Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akan segera dimulai pekan depan. Adapun, pada tahap pertama, operasi TMC akan dilakukan di wilayah Riau.
"Alat dan bahan hari ini sudah tiba di Pekanbaru. Personil kami juga sudah ada yang stand by di sana. Awalnya akan kami rencanakan mulai besok. Tapi pesawat TNI AU belum ada yang siap untuk besok. Insya Allah minggu depan sudah bisa dimulai," kata Kooordinator Laboratorium Pengelolaan TMC Budi Harsoyo kepada Media Indonesia, Minggu (10/4).
Budi menjelaskan, bahan semai yang telah disiapkan untuk operasi TMC di Riau ialah garam powder sebanyak 20 ton. Nanti dalam realisasinya, bahan semai bisa saja bertambah, menyesuaikan kebutuhan di lapangan.
Baca juga: Hati-Hati, Gangguan Tidur Jadi Salah Satu Gejala Depresi
Adapun, operasi TMC di Riau tahap awal diperkirakan akan berjalan selama 15 hari. "Kemungkinan bisa diperpanjang, melihat situasi dan kondisi di lapangan juga nantinya," pungkas Budi.
Berdasarkan data yang diakses dari Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, (KLHK) hingga Minggu (10/4), terdapat kurang lebih lima titik panas dengan confidence medium di wilayah Riau. Titik panas tersebut tersebar di Kepulauan Meranti, Rokan Hilir, dan Indragiri Hilir.
Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Laksmi Dhewanthi mengungkapkan belajar dari kejadian buruk karhutla 2015 Pemerintah Indonesia bersama dengan para pihak berhasil menekan kejadian karhutla.
Sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo, KLHK telah memperbaiki pola pengendalian karhutla dengan mengutamakan pencegahan karhutla, peningkatan partisipasi masyarakat, serta mengintensifkan sinergi dan koordinasi para pemangku kepentingan.
“Indonesia optimistis dalam mencapai Folu Net Sink 2030 karena baiknya kinerja yang berdampak pada penurunan karhutla. Pada tahun 2015 tercatat 2,6 juta hektar karhutla, namun pada tahun 2021 turun menjadi 358.864 hektar atau 86,2% lebih rendah dari tahun 2015,” ungkap Laksmi. (H-3)
Dari sebanyak 8 lokasi Karhutla di Riau, wilayah Kabupaten Pelalawan merupakan daerah yang cukup luas terdampak.
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) per Jumat (13/2) yang berlaku hingga 30 November 2026 mendatang.
KEBAKARAN hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Provinsi Riau terus meluas dan bahkan telah menembus hingga 745,5 hektare (ha).
JUMLAH titik panas atau hotspot sebagai indikator karhutla di Riau terus melonjak. Berdasarkan pantauan terakhir satelit ditemukan sebaran titik panas yakni 336 di sumatra
Awal 2026 yang seharusnya berada dalam periode musim hujan justru ditandai dengan lonjakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terutama di ekosistem gambut.
Hingga kini proses pemadaman karhutla terus dilakukan secara intensif.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved