Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DUNIA vape masih terus mengundang pro kontra dan sering diperdebatkan. Masalah kesehatan menjadi salah satu faktor yang sampai saat ini belum menemukan titik temu.
Untuk itu, PT Puf Sains Lab menciptakan nikotin herbal pertama di dunia
dengan jenama FB99+ yang cocok untuk diracik bersama formula e-liquid
apapun.
Perwakilan PT Puf Sains, Jeje, mengatakan, kebanyakan orang awam
berpikir bahwa vaping sama bahayanya dengan rokok, meskipun tidak
menggunakan tar dan zat berbahaya lainnya.
Hal ini dikarenakan kandungan nikotin pada e-liquid yang dianggap belum
100% aman untuk kesehatan. Terlebih, jika vaping menimbulkan efek
samping seperti batuk dan gatal di tenggorokan.
Namun, seiring berkembangnya teknologi, nikotin pada e-liquid nyatanya
bisa diciptakan dari bahan herbal alami dengan after taste yang tak
hanya nyaman dan lembut di tenggorokan, namun juga punya sensasi throat
hit yang nikmat melalui karya anak bangsa.
Dengan hak paten yang telah diakui di Indonesia, Eropa, Tiongkok, dan USA, FB99+ hadir sebagai pelopor nikotin dengan sensasi halus di tenggorokan yang menggunakan bioteknologi canggih.
"Kualitas nikotin akan terus terjaga sampai datang ke tangan konsumen. Beberapa produk e-liquid yang sudah menggunakan nikotin FB99+
di antaranya adalah Komodo, Aflo, dan Kuy by MOVI yang laris manis di
pasaran," katanya, Sabtu (1/10).
Sejak kemunculannya pada Maret 2022, PT Puf Sains Lab bersama produk nikotinnya FB99+ tak pernah berhenti berkarya untuk memaksimalkan
potensi anak bangsa. Salah satu penghargaan dari Rekor MURI pun sempat
diraih, yaitu 'Perusahaan Rokok Elektrik Pertama yang Memiliki Hak Paten di Indonesia dan Mancanegara'.
Tak heran jika produk nikotin FB99+ sangat pas untuk target pasar modern masa kini. "Dalam setiap tetes FB99+ terdapat kualitas nikotin
berstandar farmasi grade A yang diciptakan melalui proses bioteknologi
dengan menjaga keutuhan rasa nikotinnya," kata Jeje.
Hal inilah yang menjadi keunggulan tersendiri dari nikotin FB99+ yang
pada akhirnya mudah diterima di pasaran dan disukai oleh para vapers
Indonesia. Terutama bagi mereka yang ingin beralih dari rokok
konvensional ke rokok elektrik karena kepedulian mereka akan kesehatan.
"Sekarang, semua orang dapat menikmati sensasi nikmat pada e-liquid yang mengandung nikotin FB99+ tanpa rasa khawatir," katanya. (N-2)
Tim Pengkaji Kemenko PMK telah mengusulkan batasan kadar nikotin dan tar yang lebih rendah pada produk hasil tembakau.
Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menegaskan komitmen untuk menyerap seluruh aspirasi dari berbagai pemangku kepentingan.
Berbagai bentuk penolakan dan keberatan muncul dari berbagai elemen masyarakat dalam penyelenggaraan forum Uji Publik Kajian Penentuan Batas Maksimal Nikotin dan Tar.
Tjandra Yoga Aditama (PDPI) mengungkap alasan mengapa Ramadan adalah waktu terbaik berhenti merokok. Simak 7 tips medis untuk lepas dari kecanduan.
WHO menyebut lebih dari 100 juta orang kini menggunakan rokok elektrik termasuk sedikitnya 15 juta anak usia 13–15 tahun.
Meski banyak perokok sudah memiliki niat dan komitmen untuk lepas dari adiksi nikotin, gejala putus zat atau withdrawal effect seringkali menjadi penghalang terbesar.
Tidak sedikit orang yang ragu mengonsumsi herbal karena khawatir dapat memicu gangguan lambung.
Wacana herbal Indonesia menjadi produk unggulan sebenarnya telah muncul sejak 2000.
Penggunaan dan kepemilikan merek Kutus Kutus kini memiliki kepastian hukum final setelah Mahkamah Agung menguatkan putusan Pengadilan Niaga Surabaya.
Pengembangan Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) harus didukung. Itu karena TSTH2 merupakan bagian dari langkah mewujudkan ketahanan pangan.
Kolaborasi itu mempertemukan dunia akademik, terutama hasil riset herbal dan kosmetika UGM, dengan industri.
Vmalety, jamu herbal berbentuk serbuk dengan rasa mixberry yang menyegarkan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved