Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
SETELAH sukses penyelenggaraan di tahun 2019, 2020, dan 2021, di tahun ini Nyalanesia kembali meluncurkan rekrutmen Sosialisator Program Literasi Nasional (SPL Nasional).
"SPL Nasional adalah penggerak literasi nasional yang dibentuk, dilatih dan dikembangkan oleh Tim Nyalanesia dengan tujuan guna melakukan percepatan sosialisasi dan pengembangan gerakan literasi nasional serta pengembangan kompetensi penggerak literasi hingga ke pelosok negeri," ujar Afirin Nurdin, selaku Ketua SPL Nasional 2022 dalam keterangan pers, Selasa (14/6).
Dalam menjawab tantangan zaman dan menuju Indonesia Emas 2045, peningkatan budaya literasi mutlak dibutuhkan.
Kompetensi berliterasi penting untuk dimiliki masyarakat Indonesia guna menjadi pondasi pengembangan kualitas SDM secara menyeluruh. Terutama bagi para pelajar dan guru-guru di Indonesia.
Semenjak diresmikannya program Gerakan Literasi Nasional, ada banyak program-program literasi yang bermunculan yang diinisiasi oleh pemerintah maupun swasta.
Salah satu di antaranya adalah Nyalanesia yang selama beberapa tahun ke belakang sukses membantu ribuan sekolah.
"Melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional (GSMB Nasional), Nyalanesia berhasil menerbitkan lebih dari 4.200 judul buku karya para pelajar dan guru dari seluruh Indonesia," jelas Afirin.
Baca juga: Gandeng LSM, Aice Dukung Peningkatan Budaya Literasi Siswa SD
Kesuksesan Nyalanesia dalam menyukseskan program yang sejalan dengan Gerakan Literasi Sekolah ini, tak lepas dari peran penting SPL Nasional yang tersebar di berbagai daerah. Melalui program SPL Nasional,
"Nyalanesia akan memilih 100 pegiat literasi untuk dilatih dan dikembangkan hingga mampu secara profesional mensosialisasikan program-program literasi Nyalanesia sekaligus membangun kolaborasi dengan ribuan sekolah di Indonesia," kata Afirin.
Program literasi yang akan dikampanyekan oleh 100 SPL Nasional adalah program GSMB Nasional yang kini telah memasuki tahun ke-7 penyelenggaraan.
"Dibutuhkan gerakan semesta untuk mengembangkan literasi di seluruh wilayah Indonesia," katanya.
"Pembentukan SPL Nasional yang ditempatkan di berbagai daerah, menjadi jalan pintas untuk mengakselerasinya, sehingga kita mungkin bisa merasakan hasilnya beberapa tahun lebih cepat dari yang semestinya,” imbuh Arifin Nurdin.
Pada tahun 2021 lalu, SPL Nasional Angkatan III berhasil memfasilitasi lebih dari 54.000 pendidik dan peserta didik dari berbagai wilayah di Indonesia untuk berkarya dan mengembangkan kompetensinya melalui program GSMB Nasional 2021.
Para penggerak literasi yang tergabung dalam SPL Nasional ini tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua.
“Indonesia sebenarnya memiliki puluhan ribu penggerak literasi dengan kompetensi dan dedikasi yang tinggi. Namun, mayoritas berjalan sendiri-sendiri," terang Lenang Manggala, Pendiri Nyalanesia.
"Melalui program SPL Nasional dan GSMB Nasional, kami berupaya menjadi simpul kolaborasi, fasilitator, dan pemberdaya ekonomi. Kami ingin para pendidik dan pegiat literasi bisa lebih berdaya secara materi dan non-materi,” ujar Lenang.
Setelah sukses di tahun-tahun sebelumnya, Nyalanesia mengundang para pegiat literasi dan pendidik di Indonesia yang memiliki minat serta kompetensi dalam bidang literasi, untuk menjadi bagian dari keluarga besar SPL Nasional Angkatan IV.
Dengan periode masa bakti selama 3 bulan, diharapkan 100 SPL Nasional dapat berhasil meningkatkan budaya literasi dan mutu pendidikan di kota/kabupaten yang menjadi domisilinya. Pendaftaran SPL Nasional masih dibuka hingga 30 Juni 2022 melalui laman www.penggerakliterasi.id. (RO/OL-09)
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia Tito Karnavian di Jakarta, Kamis malam.
Usulan telah melalui pembahasan bersama Komisi X DPR RI.
Penggunaan sekaligus pemahaman bahasa isyarat sangat penting.
Sinergi yang kuat antara guru dan orang tua akan menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif bagi perkembangan siswa.
WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Fajar Riza Ul Haq mengingatkan pentingnya upaya Partisipasi Semesta.
Menurut Lestari, penting mengedepankan upaya membangun 'jembatan' antara kesehatan jiwa dan kesehatan otak dalam konteks sebuah kebijakan.
Menko Polkam Budi Gunawan mengatakan program Sekolah Rakyat merupakan langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Pendidikan inklusif adalah sistem pendidikan yang memastikan semua individu memiliki kesempatan belajar yang setara.
Program Guru Transformasional dirancang untuk memberdayakan guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan siswa masa kini.
NILAI kekeluargaan merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang hangat, suportif, dan saling menghormati.
Pelatihan ini dirancang dengan sistem berjenjang dan terstruktur, mengacu pada kurikulum nasional, dan berfokus pada pendekatan aplikatif serta teknik pengajaran inspiratif bagi guru PAUD.
Pernyataan Menteri Keuangan yang menganggap penghasilan guru dan dosen sebagai ‘tantangan’ bagi keuangan negara menunjukkan adanya misinterpretasi terhadap amanat konstitusi.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved