Senin 18 Juli 2022, 20:49 WIB

BKSDA Jateng Translokasi Sepuluh Satwa Endemik Asal Papua Barat

Atalya Puspa | Humaniora
BKSDA Jateng Translokasi Sepuluh Satwa Endemik Asal Papua Barat

ANTARA
Burung Mino Muka Kuning berada di kandang sebelum dilepasliarkan di taman wisata alam Papua Barat.

 

BALAI Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah melaksanakan kegiatan translokasi/pemulangan kembali satwa liar ke habitat aslinya. Kali ini, 10 ekor satwa liar dilindungi hasil penyerahan masyarakat, dipulangkan kembali ke Papua Barat. 

Tujuan translokasi satwa disesuaikan dengan asal habitatnya, yaitu provinsi Papua Barat melalui Balai Besar KSDA Papua Barat di Sorong untuk jenis Kasturi Kepala Hitam (Lorius lory) sebanyak satu ekor, Nuri Bayan (Eclectus roratus) sebanyak satu ekor, Kakatua koki (Cacatua galerita) sebanyak enam ekor, dan Kakatua raja (Probosciger aterrimus) sebanyak dua ekor.

Baca juga: Soal Blokir PSE, DPR Minta Kominfo Konsisten Menegakkan Aturan

Kepala Balai KSDA Jawa Tengah, Darmanto, menyampaikan bahwa penyerahan satwa dilindungi dari masyarakat kepada pemerintah perlu mendapatkan apresiasi yang sebesar-besarnya karena hal tersebut sebagai salah satu bentuk partisipasi masyarakat membantu pemerintah dalam upaya pelestarian satwa.

"Balai KSDA Jawa Tengah terus menggalakkan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan tentang perlindungan dan pelestarian jenis tumbuhan dan satwa liar kepada masyarakat di Jawa Tengah, baik secara formal maupun melalui media sosial serta meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan instansi terkait dalam hal pengawasan peredaran tumbuhan satwa liar di Povinsi Jawa Tengah," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (18/7). 

Proses translokasi satwa melibatkan para pihak yaitu Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang, Dinas Pertanian Kota Semarang, Balai Veteriner Kelas A Semarang, Balai Besar KSDA Papua Barat, serta PT. Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang dan Maskapai Garuda Indonesia CSC Semarang, serta mendapat dukungan penuh dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem melalui Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati di Jakarta.

Translokasi satwa ke Provinsi Papua Barat menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan dalam pengangkutannya telah dilengkapi dengan dokumen pendukung meliputi hasil uji PCR dan uji serologis dari Balai Veteriner Kelas A Semarang yang menyatakan bahwa semua satwa kondisi sehat/ bebas flu burung (Avian Influenza), surat keterangan kesehatan satwa (SKKH) dari Dinas Pertanian Kota Semarang, sertifikat kesehatan dari Balai Karantina Pertanian Kelas I Semarang dan surat angkut tumbuhan satwa liar dalam negeri (SATS-DN) dari Balai KSDA Jawa Tengah. (OL-6)

Baca Juga

Dok. Roemah Indonesia BV

Roemah Indonesia BV dan Menteri BUMN Erick Thohir Gelar Pasar Kopi di Eropa

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:38 WIB
Secara unik, acara besar itu akan membawa pengunjung mengenal perjalanan kopi Indonesia, mulai dari menyaksikan pameran sejarah produksi...
Ist

Rambut Rontok 60-100 Helai per Hari, Saatnya Konsultasi ke Dokter

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 13:22 WIB
Di seluruh dunia, sekitar 60% pria dan 50% wanita mengalami beberapa bentuk kerontokan rambut sehingga membutuhkan penanganan...
Ist

Gerakan Pramuka Solusi Atasi Kecanduan Gawai pada Anak dan Remaja

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 16 Agustus 2022, 12:42 WIB
Gerakan Pramuka yang biasanya dipenuhi dengan kegiatan alam, ketrampilan dan persaudaraan bisa mengalihkan perhatian sejenak dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya