Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi terkait tata laksana penanganan pasien hepatitis akut yang hingga kini belum diketahui etiologinya.
Dalam rekomendasi yang ditandatangani Ketua IDAI Dr Piprim Basarah Yanuarsi tersebut disebutkan bahwa setiap rumah sakit melakukan perawatan pasien dalam ruang isolasi serta melakukan monitoring perjalanan klinis terutama kesadaran pasien.
Selanjutnya pengenalan gejala dan tanda hepatitis fulminan atau gagal hati akut, sehingga PT/INR dipantau secara berkala. Bila ada kecenderungan peningkatan nilai PT/INR, pasien perlu mendapatkan perawatan di ruang rawat intensif, karena dikhawatirkan akan berlanjut menjadi hepatitis fulminan.
"Pasien mengalami hepatitis fulminan bila didapatkan tanda koagulopati dengan INR > 2 yang tidak dapat dikoreksi dengan vitamin K (gangguan fase akut fungsi hepatoselular), atau terdapat penurunan kesadaran (ensefalopati) yang disertai koagulopati dengan INR > 1,5," dalam rekomendasi tersebut.
Selanjutnya Kortikosteroid hanya diberikan pada kecurigaan hepatitis autoimun. Jika dicurigai terkait MISC maka tata laksana mengikuti panduan IDAI sebelumnya.
Untuk tata laksana pasien hepatitis fulminan pasien dirawat di ruang rawat intensif untuk pemantauan secara ketat terus-menerus dan dirawat di ruang yang tenang untuk mengurangi peningkatan tekanan intrakranial mendadak.
"Kebutuhan total cairan direstriksi menjadi 85-90% rumatan, untuk mengurangi risiko edema serebri. Keadaan hipovolemia/dehidrasi harus segera dikoreksi. Kebutuhan kalori dapat dipenuhi dengan pemberian nutrisi melalui NGT," katanya.
Pemantauan pasien hepatitis fulminan mencangkup Saturasi oksigen, urine output tiap 6 jam, tanda vital tiap 6 jam, termasuk tekanan darah, observasi neurologis, pemeriksaan gula
darah, elektrolit dan PT/INR tiap 12 jam, pemeriksaan darah perifer lengkap tiap hari, dan kultur darah dan urin saat awal perawatan dan diulang sesuai perkembangan klinis.
Bila pasien mengalami hepoglikemia diatasi dengan pemberian dekstrosa intravena. Untuk obat pasien hepatitis fulmunian ada antibiotik sistemik dan antijamur oral profilaksis untuk menurunkan risiko infeksi bakteri dan infeksi jamur.
Pada neonatus dapat diberikan asiklovir intravena sampai infeksi HSV dapat disingkirkan. Kemudian N-asetilsistein (NAC) intravena dapat diberikan melalui infus berkala 100 mg/kg/24 jam sampai INR normal. (H-2)
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS.
PP TUNAS adalah jawaban atas kekhawatiran kalangan medis terhadap dampak negatif media sosial bagi tumbuh kembang anak.
IDAI mengingatkan bahaya media sosial bagi anak, mulai dari adiksi hingga cyberbullying. Orangtua diminta aktif mendampingi penggunaan digital.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Deby Vinski menyampaikan Celltech Stem Cell Centre menggandeng RSPPN Soedirman guna memperluas akses layanan terapi sel punca berstandar internasional di Indonesia.
PADA Senin, 2 Februari 2026, dibentuk Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) sebagai forum koordinasi dan komunikasi nasional.
Presiden Prabowo menjajaki kerja sama STEM dan kedokteran dengan 24 universitas terkemuka Inggris demi memperkuat pendidikan tinggi dan tenaga medis RI.
Program ini memungkinkan para mahasiswa untuk memperoleh pengalaman klinis melalui kegiatan kepaniteraan atau observership di berbagai rumah sakit luar negeri.
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan, pemerintah bakal merealisasikan pembukaan kampus-kampus kedokteran di berbagai daerah sebagai langkah konkret menjawab kebutuhan nasional.
Kemdiktisaintek mendukung upaya Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) dalam memperbaiki tata kelola dan sistem perguruan tinggi di bidang pendidikan kedokteran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved