Senin 04 Juli 2022, 16:57 WIB

Daftar Nama Tarian, Daerah Asal, dan Gambar

Miskah Syifa Putri | Humaniora
Daftar Nama Tarian, Daerah Asal, dan Gambar

Antara/Iggoy el Fitra.
Seniman Syahrial bersama penari Sanggar Seni Aguang menampilkan tari Piring Suluh saat resepsi pernikahan tradisional di Nagari Sumpu.

 

INDONESIA merupakan salah satu negara yang memiliki banyak sekali aneka ragam bahasa, suku, dan adat istiadat. Kini ada 37 provinsi yang masing-masing memiliki keanekaragaman tersendiri. 

Salah satu keanekaragaman itu ialah tarian tradisional. Setiap provinsi memiliki tarian tradisionalnya masing-masing. Mau tahu lebih lanjut apa saja tarian tradisional tersebut? Yuk, simak uraian di bawah ini.

Pulau Sumatra

1. Tari Saman (Nanggore Aceh Darussalam)

tari saman berasal dari nanggro aceh

Tari Saman berasal dari Suku Gayo. Tarian Saman umumnya ditampilkan untuk memperingati hari-hari penting adat istiadat masyarakat Aceh.

Tari Saman juga ditampilkan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhamad SAW.

Tari Saman sangat dikenal dunia, bahkan UNESCO sudah menetapkan tari daerah ini sebagai Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity pada 2011.

Tarian ini dibawakan oleh sekelompok penari yang memiliki jumlah ganjil. 

Keunikan tarian ini ada pada suara yang berasal dari gerakan tangan para penari. Berbeda dengan gerakan tari lain dengan penarinya yang bergerak bebas, tari saman dibawakan oleh penarinya dengan duduk.

Tari tradisional lain dari Aceh yaitu Seudati, Pukat, Ratoh Duek, dan lainnya.

2. Tari Serampang Dua Belas (Sumatra Utara)

Tari Serampang Dua Belas berasal dari Sumatera Utara

Tari Serampang Dua Belas berasal dari Sumatera Utara

Tari Serampang Dua Belas bentuk penyajiannya dengan berpasangan. Bisa disebut tari berpasangan karena penari tari ini dilakukan oleh dua penari yakni laki-laki dan perempuan. 

Tema tari Serampang Dua Belas yaitu bertema erotik atau percintaan. Tari ini berkisah tentang pasangan kekasih yang berusaha mendapat restu dari kedua belah pihak orangtua yang pada akhirnya mendapat restu.

Tari tradisional lain dari Sumatra Utara, yaitu Baluse, Tor-Tor, dan lainnya.

3. Tari Tanggai (Sumatra Selatan)

Tari Tanggai berasal dari Sumatra Selatan

Tari Tanggai berasal dari Sumatra Selatan

Bentuk penyajian tari Tanggai yaitu berkelompok. Tari ini dibawakan oleh lima penari perempuan dengan kostum khas Provinsi Sumatra Selatan. 

Tema dari tari Tanggai ialah erotik atau pergaulan. Tari ini memberikan informasi kepada masyarakat luar daerah Sumatra Selatan bahwa masyarakatnya ramah dan pandai bergaul kepada pendatang. Tari tradisional lain dari Sumatra Selatan, yaitu Putri Bekhusek, Gending Sriwijaya, dan lainnya.

4. Tari Piring (Sumatra Barat)

Tari Piring berasal dari Sumatra Barat

Tari Piring berasal dari Sumatra Barat

Tarian ini dinamakan tari Piring karena penggunaan properti piring pada gerakan tariannya. Dahulu, tari Piring dilakukan para laki-laki dan perempuan untuk membawakan sesembahan bagi para dewa sebagai wujud rasa syukur terhadap panen yang melimpah.

Keunikan tarian itu ada pada gerakan penarinya yang cepat, atraktif, dan sangat indah dengan piring di tangan mereka yang sama sekali tidak terjatuh. Gerakan tarian ini dimulai dengan koreografi para penarinya dan meletakkan piring di tangan tanpa terlepas apalagi terjatuh. 

Para penari mulai bergerak ketika alat musik talempong dan saloang dibunyikan. Tari tradisional lain dari Sumatra Barat, yaitu Payung, Lilin, dan lainnya.

5. Tari Andun (Bengkulu)

Tari Andun berasal dari Bengkulu

Tari Andun berasal dari Bengkulu

Bentuk penyajian tari Andun yaitu berpasangan karena penarinya terdiri dari sepasang muda mudi dengan memakai baju adat daerah Bengkulu.

Tema tari Andun dari provinsi Bengkulu ialah erotik atau percintaan. 

Tari Andun menceritakan sepasang pria dan wanita yang sedang mencari pasangan hidupnya.

Tari tradisional lain dari Bengkulu, yaitu Bidadari Teminang Anak, Pukek, dan lainnya.

6. Tari Joget Lambak (Riau)

Tari Joget Lambak  berasal dari Riau

Tari Joget Lambak  berasal dari Riau

Bentuk penyajian tari Joget Lambak yaitu kelompok. Tari ini dipentaskan oleh sekelompok laki-laki dan perempuan sembari berbalas pantun. 

Tari Joget Lambak bertemakan pergaulan/erotik. Tari ini disebut tari pergaulan karena tari ini bertema pemuda dan pemudi yang mencari jati dirinya. 

Pemuda dan pemudi tersebut mencari pertemanan atau persahabatan. Tari tradisional lain dari Riau, yaitu Makan Sirih, Boria, dan lainnya.

7. Tari Tandak (Kepulauan Riau)

Tari Tandak berasal dari Kepulauan Riau

Bentuk penyajian dari tari Tandak yaitu berkelompok. Disebut tari kelompok karena dilakukan oleh dua kelompok pria dan wanita yang berbalas pantun lalu membentuk lingkaran. 

Tari Tandak bertemakan pergaulan atau erotik. Tari Tandak menceritakan tentang masalah dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Riau.

8. Jambi

Tari Rantak Kudo berasal dari Jambi

Tari Rantak Kudo berasal dari Jambi

Bentuk penyajian dari tari Rantak Kudo yaitu berkelompok. Tari ini dibawakan oleh kelompok penari yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan memakai pakaian adat khas Provinsi Jambi. 

Tema dari tari Rantak Kudo ialah pantomim. Disebut pantomim karena gerakan dalam tari Rantak Kudo menghentak-hentakan kaki seperti kuda/kudo dalam bahasa Kerinci. Tari tradisional lain dari Jambi, yaitu Sekapur Sirih, Selampir Delapan, dan lainnya.

9. Tari Melinting (Lampung)

Tari Melinting adalah tarian tradisional dari daerah Lampung

Tari Melinting adalah tarian tradisional dari daerah Lampung

Bentuk penyajian dari tari Melinting dilakukan oleh sekitar 5-8 penari laki-laki maupun perempuan yang memakai kostum adat dari Provinsi Lampung.

Tema dari tari Melinting ialah erotik atau pergaulan karena tari ini berisi masalah yang sering ditemui di dalam kehidupan sehari-hari. Tari tradisional lain dari Lampung, yaitu Jangget, Bedana, dan lainnya.

10.Tari Campak (Bangka Belitung)

Tari Campak adalah tarian dari daerah Bangka Belitung

Tari Campak adalah tarian dari daerah Bangka Belitung

Bentuk penyajian tari Campak yaitu berpasangan. Tari Campak dibawakan oleh dua penari laki-laki dan perempuan dibarengi dengan berbalas pantun. 

Tema dari tari Campak ialah erotik/percintaan. Jika lelaki kalah berbalas pantun, wanita itu menjadi pasangannya. 

Tari ini juga merupakan alternatif untuk mencari jodoh bagi yang belum punya kekasih. Tari tradisional lain dari Bangka Belitung, yaitu Sepen, Beripat, dan lainnya.

Pulau Kalimantan 

1. Tari Monong (Kalimantan Barat)

Tari Monong adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Barat

Tari Monong adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Barat

Bentuk tari penyajian dari tari Monong yaitu berkelompok. Tari ini sering dilakukan masyarakat di Kalimantan Barat. 

Penarinya campuran dari laki-laki dan perempuan. Tema tari monong ialah heroik. 

Bisa disebut heroik karena tari ini menggambarkan seseorang yang menyembuhkan salah seorang suku yang sedang jatuh sakit.

Tari tradisional lain dari Kalimantan Barat, yaitu Pingan, Jonggan, dan lainnya.

2. Tari Gong (Kalimantan Timur)

Tari Gong adalah tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Timur

Tari Gong adalah tarian yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Timur

Bentuk penyajian tari ini yaitu tunggal. Tari ini ditarikan oleh kaum wanita. 

Tema tari ini ialah pantomim. Tari ini menggambarkan kelemahlembutan seorang gadis bagai sebatang padi yang meliuk-liuk lembut ditiup oleh angin.

Tari tradisional lain dari Kalimantan Timur, yaitu Perang, Gantar, dan lainnya.

3. Tari Baksa Kembang (Kalimantan Selatan)

Tari Baksa Kembang adalah tarian tadisional yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Tari Baksa Kembang adalah tarian tadisional yang berasal dari daerah Provinsi Kalimantan Selatan

Bentuk penyajian dari tari ini ialah kelompok. Tari ini sering dibawakan oleh kaum wanita di Kalimantan Selatan. 

Tema dari tarian ini erotik. Tarian ini disebabkan ada putri raja yang memberikan setangkai bunga untuk seorang pangeran.

Tari tradisional lain dari Kalimantan Selatan, yaitu Radab Rahayu, Kuda Gepang, dan lainnya.

4. Tari Tambun dan Bungai (Kalimantan Tengah)

Tari Tambun dan Bungai berasal dari daerah Kalimantan Tengah

Tari Tambun dan Bungai adalah tarian tradisional dari daerah Provinsi Kalimantan Tengah

Bentuk penyajian tari ini yaitu berkelompok. Tari ini dilakukan oleh sekelompok perempuan. 

Tema tari ini ialah pantomim. Tari ini mengisahkan Tambun dan Bungai sebagai saudara dari ayah mereka yang merupakan adik-kakak. Tari tradisional lain dari Kalimantan Tengah, yaitu Manasai, Balian Dadas, dan lainnya.

5. Tari Magunatip (Kalimantan Utara)

Tari Magunatip adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Utara

Tari Magunatip adalah tarian yang berasal dari daerah Kalimantan Utara

Tarian adat ini khususnya dari wilayah Tarakan dan Malinau. Pada zaman dahulu, tari Magunatip diselenggarakan untuk latihan ketangkasan kaki ketika melompat dan menghindari rintangan.

Itu karena pada masa tersebut masih ada perang antarsuku. 

Dalam tarian adat yang satu ini, ada tiga kelompok pemain. Pertama, kelompok penjepit kaki memakai batang kayu. Kedua, kelompok penari yang menghindari penjepit kayu.

Ketiga, kelompok pemusik yang menggunakan alat musik tradisional berupa kendang dan gong. Tari tradisional lain dari Kalimantan Utara, yaitu Blunde, Bangun, dan lainnya.

Pulau Jawa 

1. Tari Rampak Bedug (Banten)

Tari Rampak Bedug adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Banten

Tari Rampak Bedug adalah tarian tradisional yang berasal dari daerah Banten

Bentuk penyajian tari Rampak Bedug yaitu berkelompok. Pembawa tari ini terdiri dari 5 penari laki-laki dan 5 penari perempuan yang mengenakan baju pesilat khas Banten. 

Tari ini diiringi oleh beberapa alt musik, salah satunya bedug. Tema dari tari Rampak Bedug ialah erotik atau pergaulan. 

Tari ini bertema pergaulan karena menceritakan kebersamaan masyarakat Banten dalam melaksanakan ibadah maupun menyambut datangnya bulan suci. Tari tradisional lain dari Banten, yaitu Grebeg Terbang Gede, Dzikir Saman, dan lainnya.

2. Tari Topeng Betawi (DKI Jakarta)

Tari Topeng Betawi adalah tarian yang berasal dari daerah DKI Jakarta

Tari Topeng Betawi adalah tarian yang berasal dari daerah DKI Jakarta

Tari Topeng Betawi biasanya dibawakan saat pertunjukan teater rakyat bersamaan dengan musik, nyanyian, bebodoran (lawak), dan lakon (drama).

Karena dipentaskan dalam teater, gerakan dalam tarian bersifat teatrikal. Tari tradisional lain dari DKI Jakarta, yaitu Yapong, Sirih Kuning, dan lainnya.

Baca juga: Mengenal Gambuh sebagai Sumber Tari Bali

3. Tari Jaipong (Jawa Barat)

Tari Jaipong berasal dari daerah Jawa Barat

Tari Jaipong berasal dari daerah Jawa Barat

Tari Jaipong merupakan salah satu tarian daerah yang berasal dari Jawa Barat. Tarian Jaipong ialah peleburan dari beberapa tradisional seperti pencak silat, ketuk tilu, wayang golek, dan lain sebagainya.

Tarian ini telah menjadi ikon kesenian daerah Jawa Barat.

Jaipong lahir dari sosok seniman kreatif dan bertangan dingin H Suanda pada 1976 di Karawang, Jawa Barat. Tarian ini dipertontonkan untuk menyambut tamu mancanegera yang berkunjung ke daerah Jawa Barat.

Gerakannya yang erotis dan vulgar membuat tarian ini menjadi perbincangan hangat di awal kemunculannnya.

4. Tari Gambyong (Jawa Tengah)

Tari Gambyong adalah tarian tradisional dari daerah Jawa Tengah

Tari Gambyong adalah tarian tradisional dari daerah Jawa Tengah

Tari Gambyong merupakan perkembangan Tari Tayub. Gambyong berasal dari nama penari Tari Tayub yang diundang Sri Sunan Pakubuwana untuk menciptakan tari penyambut tamu. 

Tari Gambyong sering digunakan sebagai penyambut tamu dan sebagai hiburan. Tarian ini menggambarkan kegembiraan.

Tarian tradisional ini juga digunakan sebagai sarana ritual upacara pertanian untuk kesuburan padi. Tari tradisional lain dari Jawa Tengah, yaitu Beksan Wireng, Gambir Anom, dan lainnya.

5. Tari Serimpi (DI Yogyakarta)

Tari Serimpi adalah tarian tradisional dari daerah DI Yogyakarta

Tari Serimpi adalah tarian tradisional dari daerah DI Yogyakarta

Konon, pada zaman dahulu tari Serimpi dipercaya membuat para penontonnya seolah sedang berada di alam mimpi.

Selain itu, suasana tari Serimpi cukup mistis karena ada bunga yang sengaja ditaburkan di lantai sebagai pelengkap penampilan penari.

Tari Serimpi biasanya diperagakan empatf penari untuk mewakili mimpi. Tari tradisional lain dari DI Yogyakarta, yaitu Kumbang, Srikandi Suradewati, dan lainnya.

6. Tari Reog Ponorogo (Jawa Timur)

Tari Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Tari Reog adalah tarian tradisional yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur.

Inti dari cerita tari Reog Ponorogo merupakan perang antara kerajaan Kediri dan kerajaan Ponorogo serta adu ilmu hitam antara keduanya.

Hal ini ditunjukkan dengan para penarinya yang 'kerasukan' saat mementaskan tarian.

Hingga kini, pertunjukan Reog umumnya dipentaskan di acara pernikahan, khitanan, dan hari besar nasional. Biasanya, pertunjukan Reog terdiri atas rangkaian 2 hingga 3 tarian pembukaan.

Tarian pertama biasanya diwakili oleh 6 hingga 8 laki-laki berpakaian hitam yang melambangkan pasukan singa yang gagah dan pemberani.

Sedangkan, tarian kedua dimainkan oleh 6 hingga 8 gadis yang menaiki kuda.

Pulau Nusa Tenggara & Bali 

1. Tari Kecak (Bali)

Tari Kecak adalah tarian yang berasal dari daerah Bali

Tari Kecak adalah tarian yang berasal dari daerah Bali

Tari Kecak menggambarkan cerita tentang tokoh pewayangan bernama Ramayana. Tarian daerah yang berasal dari Bali ini umumnya disebut sebagai tari Sanghyang yang dipertunjukkan ketika upacara keagamaan.

Tarian ini dimainkan sekelompok penari yang berjumlah 70 orang yang berbaris melingkar. Keunikan tarian ini terlihat dari para penarinya yang mampu dibakar api, tetapi masih kebal dan tak terbakar.

Para penari laki-laki meneriakkan kata, "Cak, cak, cak." Dari situlah nama tari Kecak diambil. Tarian tradisional lain dari Bali yaitu Pendet dan Barong.

2. Tari Cerana (Nusa Tenggara Timur)

Tari Cerana adalah tarian yang berasal dari daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur

Tari Cerana adalah tarian yang berasal dari daerah Kupang, Nusa Tenggara Timur

Tarian ini merupakan bentuk ucapan selamat datang atau tarian penyambutan dari Kupang, NTT.

Gerakan tari adat Nusa Tenggara Timur ini dilakukan oleh beberapa penari wanita dengan membawa wadah berbentuk kotak berisi sirih dan pinang. 

Tari Cerana merupakan salah satu yang sangat terkenal di Pulau Timor sebelah barat (wilayah Nusa Tenggara Timur) dan Pulau Rote.

Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara penyambutan tamu penting maupun rombongan wisatawan yang datang ke sana. Tari tradisional lain dari NTT, yaitu Caci dan Hopong.

3. Tari Buja Kadanda (Nusa Tenggara Barat)

Tari Buja Kadanda adalah tarian tradisional dari daerah Bima, Nusa Tenggara Barat

Tari Buja Kadanda adalah tarian tradisional dari daerah Bima, Nusa Tenggara Barat

Tari Buja Kadanda tepatnya berasal dari Bima, Nusa Tenggara Barat. Tari ini termasuk tari perang. 

Tarian perang ini menggambarkan dua prajurit yang sedang berperang sebagaimana gerakan penari. Tari asal Nusa Tenggara Barat ini biasanya dibawakan oleh dua penari pria.

Tari tradisional lain dari NTB, yaitu Gandrung dan Lenggo.

Baca juga: Tarian Aceh Dinikmati Warga Dunia

Pulau Sulawesi 

1. Tari Dana-Dana (Gorontalo)

Tari Dana-Dana adalah tarian khas daerah Gorontalo

Tari Dana-Dana adalah tarian khas daerah Gorontalo

Salah satu ciri khas tari Dana-Dana yaitu ditampilkan meliputi seluruh anggota badan dan menggambarkan pergaulan keakraban remaja agar solid.

Biasanya kesenian ini ditarikan pada saat hajatan berupa acara perkawinan atau pesta rakyat dan pergelaran seni budaya. 

Keunikan lain yaitu gerakan-gerakan yang dinamis mengikuti irama musik gambus dan rebana serta lagu berisi pantun bertemakan percintaan atau nasihat yang berhubungan dengan pergaulan remaja.

Tari tradisional lain dari Gorontalo, yaitu Saronde dan Langga.

2. Tari Patuddu (Sulawesi Barat)

Tari Patuddu adalah tarian dari daerah Sulawesi Barat

Tari Patuddu adalah tarian dari daerah Sulawesi Barat

Tarian adat tradisional Sulawesi Barat ini biasanya dibawakan oleh para penari wanita dengan gerakannya yang lemah gemulai dan menggunakan kipas juga busana khas daerah yang dikenakan para penari tersebut.

Makna terkandung dalam tarian itu ialah menggambarkan ungkapan rasa syukur dan gembira atas kedatangan para tamu.

Sesuai peruntukan dalam pementasannya tarian ini ditampilkan sebagai penyambutan atau hiburan sehingga ditampilkan untuk acara penyambutan tamu terhormat maupun tamu kenegaraan.

Tari tradisional lain dari Sulawesi Barat, yaitu Mappande Banua dan Bulu Londong.

3. Tari Pamonte (Sulawesi Tengah)

Tari Pamonte adalah tarian tadisional dari daerah Sulawesi Tengah

Tari Pamonte adalah tarian tadisional dari daerah Sulawesi Tengah

Tari Pamonte menggambarkan kebiasaan para gadis suku Kaili saat menyambut musim panen tiba.

Tarian ini akan ditampilkan oleh penari wanita dengan mengenakan pakaian petani pada umumnya. Sejarah mengatakan bahwa masyarakat setempat mulai mengenal tarian tersebut sejak 1957. 

Tari tradisional ini terinspirasi dari aktivitas gadis-gadis suku Kaili saat menyambut masa panen.

Tari tradisional lain dari Sulawesi Tengah, yaitu Dero dan Dopalak.

4. Tari Kabasaran (Sulawesi Utara)

Tari Kabasaran adalah tari yang berasal dari daerah Sulawesi Utara

Tari Kabasaran adalah tari yang berasal dari daerah Sulawesi Utara

Tarian tradisional yang unik dan berkarakter ini bisa ditemui di Minahasa, Sulawesi Utara.

Penari dengan kostum khas begitu juga gerakan berpadu senjata perang memberikan daya tarik tersendiri bagi yang melihat pertunjukannya. 

Dahulunya tarian ini ditampilkan atau diperankan oleh pria Minahasa dalam menjaga keamanan. Artinya, apabila ada ancaman para pria desa akan berubah menjadi prajurit.

Baca juga: Jalan Mudah untuk Perkuat Memori Berdasarkan Sains

Di masa kini dalam pementasannya gerakan tari oleh penari kabasaran terlihat energik yang melambangkan semangat seorang prajurit perang, tetapi juga dinamis mengikuti irama alat musik khas daerah.

Tari tradisional lain dari Sulawesi Utara, yaitu Maengket dan Tumatenden.

5. Tari Malulo (Sulawesi Tenggara)

Tari Malulo adalah tarian tadisional dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

Tari Malulo adalah tarian tadisional dari daerah Provinsi Sulawesi Tenggara

Budaya tari Malulo atau Lulo merupakan salah satu jenis kesenian yang berasal dari bahasa Tolaki. Tarian ini menggambarkan persahabatan.

Mengutip laman wikipedia dijelaskan filosofi tarian lulo ialah tarian persahabatan yang biasa ditujukan kepada muda-mudi suku Tolaki sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan.

Tarian ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk lingkaran. Tari tradisional lain dari Sulawesi Tenggara, yaitu Dinggu dan Mangaru.

6. Tari Kipas Pakarena (Sulawesi Selatan)

Tari Kipas adalah tarian tradisional dari daerah Pakarena Sulawesi Selatan

Tari Kipas Pakarena adalah tarian tradisional dari daerah Sulawesi Selatan

Tari Kipas Pakarena ialah salah satu ikon kebudayaan Sulawesi Selatan. Melansir laman disbudpar.sulselprov.go.id, tari tersebut sudah dikenal oleh masyarakat Gowa Sulawesi Selatan pada masa kerajaan Gantarang. 

Tari Kipas Pakarena dimainkan oleh empat penari wanita menggunakan iringan alat musik berupa gandrang dan puik-puik.

Menilik sejarahnya, tari Kipas Pakarena merupakan salah satu bentuk pemujaan kepada para dewa. Namun karena keunikannya, fungsi tarian ini lama-lama bergeser menjadi tarian hiburan.

Tari tradisional lain dari Sulawesi Selatan, yaitu Pajoge Maradika dan Pa'bitte Passapu.

Pulau Maluku & Papua 

1. Tari Soya-Soya (Maluku Utara)

Tari Soya-Soya adalah tarian dari daerah Maluku Utara

Tari Soya-Soya adalah tarian dari daerah Maluku Utara

Tari Soya-Soya memiliki penari terbanyak di antara tarian-tarian lain di Maluku Utara. Pasalnya, penari di dalam tarian ini bisa mencapai ribuan orang dan semuanya terdiri dari pria dewasa hingga anak-anak.

Tari Soya-Soya merupakan salah satu simbol dari perjuangan masyarakat Kayoa di Halmahera Selatan ketika berperang mengusir bangsa Portugis dari Bumi Maluku Utara.

Tari Soya-Soya berfungsi sebagai penyemangat pasukan tentara Sultan Babullah dalam berperang. Tari tradisional lain dari Maluku Utara, yaitu Tide-Tide dan Dengedenge.

2. Tari Saureka-reka (Maluku)

Tari Saureka-reka adalah tarian daerah dari Maluku

Tari Saureka-reka adalah tarian daerah dari Maluku

Tarian Saureka-reka menuntut kelincahan kaki dan fokus dari pemainnya. Tarian ini biasanya terdiri dari delapan penari yakni 4 laki-laki yang bertugas menghentakkan gaba-gaba dan 4 perempuan yang menari di antara gaba-gaba mengikuti irama tifa (alat musik seperti kendang khas Maluku) dan ukulele.

Tarian asli Maluku itu biasanya digunakan sebagai bentuk ucapan terima kasih atas anugerah kehidupan dan kesuburan dari Tuhan YME.

Selain itu, tarian ini juga ditampilkan pada acara-acara penyambutan tamu sebagai simbol rasa terima kasih dari penduduk kepada tamu tersebut karena telah berkenan berkunjung ke Maluku.

Tari tradisional lain dari Maluku, yaitu Lenso dan Cakalel.

3. Tari Sajojo (Papua Barat)

Tari Sajojo adalah tarian tradisional dari Papua Barat

Tari Sajojo adalah tarian tradisional dari Papua Barat

Tari Sajojo menjadi kebanggaan Papua Barat. Tari ini punya karakter yang sangat fleksibel. Tanpa unsur magis dan sakral pada tarian ini, membuat tari Sajojo sangat bebas ditampilkan pada acara manapun.

Dari semua tarian tradisional Papua barat yang ada, tari Sajojo inilah yang paling populer di antara tari tradisional lain. Beberapa acara TV lokal pun juga sempat menampilkan tari ini. 

Dengan tidak ada unsur sakral, tarian ini tidak akan melanggar aturan adat yang telah berlaku. Tari tradisional lain dari Papua Barat, yaitu Suanggi dan Musyoh.

4. Tari Perang Papua (Papua)

Tari Perang Papua adalah tarian dari daerah Papua

Secara definisi tari Perang Papua merupakan jenis tarian yang ditampilkan oleh penari pria secara berkelompok, biasanya dipentaskan oleh minimal 7 orang pria.

Tari Perang Papua umumnya digelar di tanah lapang saat petang menjelang malam hari. 

Tari Perang digunakan sebagai salah satu tarian penyambut wisatawan yang datang ke Papua. Tarian ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat Papua.

Hal itu disebabkan tidak hanya dimaknai sebagai gerakan tubuh saja tetapi juga bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. 

Demikianlah pembahasan lengkapnya. Semoga dengan ulasan tersebut bisa menambah wawasan dan pengetahuan. (OL-14)

Baca Juga

MI/HO

Hari Ini, KCCI akan Perkenalkan Permainan Tradisional Korea di Bekasi

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 07:15 WIB
KCCI akan memperkenalkan beberapa permainan tradisional yang sering dijumpai dalam variety show Korea, seperti Tuho, Jegi Chagi, Red Light...
MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.

PB IDI Dukung Regulasi Pelabelan Bisfenol A (BPA) pada Kemasan Plastik  

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 12 Agustus 2022, 04:45 WIB
“Selama ini, masyarakat hanya menyoroti pengaruh jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi terhadap kesehatan, namun mengabaikan...
ANTARA/Asprilla Dwi Adha

UI Pamerkan Bus Listrik Merah Putih di Hakteknas Ke-27

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:15 WIB
Rancangan teknologi bus listrik lahir dari ide periset yang berasal dari Fakultas Teknik UI, sementara perusahaan mitra berperan sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya