Senin 27 Juni 2022, 12:48 WIB

Pengunjung Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi

Atalya Puspa | Humaniora
Pengunjung Taman Nasional Komodo Bakal Dibatasi

Antara
Seekor komodo berada di Pulau Rinca, kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur.

 

Pemerintah berencana untuk melakukan pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur maksimal 200 ribu pertahun. Hal itu dilakukan untuk melestarikan ekosistem kawasan konservasi, meningkatkan nilai ekonomi wilayah secara berkelanjutan dan memberdayakan sosial ekonomi masyarakat lokal.

"Tren kunjungan ke Taman Nasional Komodo meningkat, kalau kita lihat di masa sebelum pandemi covid-19, yakni dari 2017 sampai 2019. Dengan tren jumlah kunjungan yang meningkat, apabila tidak dimanage dengan baik akan memengaruhi outstanding universal value (OUV)," kata Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong di Gedung Manggala Wanabakti, Senin (27/6).

"Untuk itu perlu adanya perhitungan daya dukung dan daya tampung TN Komodo demi keberlangsungan ekosistem TN Komodo," tambah dia.

Berdasarkan data dari KLHK, jumlah wisatawan di TN Komodo meningkat pesat setiap tahunnya. Pada 2016 tercatat wisatawan di TN Komodo berjumlah 100 ribu. Lalu pada tahun 2019 jumlah wisatawan mencapai 221 ribu.

Ia mengungkapkan, dalam melakukan pembatasan tersebut, nantinya pihaknya akan menerapkan sistem digitalisasi bagi seluruh wisatawan yang datang. Sistem tersebut akan mulai diuji coba mulai 1 Agustus 2022 mendatang.

"Jadi kita harus sosialisasikan terlebih dahulu seperti apa. Kita uji coba dulu. Baru nanti diberlakukan. Kalau memang sudah oke. Digitalisasi ini penting supaya orang tidak ujug-ujug datang ke sana minta masuk. Digitalisasi ini dilakukan untuk memesan tiket dan kita bisa mengatur berapa jumlah orang yang akan masuk," beber Alue.

Pada kesempatan itu, Koordinator Pelaksana Program Penguatan Fungsi Pulau Komodo, Pulau Pasar dan Kawasan Perairan Sekitaranya Carolina Noge mengungkapkan, saat ini pihaknya bersama dengan KLHK dan akademisi tengah melakukan pembahasan bagaimana nantinya pembatasan wisatawan itu akan berjalan. Selain itu, pihaknya juga masih menghitung berapa biaya yang akan dipatok bagi wisatawan untuk bisa mengunjungi TN Komodo.

"Untuk biaya konservasi TN Komodo dari setiap adanya kunjungan berkisar antara Rp2,9 juta sampai Rp5,8 juta. Kita masih hitung berapa komponen biaya yang akan dibebani kepada setiap orang untuk biaya konservasi tersebut," ucap dia.

Saat ini sendiri, penguatan fungsi dan upaya menjaga konservasi TN Komodo dan sekitarnya, KLHK dan pihak pemerintah provinsi telah membuat nota kesepahaman yang memuat sejumlah poin penting di dalamnya. Diantaranya mengenai penguatan kelembagan, peningkatan kemampuan SDM, penguatan fungsi perlindungan dan pengamanan, peningkatan kapasitas masyarakat peduli api, peningkatan sarana dan prasarana, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata alam.

Baca Juga

Ist

Episode Gading Serpong Raih Juara 1 Hotel Terbaik se-Provinsi Banten 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 15:00 WIB
Episode Gading Serpong terpilih sebagai juara 1 hotel terbaik di Provinsi Banten, penghargaan tersebut didasari oleh berbagai unsur baik...
DOK Instagram.

Allah Al-Kabir Selalu Ada tidak Pernah Tiada Sumber Segalanya

👤Meilani Teniwut 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:50 WIB
Apa makna salah satu asmaul husna, Al-Kabir? Berikut penjelasan asmaul husna Al-Kabir dilansir dari @limofficial_lirboyo di...
Ist

Promo Luar Biasa Bulan Oktober di Hotel Santika Premiere Bintaro 

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 14:01 WIB
Hotel Santika Premiere Bintaro kembali menghadirkan promo menarik di bulan Oktober, Promo Fun – Cation Room...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya