Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
STARTUP edutech Cakap, turut berinisiasi untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas sumber daya manusia melalui akses pendidikan yang siap kerja. Sebagai perusahaan edukasi berbasis teknologi, Cakap mengambil peran untuk berkontribusi dalam mempercepat pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.
Dalam komitmennya, CEO dan Co-Founder Cakap, Tomy Yunus, mengatakan pihaknya terus mengembangkan program melalui kelas-kelas upskill dan bahasa untuk ditujukan kepada anak-anak Indonesia mulai dari wilayah perkotaan sampai wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
"Sampai saat ini Cakap telah menjangkau 95 kota di 34 provinsi Indonesia. Termasuk daerah terluar seperti Sabang, Sumba dan Halmahera," kata Tomy ketika dihubungi dalam rangka "3 Tahun Anniversary CAKAP" di Jakarta, Jum'at (22/4).
Baca juga:BNPB: Banjir Melanda Desa Dawuan Tengah di Wilayah Karawang Berangsur Surut
Cakap merupakan salah satu platform Edutech di Indonesia yang mengembangkan pembelajaran online dengan interaksi dua arah antara siswa dan guru profesional melalui panggilan video dan percakapan teks.
Selain fokus memberikan pendidikan untuk murid, Tomy menyampaikan Cakap juga ingin memperbaiki kualitas pengajar di Indonesia. Ia mengungkapkan melalui program Teacher Academy, para guru yang akan menjadi pengajar dibekali pemahaman mengenai pedagogi pendidikan serta kelas etik.
Setidaknya, kata Tomy, saat ini Cakap telah memiliki 1000 lebih pengajar bahasa online. Melalui program Teacher Academy itu pula para pengajar dibekali literasi digital agar mampu menguasai medan kelas online.
“Kita sudah punya lebih dari 1000 pengajar bahasa online yang mengajar di aplikasi Cakap. Iya, kita berikan kelas berupa teaching pedagogy, kita berikan juga class ethics, lalu juga literasi digital juga bagaimana untuk bisa mengajar online secara lancar. Maupun juga mengatasi technical problem di dalam kelas,” imbuh Tomy.
Sementara itu, Celillia Ong, yang juga merupakan Co-Founder Cakap, mengatakan platform ini juga mengedepankan akses kesetaraan pendidikan. Ia mengungkapkan, tidak ada pembatasan gender, daerah maupun jarak. Semua orang berhak mendapatkan pendidikan dan akses yang sama.
“Cakap untuk Bangsa, sebuah program yang menyediakan akses kesetaraan pendidikan berkualitas di Indonesia. Pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dilakukan terhadap kaum pelajar, tetapi juga terhadap tenaga pendidikan dan kaum perempuan. Tanpa pembatasan gender, daerah maupun jarak,” tutur Celillia.
Salah satu pemberdayaan yang telah dilakukan Cakap ialah dengan memberdayakan bidang pariwisata di Nusa Tenggara Timur. Celillia menuturkan Cakap bekerjasama dengan pihak pemerintah daerah untuk meningkatkan sektor hospitality.
“Kita melakukan pemberdayaan lokal di bidang pariwisata di NTT. Kami bekerjasama dengan pemda untuk meningkatkan kualitas hospitality. Baik dari sisi keterampilan maupun kemampuan berbahasa,” tandasnya. (H-3)
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
TANTANGAN pendidikan di era disrupsi teknologi disoroti. Generasi sekarang dinilai mandiri secara digital tetapi rentan di bidang sosial dan emosional.
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
IA sampai pada ujung hidupnya. Tapi narasi kepergiannya tak berujung. Ia pergi dalam sunyi. Pamit dalam diam. Diam dan sunyi itu menjadi saksi terakhir ziarah hidupnya.
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved