Sabtu 06 Agustus 2022, 11:55 WIB

Hasil Pemeriksaan Lesi Kulit Suspek Cacar Monyet Jawa Tengah Negatif

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Hasil Pemeriksaan Lesi Kulit Suspek Cacar Monyet Jawa Tengah Negatif

ANTARA/Raisan Al Farisi
Petugas menggunakan thermal scanner untuk memantau suhu tubuh penumpang yang tiba di Bandara Internasional Husein Sastranegara.

 

DIREKTUR Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengonfirmasi pemeriksaan cairan lesi kulit dari suspek cacar monyet di Jawa Tengah memperlihatkan hasil negatif.

"Pagi ini, hasil dari sampel lesi kulit negatif," katanya ketika dimintai konfirmasi, Sabtu (6/8).

Kemenkes, Kamis (4/8), menyatakan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel usap orofaring suspek cacar monyet di Jawa Tengah memperlihatkan hasil negatif.

Baca juga: Kondisi Pasien Suspek Cacar Monyet di Semarang tidak Terlalu Berat

Pengujian sampel cairan lesi kulit selanjutnya dilakukan untuk memastikan hasil pemeriksaan terhadap suspek cacar monyet yang diidentifikasi pada 19 Juli 2022 di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah dan hasilnya negatif pula.

Dengan demikian, sampai sekarang belum ada kasus penularan penyakit cacar monyet yang dikonfirmasi di Indonesia.

Ketua Satuan Tugas Monkeypox Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Hanny Nilasari mengatakan pemeriksaan spesimen lesi kulit merupakan salah satu faktor penentu dalam pendeteksian kasus cacar monyet.

"Lesi kulit itu yang paling tinggi sensitivitasnya jika dibandingkan dengan pemeriksaan orofaring," katanya dalam konferensi pers virtual yang diikuti dari Jakarta, Jumat (5/8).

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan status kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia akibat penularan penyakit cacar monyet.

Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit cacar monyet bisa menular dari binatang ke manusia melalui kontak langsung dengan darah, cairan tubuh, atau lesi kulit dan mukosa dari hewan yang terinfeksi virus penyebab cacar monyet.

Sedangkan penularan cacar monyet dari manusia ke manusia bisa terjadi akibat kontak dengan sekresi saluran respirasi, lesi kulit dari orang yang terinfeksi, atau benda-benda yang terkontaminasi virus.

Penularan penyakit itu ditandai dengan gejala demam, sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, serta munculnya ruam dan lentingan berisi nanah pada bagian tubuh seperti wajah, tangan, lengan, perut, badan, dan punggung. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok MI

350 Penyair Bakal Terlibat di Festival Sastra Internasional Gunung Bintan

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:16 WIB
Pemerintah Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) mendukung Festival Sastra Internasional Gunung Bintan yang diselenggarakan pada 24-26...
Ist

Dukung Pengurangan Emisi Karbon, Arwana Ceramics Gunakan PLTS Atap

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:09 WIB
Penggunaan PLTS Atap merupakan salah satu bentuk dukungan perusahaan untuk meningkatkan bauran energi terbarukan pada aktivitas...
Medcom .id

Pakar Sebut Varian BA.4.6 Lebih Menular Dibandingkan BA.5

👤Dinda Shabrina 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 14:07 WIB
Perkembangan ini juga tidak boleh dianggap remeh. Perlu diperiksa dengan amat cermat tentang kemungkinan ada tidaknya BA.4.6 di negara...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya