Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
CACAR monyet (Monkeypox) kembali mengejutkan dunia. Hingga 21 Juni 2022, tercatat 4.000 kasus monkeypox di seluruh dunia.
Satu bulan kemudian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah Cacar Monyet berstatus darurat kesehatan global, karena terlapor di 78 negara.
Adapun status ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan publik. Mulai dari asal mula penyakit, penularannya, gejala yang ditimbulkan, serta sejauh mana Indonesia mempersiapkan diri jika penyakit ini mengancam kesehatan penduduk.
Kepala Organisasi Riset Kesehatan BRIN Indi Dharmayanti menjelaskan bahwa cacar monyet mulai terungkap sejak 1970. Penyakit zoonosis ini disebabkan oleh virus Monkeypox, dengan dugaan reservoir, yakni kera, kelelawar dan tikus.
"Cacar Monyet merupakan penyakit langka yang bersifat endemik di Afrika Barat dan Tengah. Namun, telah menyebar ke negara non-endemis, seperti Eropa, Amerika dan Australia," ujarnya dalam seminar virtual, Selasa (2/8).
Menurutnya, riset memiliki peran vital dalam mengidentifikasi virus. BRIN pun proaktif merespon sejumlah isu kesehatan melalui riset dan inovasi. Mengingat, riset dan kajian ilmiah terbukti menjadi benteng dalam membatasi kepanikan masyarakat, akibat minimnya informasi terhadap penyakit menular.
“Cacar Monyet memang masih menjadi pertanyaan publik, karena informasi masih beragam. Oleh karena itu, riset terkait penyakit ini penting untuk diketahui publik, termasuk gejala dan apa yang perlu dipersiapkan,” imbuh Indi.
Peneliti Pusat Riset Kedokteran dan Praklinis Zulvikar Syambani Ulhaq menyebut salah satu pelajaran berharga yang dipetik dari pandemi covid-19, yakni riset kembali menjadi pilar dalam pencegahan penyebaran penyakit, termasuk Cacar Monyet.
“Walaupun mungkin kasus (monkeypox) belum ditemukan, perlu adanya kewaspadaan dan kesiapsiagaan yang baik. Untuk menghadapi apabila kasus ini muncul di Indonesia,” tutur Zulvikar.(OL-11)
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Rencana operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai upaya pencegahan akan dilaksanakan di enam provinsi rawan karhutla.
Indonesia telah berhasil menurunkan angka deforestasi sampai titik terendah pada tahun 2021-2022 sebesar 104 ribu ha.
Kolombia berencana mengurangi sebagian dari 166 kuda nil yang diimpor Pablo Escobar tahun 1980an guna mengendalikan populasinya di Sungai Magdalena.
Penerapan nilai ekonomi karbon diharapkan dapat menjadi mekanisme untuk menjadikan aksi-aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim lebih efektif, efisien, inklusif, dan transparan.
Tim BBPPTP Ambon melakukan kegiatan pengendalian hama dan penyakit busuk buah basah dan kering pada tanaman pala dengan peninjauan CPCL di tiga lokasi.
Kondisi air dan udara, terutama di Ibu Kota Jakarta, yang akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Polusi udaranya memburuk dan masuk dalam kategori tidak sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved