur Hokkop.
Pihaknya perlu berkolaborasi dengan konsumen secara langsung untuk tidak hanya menyebarkan informasi mendalam mengenai rokok elektrik, tetapi juga kualitas produk yang perlu dipantau. Ia dibantu pasangan Amanda Anette dan Kaka Boy yang aktif membahas rokok elektrik di laman Instagram pribadi dengan mendukung upaya agar konsumen berhati-hati dalam memilih kualitas yang ditawarkan industri.
"Jangan karena ramai dipakai lingkungan teman dengan embel-embel murah. Tetap perlu mengecek terlebih dahulu apakah produk tersebut legal dan aman tidak untuk dikonsumsi," ungkap Kaka Boy. "Kami percaya dengan diadakan acara seperti ini, perwakilan suara dari konsumen dapat dijadikan landasan oleh para industri dalam upaya memaksimalkan potensi manfaat vape yang tentu membantu perokok dewasa beralih dari rokok tembakau," ujar Hokkop.
Konvo mengadakan acara gathering itu dengan tujuan mengajak para konsumennya yang berumur legal untuk berkontribusi dalam menyuarakan pendapat konsumen secara langsung serta saling berbagi informasi terkait peredaran serta kualitas yang baik dari rokok elektrik. Gathering ini mendapatkan respons positif dari para konsumen vape di Jakarta.
"Harapan kami, dengan berbagi pendapat serta informasi secara terbuka ini diharapkan teman-teman perokok elektrik dapat mendapatkan informasi mengenai kualitas produk vape, menghindari produk terlarang dan palsu agar menjadi lebih bijak lagi dalam memilih produk dengan kualitas terbaik dari merek yang dapat dipercaya dan harga yang secara ekonomi memuaskan," tandas Hokkop. (RO/OL-14)
BNN RI menyarankan larangan penggunaan rokok elektrik (vape) di Indonesia karena 23,97% sampel liquid mengandung narkotika, berpotensi disalahgunakan untuk konsumsi narkoba.
BADAN Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali berhasil menyita ratusan kemasan liquid yang biasa digunakan untuk rokok elektrik karena mengandung sediaan narkotika.
Penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa aerosol dari vape mengandung zat berbahaya seperti partikel halus, logam berat, dan senyawa organik volatil yang dapat masuk
Kajian BRIN yang dirilis pada November 2025 menjadi rujukan awal penting dalam memperkuat landasan ilmiah bagi kebijakan pengendalian tembakau.
INDONESIA saat ini sedang menghadapi situasi meningkatnya jumlah perokok dengan prevalensi mencapai 7,2% dari jumlah penduduk. I
Maladewa resmi melarang generasi muda lahir setelah 2007 merokok, membeli, atau menjual tembakau.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved