Kamis 10 Maret 2022, 21:29 WIB

Peringati Hari Ginjal Sedunia, Etana Lakukan Edukasi Kesehatan Ginjal 

Eni Kartinah | Humaniora
Peringati Hari Ginjal Sedunia, Etana Lakukan Edukasi Kesehatan Ginjal 

Ist
Webinar dengan tema “Ginjal Sehat untuk semua: Menjembatani Kesenjangan Pengetahuan untuk Kesehatan Ginjal yang Lebih Baik.”

 

PT Etana Biotechnologies Indonesia (Etana) bersama Komunitas Pasien Cuci Darah Indonesia (KPCDI) menyelenggarakan edukasi kesehatan ginjal secara daring yang diselenggarakan dalam rangka Hari Ginjal Sedunia yang diperingati pada Kamis (10/3).

Webinar ini menghadirkan narasumber dr. Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH selaku Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia/Pernefri dengan moderator dr. Lia Kurnia Hartanti, MARS. MM.

Selain webinar ini, Etana juga melakukan webinar awam bekerjasama dengan 100 Rumah Sakit yang tersebar di Indonesia dengan target peserta pasien hemodialisa, keluarga pasien, tenaga Kesehatan dan dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi.

Peringatan Hari Ginjal Sedunia tahun ini mengangkat tema “Ginjal Sehat untuk semua: Menjembatani Kesenjangan Pengetahuan untuk Kesehatan Ginjal yang Lebih Baik.”

Baca juga : Binawan Group Berangkatkan 100 Perawat Indonesia ke Kuwait

Tony Richard Samosir, Ketua Umum KPCDI mengatakan,“KPCDI bersama Pernefri dan Etana berupaya memberikan edukasi sebanyak-banyaknya kepada masyarakat yang lebih luas agar pengetahuan tentang penyakit ginjal dapat tersebar dan diakses dengan mudah."

"Hari ini kita memperingati Hari Ginjal Sedunia, melalui tema ini semua pihak diajak untuk bergandengan tangan dalam mengencangkan edukasi kesehatan ginjal bagi masyarakat," jelasnya.

"Tentunya edukasi menjadi garda terdepan agar usaha mengurangi angka gagal ginjal di Indonesia dapat terwujud, di mana di Indonesia angka ini terus meningkat setiap tahun,” ucap Tony. 

Nathan Tirtana, Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia mengatakan “Etana bersama KPCDI dan Pernefri secara konsisten memberikan edukasi terkait kesehatan ginjal yang baik kepada masyarakat, pasien maupun tenaga kesehatan yang berada di unit hemodialisa."

"Kami percaya melalui edukasi-edukasi yang diberikan dapat menambah pengetahuan masyarakat khususnya pasien hemodialisa dalam meningkatkan kualitas hidup untuk menjaga dan melindungi kesehatan dalam upaya meningkatkan kesehatan bangsa," jelasnya.

"Kami berharap dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan edukasi dan berkontribusi untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan untuk kesehatan ginjal yang lebih baik,” tutur Nathan.

dr. Aida Lydia, PhD, SpPD-KGH, Ketua Umum Perhimpunan Nefrologi Indonesia mengatakan “Dari data global satu dari sepuluh orang didunia mengalami penyakit ginjal, dan rata-rata mereka tidak mengetahui kalau memiliki penyakit ginjal."

"Mereka baru menyadari dirinya mengalami penyakit ginjal ketika fungsi ginjal sudah menurun jauh, sudah mendekati atau mencapai stadium akhir," katanya.

"Pada Pasien Ginjal Kronik (PGK) akan mengalami banyak komplikasi salah satunya adalah anemia, hampir 80% pasien dialysis memiliki Hb < 10 g/dL hal ini dikarenakan belum mendapatkan pengobatan anemia dengan baik," ucap dr.Aida.

"Hal ini menjadi tantangan bagi kita semua agar komplikasi anemia ini bisa diatasi dengan baik, paling tidak bisa mendapatkan Hb yang baik anatara 10 - 11,5 g/dL,” tambah dr.Aida. 

Jenis gangguan ginjal terbagi menjadi dua yaitu gangguan ginjal akut dan penyakit ginjal kronik (PGK). Untuk gangguan ginjal akut biasanya gangguan ginjal berlangsung mendadak (dalam jam-hari) dan fungsi ginjal dapat pulih bila segera diatasi.

Sedangkan PGK biasanya gangguan ginjal sudah berlangsung lama (lebih dari 3 bulan) dan fungsi ginjal tidak dapat pulih, disini kita harus bisa mencegah jangan sampai menjadi gagal ginjal.

"Pada kondisi gagal ginjal, ginjal tidak lagi berfungsi dengan baik sehingga perlu diatas dengan terapi pengganti ginjal (kidney replacement therapy)," kata dr.Aida. (Nik/OL-09)

 

Baca Juga

Antara

Dua Faktor Ini Membedakan Subvarian BA.4 dan BA.5 dengan Varian Lain

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 30 Juni 2022, 20:14 WIB
Banyak mutasi virus yang menyebabkan tingkat keparahan tinggi. Namun, ada mutasi virus yang membuat penyakit lebih lemah, karena ketika...
MI/BARY

Jus Jambu Biji Ampuh Naikkan Trombosit Saat DBD, Fakta Atau Mitos?

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 19:25 WIB
Setidaknya, saat pasien meminum jus jambu, dia telah berusaha memenuhi kebutuhan cairan yang kurang di dalam...
Ist

PR Unggul Memperkuat Perusahaan Baik Internal Maupun Eksternal

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 18:45 WIB
Di tengah perubahan besar yang terjadi tersebut, peran public relations (PR) menjadi sangat penting untuk mendukung komunikasi yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya