Sabtu 14 Mei 2022, 16:29 WIB

Cegah Stunting, Masih Butuh 4.180 Alat USG untuk Puskesmas 

Dinda Shabrina | Humaniora
Cegah Stunting, Masih Butuh 4.180 Alat USG untuk Puskesmas 

Antara
Ilustrasi petugas kesehatan melakukan pemeriksaan USG kepada ibu hamil.

 

PADA 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membeli 447 alat Ultrasonografi (USG) untuk dialokasikan ke puskesmas. Lalu pada tahun ini, sekitar 4.180 USG dibutuhkan seluruh puskesmas yang ada di Indonesia.

Direktur Kesehatan Keluarga Kemenkes Erna Mulati mengatakan tahun lalu ada 447 USG 2 Dimensi (2D) yang diberikan kepada beberapa puskesmas. Targetnya pada 2023, semua puskesmas sudah memiliki USG demi percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB).

“Karena sudah masuk SKDI (Standar Kompetensi Dokter Indonesia), beberapa puskemas yang dananya dari APBD atau sumber lainnya, tahun 2021 lalu ada 447 diberi USG 2 dimensi. Itu melalui program percepatan penurunan AKI dan AKB,” jelas Erna, Sabtu (14/5).

Baca juga: 2045, Pelayanan Puskesmas Harus Lebih Mutakhir

Melalui Dana Alokasi Khusus, Kemenkes berupaya terus melakukan standarisasi USG 2D. Berikut, mengidentifikasi puskesmas yang belum memiliki USG. Serta, meningkatkan kemampuan dokter di tiap puskesmas dalam penggunaan alat USG.

“Penggunaan USG 2 Dimensi untuk 12 kompetensi obstetrik terbatas, sebetulnya sudah masuk di Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012," papar Erna.

"Untuk mendeteksi sedini mungkin beberapa faktor risiko yang terjadi pada ibu hamil, membutuhkan USG untuk menegakkannya. Termasuk juga pertumbuhan janin yang tidak sesuai dengan usia kandungan," imbuhnya.

Baca juga: Pelaku Kekerasan Seksual Anak Mayoritas Orang Terdekat

Sementara itu, untuk puskesmas belum memiliki alat USG, pasien bisa melalui mekanisme puskesmas tetangga. Pelayanan ini inisiatif dari daerah yang bekerja sama dengan dokter kandungan setempat.

Lebih lanjut, dia menyarankan ibu hamil untuk memeriksakan kandungan minimal enam kali. Untuk pertama kali, pemeriksaan harus dengan dokter. Pihaknya pun berharap setiap puskesmas kecamatan memiliki dokter kandungan.(OL-11)

Baca Juga

ANTARA/NOVA WAHYUDI

Pensiun Dini PLTU Batu Bara akan Mencegah Kematian Dini 14,5 Juta Jiwa

👤Fetry Wuryasti 🕔Rabu 25 Mei 2022, 13:04 WIB
Untuk Indonesia sendiri diperkirakan sebanyak 110 ribu kematian dini dapat dihindari dengan penghentian operasi PLTU batu...
MI/HO

IDI Siap Berkolaborasi dengan Berbagai Lini untuk Mendukung Pemulihan Kesehatan Dunia

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 25 Mei 2022, 12:32 WIB
IDI selalu siap menjadi mitra strategis pemerintah RI dan dunia dalam kemajuan layanan kesehatan di Indonesia serta membantu kerja sama...
MI/Atalya Puspa

Indonesia Siap Tawarkan Solusi Resiliensi Berkelanjutan di GPDRR 2022

👤Atalya Puspa 🕔Rabu 25 Mei 2022, 11:53 WIB
Indonesia memang merupakan negara rawan bencana. Sepanjang 2022 saja, telah terjadi sebanyak 1.613 bencana di...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya