Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 berpengaruh pada berbagai aspek, salah satu yang paling terdampak ialah sektor pariwisata. Untuk mejawab tantangan pariwisata pascapandemi, peneliti muda yang mengikuti Pekan Pemuda Inovasi dan Riset Nasional (PIRN) XX di Nusa Tenggara Barat (NTB) melakukan penelitian terkait dengan potensi pengembangan wisata di NTB agar bisa pulih.
"Jadi seperti di Gili Trawangan itu kan ada potensi pariwisata yang luar biasa, seperti menggerakkan penyewaan sepeda untuk wisatawan atau homestay. Itu para peserta teliti sebelum dan sesudah pandemi covid-19 kondisinya seperti apa," kata Koordinator Pembinaan Talenta Muda Riset dan Inovasi BRIN Yutainten di Mataram, NTB, Rabu (13/7).
Baca juga: 6 Kloter Jemaah Haji Pulang ke Tanah Air 15 Juli
Adapun, penelitian dilakukan di Gili Trawangan, Gili Indah dan Gili Meno. Para peneliti muda yang terdiri dari siswa SMP, SMA dan kelompok guru melakukan riset dan pendataan secara langsung ke tiga Gili pada Rabu (13/7). Diharapkan, nantinya hasil penelitian dapat memberikan masukan bagi pelaku usaha pariwisata maupun pemerintah daerah untuk kemajuan pariwisata NTB.
"Jadi pada saat pandemi ini kan tiga lokasi Gili kondisinya mati. Jadi kalau bisa diteliti, dikaji atau kita dapat mengetahui potensi, itu diharapkan bisa memajukan industri pariwisata," beber dia.
Selain melakukan kajian ekonomi, peserta PIRN XX juga meneliti berbagai masalah dan potensi sumber daya alam di tiga Gili tersebut. Penelitian yang dilakukan diantaranya pemanfaatan konservasi air, penelitian kualitas air dan potensi biota laut.
Nantinya, Yutainten berharap penelitian itu tidak hanya sebatas tertuang dalam secarik kertas. Ia berharap pemerintah daerah maupun kominitas dapat menindaklanjuti penelitian tersebut untuk kemudian menjadi input bagi pembuatan regulasi daerah atau menjadi panduan untuk kegiatan masyarakat produktif.
"Laporan penelitian itu akan menjadi basic yang kami kembalikan ke pemda dan komunitas yang terlibat sebagai narasumber untuk dipelajari atau direview kembali, apa itu bermanfaat bagi mereka. Kami harap program ini memang tidak berhenti setelah selesai penelitian," pungkas dia.
Pada kesempatan tersebut, Peneliti Ahli Utama BRIN yang juga sebagai instruktur penelitian dalam Pekan PIRN XX Dede Heri Yuli Yanto mengungkapkan, acara tersebut diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang andal dalam melakukan riset. Pasalnya, permasalahan yang banyak ditemui ialah banyak peneliti muda yang melakukan penelitian dengan ide yang tidak orisinil.
"Padahal, orisinalitas itu yang kita cari. Ide orisinil yang sifatnya nasional, ya. Bukan dalam lingkup sekolah. Di sini kita membentuk pola pikir mereka agar dapat melakukan riset dengan baik," ucap Dede. (OL-6)
Bima Arya mendorong pematangan konsep Green Island Nusa Penida yang harus terintegrasi dengan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) agar pembangunan berjalan terstruktur dan berkelanjutan.
Peran guru BK dan kepala sekolah sangat krusial dalam membantu siswa menentukan arah studi serta karier masa depan mereka.
Pelni Hadir pada Pameran Pariwisata Bangga Berwisata di Indonesia
Candi Muara Takus merupakan salah satu situs cagar budaya paling signifikan di Sumatra dengan nilai sejarah dan arkeologis yang sangat tinggi.
Direktur Utama PT AI Indonesia Sony Subrata meyakini bahwa teknologi AI dapat diterapkan secara nyata untuk memenuhi kebutuhan sektor pariwisata Indonesia.
INSTITUT Pariwisata (IP) Trisakti menyelenggarakan kegiatan International Guest Lecture dengan menghadirkan Ketua Otorita Administratif Khusus Oe-cusse Ambeno.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved