Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG menganjurkan para orangtua untuk membangun ikatan emosional, bonding, salah satunya dengan berpelukan dengan anak 8 kali sehari selama 20 detik untuk membantu stimulus anak.
"Sentuhan ini memang sakti banget. Karena ketika ada sentuhan kasih sayang, itu mengeluarkan hormon yang namanya oksitosin," kata Psikolog anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia Vera Itabiliana Hadiwidjojo saat diskusi daring, Rabu (2/3).
"Nah, hormon ini antara ibu dan anak itu menunjang rasa nyaman, aman, dan merasa dekat dengan ibu. Ada penelitian juga yang bilang karena dia merasa nyaman, tenang, itu juga membantu untuk menjadi anak yang tangguh gitu. Jadi karena dia merasa terlindungi, dia gampang bangkit lagi," tambahnya.
Baca juga: Ini Hal yang Harus Dipersiapkan Sebelum Pasangan Memiliki Anak
Vera juga menjelaskan, dengan meningkatkan frekuensi sentuhan dengan anak, hal ini pun dapat berpengaruh terhadap perkembangan sosial dan kepribadian anak. Misalnya dapat menjadikannya lebih percaya diri, mudah dalam bergaul, dan mandiri.
"Dengan bonding, dengan dekat, frekuensi anak menerima sentuhan juga tinggi dari orang tuanya, ini juga berpengaruh pada perkembangan sosial dan kepribadiannya anak. Ketika dia merasa nyaman, merasa orang-orang di sekitar dia menerima, menyayangi dia, dekat dengan dia, dia juga jadinya cukup percaya diri bahwa 'Saya baik-baik saja'," kata Vera.
"Dia jadi tumbuh menjadi anak yang percaya diri, mandiri, dalam pergaulan juga dia mudah membawa diri, berinteraksi dengan siapa pun dia nggak kaku dan malu gitu. Termasuk dia juga bisa minta bantuan jika dia butuh. Karena dia percaya bahwa lingkungan melindungi dia, membuat aman," sambungnya.
Sebaliknya, jika anak yang tidak mendapatkan bonding dari orangtuanya justru bisa menjadi anak yang memandang dirinya buruk. Jika hal itu terjadi, anak tersebut akan merasa dirinya tidak bisa melakukan apa pun, bergantung pada orang lain, clingy, tidak mandiri, gelisah, sulit beradaptasi dan memiliki trust issue.
Bahkan, hal itu juga akan mempengaruhi sang anak saat sudah dewasa dan menjadi orangtua. Hal ini dapat menjadikannya orangtua yang sulit belajar tentang hubungan antara orangtua dan anak yang semestinya.
"Ini juga akan menentukan dia saat menjadi orang tua. Akan sulit ketika misalnya dia dari kecil tidak menerima bonding sama orangtuanya, nggak ada ikatan emosional, sehingga anak ini nggak belajar bagaimana hubungan antara orang tua dan anak yang semestinya," ujar Vera.
Terakhir, Vera berpesan kepada pasangan orangtua untuk tidak melakukan sentuhan dengan anak saja. Namun, hal ini juga berlaku antarorangtua. Sebab, dengan melakukan sentuhan, hal ini juga dapat menimbulkan hormon oksitosin sehingga bisa membantu menurunkan stres.
"Ini juga berlaku timbal balik ya. Jangan dipikir ketika bonding itu manfaatnya hanya untuk anak. Tapi buat kita pun sama," tutupnya. (Ant/OL-1)
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
Kunci utama keberhasilan aturan pembatasan gawai bukan hanya pada larangan, melainkan pada keteladanan orangtua sebagai role model.
Keistimewaan yang didapat oleh anak sulung perempuan sering kali muncul dalam bentuk pemberian otonomi yang lebih besar.
Orangtua didorong untuk menciptakan proyek sederhana di rumah, seperti membuat karya tulis atau pengamatan alam di sekitar rumah untuk memicu rasa ingin tahu.
Salah satu indikator utama seorang anak telah mencapai tahap adiksi adalah kehilangan kontrol diri yang akut.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Mengapa emosi bisa berujung kekerasan? Psikolog UGM & UI jelaskan peran Amigdala vs Prefrontal Cortex serta cara mencegah perilaku impulsif.
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved