Sabtu 25 Juni 2022, 09:30 WIB

Benarkah Panti Jompo Solusi Agar Lansia tidak Kesepian?

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Benarkah Panti Jompo Solusi Agar Lansia tidak Kesepian?

ANTARA/Adeng Bustomi
Komunitas Badut Tasikmalaya (Battik) menghibur warga lanjut usia (lansia) di Graha Asia Plaza, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

 

BERINTERAKSI dengan keluarga merupakan kunci penting meningkatkan kualitas hidup lansia karena bisa merasa tetap terlihat sehingga muncul rasa bahagia.

Apakah panti wreda bisa menjadi solusi agar lansia yang tidak bisa berkumpul dengan keluarga bisa terlindung dari kesepian?

Pakar gerontologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Prof Siti Setiati mengatakan, bagi lansia yang lebih senang berinteraksi dengan orang-orang sebaya, ketimbang anak atau cucu, panti wreda bisa jadi pilihan agar mereka bisa tetap bersosialisasi dan memenuhi kebutuhan sosial.

Baca juga: Sambut Nataru dengan Berbagi Bahagia Bersama Penghuni Panti Wreda

"Ada sebagian yang memilih untuk tinggal bersama orang yang satu gelombang, makanya memilih tinggal di panti," kata Siti di Jakarta, dikutip Sabtu (25/6).

Di panti jompo, makanan-makanan untuk para lansia sudah diatur oleh pengurus. Ia mengingatkan kepada pengurus agar benar-benar menyuguhkan makanan sehat dan bergizi dengan kandungan karbohidrat, protein, vitamin dan mineral sesuai kebutuhan orang tua.

"Jangan lupa untuk mengajak warga panti untuk berolahraga rutin," ujar dia, menambahkan berdasarkan riset ditemukan bahwa para lansia gemar berolahraga bersama dan berinteraksi bersama teman-teman seusianya.

Di Indonesia, sebanyak 34,71% lansia tinggal bersama keluarga tiga generasi, nilai ini menurun sebesar 6 persen dari tahun sebelumnya. Bila memungkinkan, Siti menyarankan agar tradisi tiga generasi tinggal serumah tetap dipertahankan agar lansia tetap punya teman, entah itu pasangan, anak atau cucunya. Pilihan lainnya adalah mempekerjakan pengasuh profesional khusus lansia yang bisa membantu mengurus kebutuhan sehari-hari.

"Bisa juga keluarga, apakah itu anak, keponakan atau keluarga yang bisa jaga orangtua. Sepanjang mereka bisa tetap berinteraksi, mereka bisa tetap happy," ungkapnya.

Siti berpesan kepada generasi muda untuk menjaga gaya hidup sehat agar proporsi lansia sehat di masa mendatang lebih besar dibandingkan yang kesehatannya menurun. 

Ia menuturkan, riset menyatakan data bahwa lansia yang benar-benar hidup sehat tanpa penyakit hanya 20%, 60% mengidap beberapa penyakit dan sisanya sudah ketergantungan dan membutuhkan bantuan.

"Jangan malas untuk bergerak," pesan dia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/ROSMERY SIHOMBING

Pariwisata Gunungkidul Layak Jadi Bali Baru

👤Rosmery Sihombing 🕔Sabtu 20 Agustus 2022, 06:57 WIB
Kabupaten Gunungkidul banyak terbantu dengan  pengembangan  jalur jalan lintas selatan (JJLS) atau dikenal dengan...
DOK/ASTRA INTERNASIONAL

Kemenko PMK Gandeng SMK Binaan Astra Tingkatkan Kemandirian Pangan dan Perbaikan Lingkungan

👤Bayu Anggoro 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:25 WIB
Gerakan Penanaman 10 juta Pohon ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menyadari persoalan lingkungan saat...
FOTO/researchgate.net

Inilah Bahaya yang Mengerikan Akibat BPA 

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 23:23 WIB
Paparan BPA memiliki risiko terhadap gangguan perkembangan janin, menghasilkan kondisi feminisasi janin, fetus infertilitas, kualitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya