Selasa 17 Mei 2022, 12:45 WIB

Media Sosial Berdampak Negatif Bagi Remaja, Benarkah?

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Media Sosial Berdampak Negatif Bagi Remaja, Benarkah?

Pexels
Ilustrasi

 

MEDIA sosial bagi orang-orang, khususnya remaja, memiliki sisi positif dan negatif. Dari sisi positif, media sosial bisa memungkinkan remaja berinteraksi sosial. Hal itu diungkapkan psikolog klinis, yang tergabung dalam Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Nanda Rossalia.

"Dia dapat intimacy, bukan hanya di hubungan romantis tetapi di semua aspek hubungan siapapun misalnya dengan kolega, orangtua, keluarga besar," ujar Nanda dalam webinar Remaja dan Gawai, yang diselenggarakan Komunitas Guru Satkaara Berbagi (KGSB), dikutip Selasa (17/5).

Bila mengambil contoh Instagram, media sosial ini dikatakan bisa menjadi sarana mengekspresikan diri dan emosi para penggunanya. Hanya saja, Nanda mempertanyakan apakah sudah benar emosi yang disalurkan itu.

Baca juga: Soal LGBT, KPI Tegaskan Tidak Berwenang Awasi Konten Medsos

Mengutip pernyataan peneliti bidang psikologi Samantha Henderson, Michael Gilding menuturkan, pemanfaatan media sosial secara bijak yakni mampu mengendalikan diri dengan produktif dan positif, maka dia dapat menumbuhkan trust atau kepercayaan yang sangat berperan dalam kualitas hubungan sosial individu.

"Tetapi ini juga bisa berlaku sebaliknya. Trust itu terkikis karena media sosial. Ini menjadi isunya remaja," kata Nanda.

Di sisi lain, media sosial juga dapat memunculkan dampak negatif, salah satunya karena mengganggu keberfungsian manusia sebagai makhluk hidup dan sosial. 

Menurut Nanda, salah satu kondisi yang dianggap memprihatinkan dalam hal ini yakni membuat renggangnya hubungan.

"Susah dibuat batasan. Sering cek status. Susah lepas dari media sosial sehingga kewajiban lain terabaikan," tutur Nanda.

Nanda mengungkapkan, sekitar 90% remaja menggunakan internet secara reguler dan 70% di antaranya pengguna aktif media sosial dan memiliki setidaknya satu profil di media sosial.

Sementara khusus untuk Instagram, survei yang dilakukan NapoleonCat pada 2020 menunjukkan, pengguna aktif di Indonesia mencapai 62.470.000, dengan 50% adalah perempuan berusia 18-24 tahun.

"Mungkin remaja banyak menggunakan itu untuk berinteraksi. Mau disalahin enggak bisa juga karena kondisi kita dua tahun terakhir seperti ini. Tetapi kita tetap harus mengajak mereka mengeksplorasi hubungan sosialnya," kata dia. (Ant/OL-1)

Baca Juga

ANTARA

204 Orang Calon Haji Ikut Safari Wukuf

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 14:50 WIB
Jumlah 204 jemaah yang diusulkan untuk disafariwukufkan tersebut sifatnya masih dinamis, nanti akan bisa ditentukan di hari terakhir H-1...
Antara

Pertontonkan Keindahan Indonesia Lewat Digitalisasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 14:49 WIB
Perkembangan teknologi membuat dunia digital menjadi dunia kedua bagi setiap orang. Hal tersebut membuat jati diri dalam ruang budaya...
ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/

BNPB Tetapkan Status Keadaan Tertentu Darurat PMK

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 02 Juli 2022, 13:30 WIB
Kepala daerah dapat menetapkan status keadaan darurat penyakit mulut dan kuku untuk percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku pada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya