Kamis 23 Juni 2022, 18:20 WIB

Pemerintah Dorong Calon Mahasiswa Pilih Prodi Pertanian dan Pendidikan Kejuruan

Faustinus Nua | Humaniora
Pemerintah Dorong Calon Mahasiswa Pilih Prodi Pertanian dan Pendidikan Kejuruan

ANTARA/Asep Fathulrahman
Ilustrasi sektor pertanian yang kurang diminati calon mahasiswa untuk menjadi profesinya.

 

PLT Dirjen Dikti-Ristek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nizam mengungkapkan bahwa banyak calon mahasiswa yang tidak berminat memilih Program Studi Pertanian dan Pendidikan Kejuruan. Hal itu patut disayangkan sebab kedua prodi tersebut sebenarnya memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.

Menurut Nizam, sebagai negara agraris, sektor pertanian sangat penting bagi Indonesia. Meski saat ini sudah banyak bidang lain yang berkembang pesat seperti industri dan jasa, 40% masyarakat Indonesia masih bergantung pada pertanian.

"Ini sangat penting untuk kita kembangkan. Apalagi di era revolusi industri 4.0 pertanian pun akan masuk pertanian modern, pertanian milenial 4.0. Sehingga ketahanan pangan kita akan semakin kuat bahkan kita bisa menjadi eksportir produk-produk pertanian, perikanan dan kelautan. Ini semua adalah masa depan kita," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (23/6).

Nizam mengakui bahwa sektor pertanian merupakan salah satu konsennya. Lantas, dia mengajak calon mahasiswa untuk melirik prodi yang berkaitan dengan pertanian. Mengingat, sejumlah kampus juga terus berinovasi dalam mengembangkan sektor pertanian modern.

"Jadi adik-adik yang di SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) tidak melirik bidang pertanian, seleksi mandiri bisa ke sana," imbuhnya.

Terkait, Prodi Pendidikan Kejuruan, dia menyebut bahwa peminatnya masih kurang. Padahal, perhatian pemerintah untuk meningkatkan SDM lewat sekolah kejuruan atau vokasi sedang gencar-gencarnya.

"Teman-teman di vokasi kesulitan cari guru SMK, tapi sedikit calon mahasiswa yang ambil bidang kejuruan ini. Mohon ini juga dipertimbangkan sebagai pilihan," harapnya.

Dia meminta para calon mahasiswa untuk memilih prodi yang benar-benar memiliki peluang besar di masa depan. Pemilihan prodi tidak sekadar populer atau keren saat ini. Para calon mahasiswa perlu mencari informasi, membuka wawasan sebelum memeilih prodi.


Baca juga: Sampah Plastik Laut Dimanfaatkan sebagai Bahan Label Ocean Action


"Tidak selalu prodi yang sangat populer itu lebih berhasil di masa depan jika dibandingkan dengan prodi yang mungkin kedengarannya tidak terlalu keren tapi sebenarnya masa depannya bisa jauh lebih hebat," tandasnya.

Sementara itu, Ketua LTMPT Mochamad Ashari menyampaikan bahwa ada banyak prodi yang populer atau memiliki peminat yang banyak. Keketatan prodi dalam SBMPTN 2022 bisa dicek di setiap PTN.

Selain itu, ada pula prodi yang sepi peminat sehingga SBMPTN tidak mencapai daya tampung yang disediakan. Dari total daya tampung 213.406, yang terisi 192.810 kursi dari 800.852 peserta.

"Artinya, ada 20.596 kursi yang tidak terisi dalam seleksi SBMPTN kali ini," ucapnya.

Dijelaskannya, kursi kosong tersebut bukan sengaja dibiarkan untuk dijual. Akan tetapi, disebabkan kurangnya peminat pada prodi-prodi yang tidak populer.

"Ada bangku kosong yang tadi kita sampaikan itu karena kurang peminat bukan disimpan untuk jual beli," kata dia.

Lantas, Mochamad berharap perguruan tinggi untuk lebih inovatif dan adaptif. Prodi-prodi lama perlu dikembangkan sesuai dengan kebutuhan zaman. Misalnya di sektor pertanian perlu inovasi ke pertanian modern yang didukung teknologi.

"Dari perguruan tinggi harus adaptif. Kalau masih nama lama, sistem pengajaran tetap itu sulit menarik minat peserta. Jadi ini perguruan tinggi harus adaptif," imbuhnya.

Selain itu, pemerintah pun perlu terus melakukan sosialisasi terkait peluang-peluang dunia usaha di masa depan. Begitu pula dengan orang harus memberi edukasi kepada anak-anak dalam menentukan prodi pilihan.

"Masyarakat harus ada edukasi. Anak-anak kita ingin PNS-PNS, sementara masih sepi pertanian modern itu. Itu PR kita bersama," tutupnya. (S-2)

Baca Juga

DOK Sahabat Ganjar

ITS Surabaya Juara Hackaton 2022 Jawa Timur

👤Widhoroso 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:14 WIB
TIM Victorits dari Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, meraih juara ajang Hackathon 2022 Jawa Timur yang berakhir Minggu...
ANTARA/Ampelsa

Peringatan HANI 2022, Kualitas SDM untuk Bangun Karakter Remaja Jadi Tantangan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:10 WIB
Sekarang ini mental emotional disorder atau gangguan mental emosional pada anak remaja dalam keluarga meningkat pesat pada 2018 jika...
Dok. Kemenparekraf

Sandiaga Tekankan Pentingnya Keterlibatan Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata 

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 Juni 2022, 22:07 WIB
Selain memahami akan potensi yang ada, masyarakat juga harus paham nilai-nilai penting yang terkandung dalam Sapta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya