Minggu 03 Juli 2022, 13:15 WIB

PDGI Sebut Jumlah Dokter Gigi di Indonesia belum Ideal

Basuki Eka Purnama | Humaniora
PDGI Sebut Jumlah Dokter Gigi di Indonesia belum Ideal

MI/ANDRI WIDIYANTO
Dokter menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa gigi pasien anak di salah satu klinik di Kemang, Jakarta Selatan.

 

KETUA Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Usman Sumantri mengatakan jumlah dokter gigi di Indonesia saat ini masih kurang atau belum ideal.

"Jumlah dokter gigi semua ada 43 ribuan, itu termasuk dokter gigi yang umum dan spesialis. Yang spesialis itu 3.900 sekian. Jadi memang sangat sangat kurang. Karena itu, saya usul jumlah dokter giginya diperbanyak, jumlah lulusan dan jumlah penerimaan (mahasiswa)," kata Usman saat dijumpai di Jakarta, Sabtu (2/7).

Ia menjelaskan idealnya satu dokter gigi melayani 7.500 pasien, sesuai dengan rekomendasi WHO. Sementara kondisi persebaran dokter gigi di Indonesia masih jauh dari kata ideal, menurutnya, yakni satu dokter gigi melayani sekitar 12.000 lebih pasien atau 1:12.000.

Baca juga: Benarkah Cabut Gigi Atas Bisa Sebabkan Kebutaan?

"Jumlah lulusan itu 2.500-an per tahun dari semua Fakultas Kedokteran Gigi (FKG). Persoalannya, produksinya tidak banyak, 2.500 sampai 3.000 (lulusan) itu tidak cukup. Bahkan dokter umum itu sekitar 12.000 (lulusan) setahun," kata Usman.

Permasalahan lainnya, Usman mengatakan keberadaan dokter gigi, terutama dokter gigi spesialis, masih terpusat di daerah perkotaan dan tidak menjangkau ke daerah-daerah terpencil. Persebaran instansi pendidikan dokter gigi juga belum merata di Indonesia.

Mengingat permasalahan tersebut, ia mengatakan pihaknya ingin mendorong pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk memperbanyak program studi kedokteran gigi dan memperbanyak studi yang melahirkan dokter gigi spesialis.

"Itu (dokter gigi spesialis) masalah sekali karena terkait dengan sistem rujukan. Pasien dilayani di klinik atau puskesmas, nanti dia bisa ke rujukan. Nah, kalau di rujukan itu tidak ada spesialis kan percuma juga, ada biaya tapi tidak ada spesialis," katanya.

Usman memandang persoalan mengenai persebaran dokter gigi yang belum merata tersebut membuat masyarakat kesulitan untuk mengakses layanan perawatan dokter gigi secara rutin.

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan sebanyak 57% masyarakat Indonesia mengalami permasalahan gigi dan mulut, namun hanya 10,2% yang berkunjung ke dokter gigi untuk memeriksakan diri.

Selain persebaran, Usman juga berpendapat anggapan biaya perawatan gigi yang mahal serta ketakutan tersendiri terhadap dokter gigi juga menjadi faktor lain yang mendorong masyarakat masih enggan untuk memeriksakan diri ke dokter gigi. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Pribadi

Ini Salah Satu "Rahasia" Waroeng Steak and Shake Terus Berkembang

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:47 WIB
Video itu pun mendapatkan banyak tanggapan positif warganet yang juga ikut membuka rahasia "amalan" Waroeng Steak and...
Ist

Dukung Tumbuh Kembang Anak dengan 'Quality Time' di Akhir Pekan

👤Eni Kartinah 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:36 WIB
Psikolog anak dan keluarga Vera Itabiliana menjelaskan bahwa keluarga merupakan sumber inspirasi dan kebahagiaan buah...
DOK @limofficial_lirboyo di Instagram.

Keutamaan Nama Allah Dibandingkan dengan Asmaul Husna yang Lain

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 08 Agustus 2022, 21:12 WIB
Allah merupakan namanya yang termasyhur dan paling agung. Lafal Allah biasanya disebut dengan ismu al jalalah atau lafdzu al...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya