Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Paru Rumah Sakit Yarsi dr Erlina Burhan, Sp.P (K) menjelaskan bahwa dalam upaya eliminasi Tuberkulosis (TB) dengan kolaborasi dari dokter, akademisi, industri farmasi, rumah sakit, dan lainnya.
"Kolaborasi dari berbagai pihak dapat melakukan pelacakan, mengurangi stigma dan melanjutkan penanganan TB yang perlu," kata Erlina dalam 1st Health Working Group Side Event on Tuberculosis di Yogyakarta, Rabu (30/3).
Baca juga: Hampir 80 Ribu Tiket Kereta Ludes Terjual Hingga H-3 Lebaran
Padahal dalam pelajaran dari pandemi covid-19 bisa diterapkan dalam penanganan TB seperti terkait dengan sistem, kebijakan, dan pemangku kepentingan, dari tingkat pemerintahan hingga RT/RW yang mana setiap orang dari sektor kesehatan berkolaborasi mengelola covid-19. Seandainya kolaborasi ini bisa dilakukan untuk TB pastinya akan jauh lebih baik dan bermanfaat.
Kemudian pemanfaatan platform digital untuk melacak secara masif pasien TB yang belum mendapatkan perawatan. Akan tetapi pemanfaatan platform digital masih belum dilakukan untuk TB.
"Kemudian pemerintah juga perlu melakukan pembangunan infrastruktur kesehatan dan industri farmasi kegiatan ini secara inovasi untuk vaksin. Kemudian para akademisi dan industri riset bekerja sama untuk mencegah penularan dan menyembuhkan yang sakit TB dalam hal ini untuk terkait hal obat perlu dilakukan terapi antivirus dapat dilakukan," ujarnya.
"TB ini belum terlalu didengar oleh masyarakat karena masih dianggap terlalu halus dan terlalu dianggap remeh. Oleh karena itu masyarakat perlu paham pentingnya bahaya TB," tambahnya.
Di kesempatan yang sama Jurnalis dan Penulis Investigasi Kesehatan di India Vidya Krishnan menilai penanganan TB saat ini masih tertutup dengan bayang-bayang pandemi covid-19.
Padahal penanganan TB bisa mencontoh negara lain seperti Inggris dan Amerika Serikat yang menyubsidi klinik untuk penanganan TB dengan baik.
"Kita juga perlu melihat penanganan TB dengan baik. Ada beberapa penanganan pandemi kita perlu melihat penyembuhan secara medis keterampilan penyakit perlu melibatkan teknologi yang bisa membantu penyembuhan penyakit dan pengetahuan dan mendorong penyembuhan," ujar Vidya.
Kolaborasi penanganan TB dari berbagai pihak seperti pemerintah dengan laboratarium dan farmasi terkait penanganan secara regional.
"Untuk menangani TB ini harus bekerja sama secara global untuk melaksanakan kolaborasi melibatkan orang dari seluruh dunia. Sementara dari sektor politik juga diperlukan membuat regulasi untuk penanggulangan," ungkapnya. (OL-6)
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved